Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Yuri


__ADS_3

Sudah sebulan lebih aku kuliah. Semuanya masih bersemangat, saling mengenal satu sama lain agar lebih akrab. Aku juga senang mengenal orang-orang baru ini.


"Hei Yuri, kebetulan kita ketemu. Jalan ke kelas bareng yah" aku berlari ke arah Yuri yg sedang berjalan menuju kelas.


"Iya" jawab Yuri singkat.


Sepanjang jalan kami hanya diam. Aku tidak tau bagaimana memulai obrolan dengannya, dia benar-benar pendiam. Bahkan saat dia bicara, volume suaranya sangat rendah.


"Fe, Yuri" teriak Prilly saat kami masuk ke kelas mengisyaratkan agar kami duduk didekatnya. Aku dan Yuri pun menuruti karena strategis tidak terlalh terlihat dari depan.


"Fe, kemarin aku liat kamu dijemput cowok, itu yah yg namanya kak Alan?" tanya Prilly.


"Oh kemarin, iya dia kak Alan. Kemarin kebetulan dijemput" jawabku lalu Prilly nampak semangat.


Kami kembali berkonsentrasi saat dosen masuk dan memulai kelas. Semangat mahasiswa baru nampak jelas terlihat.


"Sisi, udah punya kelompok buat tugas minggu depan gak?" aku mendekati Sisi.


"Udah Fe, kelompok ku udah lengkap, entar udah mulai kerjain tugasnya" Jawab Sisi sambil melangkah pergi meninggalkan kelas.


Aku bingung ingin berkelompok dengan siapa, kulihat Sisi mulai dekat dengan beberapa orang yg di kelas dijuluki kutu buku. Kebiasaan Sisi dari dulu memang begitu, tapi kuakui dia pintar.


"Fe, kita sekelompok yah" tiba-tiba suara lembut mendekatiku dan itu adalah Yuri.


"Eh Yuri boleh. entar kita tanya yg lain lagi yah" jawabku lalu dengan semangat menggenggam tangan Yuri keluar dari kelas.

__ADS_1


Aku senang telah mendapat teman sekelompok walaupun itu baru 1 orang. Tapi diperjalanan pulang ternyata Prilly juga mengajakku dan Yuri bergabung dan akhirnya kelompok kami lengkap.


****


Sudah sore, aku harus bersiap untuk mengerjakan tugas kelompok di tempat Prilly. Aku juga janji dengan Yuri akan menjemputnya. Anak pendiam itu mulai membuka diri karena tugas kelompok.


"Fe... Fe.... " panggil kak Alan dari luar sambil mengetok pintu.


"Iya... Sebentar" aku menuju pintu dan membuka pintu rumah untuk kak Alan.


"Kok rapi, mau kemana?" tanya kak Alan sedang menyandarkan badannya di sofa.


"Ada tugas kelompok. Kak mau istirahat disini? Aku pinjem mobil yah?" kataku sambil memakai bedak dan bersolek depan cermin.


"Iya, tapi jangan pulang larut malam. Bahaya!" jawab kak Alan dengan mata setengah tertutup.


"Masuk kamar sana kak, aku udah harus pergi" lanjutku.


"Iya...." Kak Alan bangkit dari Sofa dan mencium keningku.


"Hati-hati yah" lanjutnya.


Aku segera pergi dengan mobil kak Alan menuju kosan Yuri dan mampir sekali untuk membeli perlengkapan dan tentunya cemilan buat kami.


Yuri mengirimkan lokasi kosnya yg tidaj jauh dari kampus. Sangat mudah untuk kutemukan.

__ADS_1


"Yuri.... Yuri.... " Aku meneriaki Yuri sambil mengetok pintu kamarnya.


"Temannya Yuri yah? Masuk dulu nak!" seorang ibu paruh baya membuka pintu.


"Yuri lagi di kamar mandi, tunggu yah. Duduk dulu nak! Saya ibunya Yuri" lanjut ibu Yuri dengan senyuman.


"Iya tante, makasih" aku duduk di atas karpet, dan mencoba melihat sekeliling.


Kamar kos Yuri lumayan luas, lengkap dengan dapur kecil yg bisa terlihat dari tempat tidurnya. Perlengkapannya juga lengkap dan disusun rapi. Beda dengan rumahku yg agak berantakan padahal aku tinggal sendirian.


"Diminum nak!" ibu Yuri menyuguhkan segelas susu hangat untukku.


"Kesini naik apa nak" tanya Ibu Yuri.


"Naik mobil tante, ini mau jemput Yuri karena ada tugas kelompok" aku mencoba menjelaskan dengan sopan ke ibu Yuri.


"Oh iya, Yuri ini malah telat siap-siap. Maklum yah nak, Yuri itu agak kurang bisa bergaul. Jarang punya teman. Lebih suka di rumah baca komik atau main sama kakaknya" Kata ibu Yuri dengan senyuman yg terlihat bijaksana dengan matanya.


"Tolong dibantu yah nak. Tante besok sudah harus pulang" Lanjutnya.


"Iya tante" jawabku lalu menimum susu yg telah disiapkan.


Setelah Yuri siap kami pun pergi ke tempat Prilly. Sepanjang jalan Yuri diam hanya sesekali menjawab singkat saat aku mencoba mengajaknya mengobrol. Mungkin dia belum merasa akrab denganku.


#bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2