
Sudah sebulan papa meninggal, rumah terasa sangat sepi. Aku masih menemani mama dan adik-adikku di rumah. Urusan kampus benar-benar kuabaikan. Sesekali Prilly dan Yuri memberi kabar atau mengirim tugas yang diberikan di kelas tapi aku abaikan. Rasa sedih karena kehilangan papa masih menyelimutiku. Belum lagi aku berpikir bagaimana nasib keluargaku kedepannya tanpa papa.
"Fe, kamu belum mau kembali? Kuliahmu bagaimana? Sudah lama kamu bolos." suara mama menganggu lamunanku.
"Iya ma, akhir pekan ini Fe kembali. Tapi mama tidak apa-apa aku tinggal?" kataku mengkhawatirkan mama.
"Fe, sekarang kamu fokus sama kuliahmu saja dulu jangan pikir yang lain. Kalau kuliahmu sudah bereskan bisa cari kerja" jawab mama.
Itu adalah poinnya. Aku harus segera menyelesaikan sekolah agar bisa kerja membantu mama. Tapi, aku bahkan ragu bagaimana bisa menyelesaikan kuliahku tanpa papa. Memikirkan biaya kuliah yang tidak sedikit, belum lagi harus menyewa tempat tinggal.
****
Aku berangkat menuju kota tempatku belajar. Aku memilih menggunakan bus agar lebih hemat ongkos walaupun memakan waktu seharian. Rumah sewa ku sudah lama kutinggal pasti sangat berdebu.
Setelah sampai benar saja, saya harus mengganti seprei tempat tidur dan juga membersihkan rumah yg berdebu. Butuh waktu sejam lebih untuk membersihkan semuanya padahal tubuhku sudah lelah karena perjalanan panjang tadi menggunakan bus. Aku tertidur setelah bersih-bersih sampai lupa makan malam.
****
Aku merasa sangat lapar pagi ini. Yah, aku lupa makan semalam karena terlalu lelah. Daripada makan sendiri aku memilih untuk mandi dan pergi ke kosan Yuri. Aku sengaja kembali hari sabtu agar minggunya bisa ke tempat Yuri untuk mengobrol sebelum masuk kembali hari senin.
"Yuri.... " aku mengetuk pintu kamar Yuri sambil sedikit berteriak memanggilnya.
"Eh, Fe!" Yuri terkejut melihatku lalu memelukku.
__ADS_1
Aku dan Yuri sarapan dengan makanan yang kubawa. Kami belum mengobrol banyak hanya sesekali membahas makanan yang sedang kami makan. Setelah itu kami bersantai sambil menikmati susu cokelat.
"Ri, di kampus bagaimana? Aku banyak tertinggal yah?" aku mulai membuka pembicaraan.
"Fe, sebenarnya ini agak sulit. Kamu tau sendiri sekarang sudah akhir semester. Mau mengejar juga waktunya sudah terlambat. Mungkin kamu harus mengulang beberapa mata kuliah tahun depan." jawab Yuri dengan wajah sendu.
"Hem, aku sudah sangka akan begitu. Tapi kalau ada yang bisa aku kejar, aku akan usahakan." jawabku mencoba untuk tetap semangat.
"Kamu ajak Prilly kesini aja bantu kamu belajar." kata Yuri.
"Iya, Prilly juga belum tau kalau aku sudah kembali. Tapi sebelumnya aku mau cerita" kataku sambil menunduk.
"Ri, bantu aku cari kamar kos dekat sini yang bisa aku sewa yah?" aku menatap Yuri penuh harap.
"Kenapa Fe?" tanya Yuri sedikit kaget.
Yah, aku mulai was-was dengan keuangan keluargaku setelah ditinggal oleh papa. Aku berpikir keras bagaimana aku bisa menghemat uang sampai aku bisa lulus kuliah dan mencari kerja. Salah satunya mengubah cara hidupku yang selama ini mengandalkan uang dari papa. Ini akan bisa membantu mengurangi beban mama.
"Fe, apa lebih bagus kamu bilang ke Raka? Dia pasti lebih tau daerah sini" kata Yuri menatapku.
"Sebenarnya aku agak ragu. Raka akan mengarahkanku ke tempat Prilly tapi aku pikir tidak akan cocok denganku. Tinggal dekat dengan Prilly aku sedikit takut karena rencananya aku akan mencari kerja paruh waktu nantinya" jawabku brrharap Yuri mengerti.
"Kalau sewa kamar disini?" tanya Yuri.
__ADS_1
"Disini terlalu mahal untukku" jawabku.
Yuri memasang wajah mengerti dengan maksudku. Dia mulai berpikir untuk solusi situasiku. Aku sedikit tenang setelah berbagi resahku kepada Yuri. Yuri selalu bisa mengerti dan dewasa menanggapi.
"Fe, bagaimana kalau begini. Kamu cari kosannya yg bisa dibayar perbulan. 2 bulan lagi kan aku magang jadi kamu bisa menempati kamarku. Kamu bisa disini dulu lumayan kan kamu bisa berhemat 6 bulan." kata Yuri dengan senyuman.
"Tidak apa-apa?" tanyaku sedikit tidak enak.
"Kan aku juga untung, setidaknya kamarku tidak berdebu setelah pulang nanti" Yuri tertawa dengan candaannya itu.
"Hem boleh juga. Tapi cari kosan bulanan dimana yah?"
"Tenang aja, dekat sini banyak kok. Sebentar kita cari sama-sama" jawab Yuri.
Aku sedikit dengan solusi dari Yuri. Setelah menghabiskan susu cokelat, kami pun pergi mencari tempat yang cocok. Tidak butuh waktu yang lama, kami memutuskan tempatnya yg tidak jauh dari tempat Yuri. Setelah itu kami ke tempat Prilly.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.