
Hari ke hari Aya semakin populer. Banyak yg menjadikannya primadona dari kalangan murid laki-laki. Selain banyaknya laki-laki yg ingin memanfaatkan tibuh Aya, beberapa juga tertarik karena Aya yg tidak pernah perhitungan mengenai materi. Hampir tiap hari menjadi kebiasaan beberapa orang sengaja mendekati dan cari muka ke Aya. Tujuannya agar ditraktir makan atau diajak jalan-jalan berbelanja.
"Fe, liat tuh primadona baru". Nia melirik ke arah Aya yg sedang dikerumuni murid laki-laki.
"Udah lah Nia. Biarin aja dia nikmati situasinya yg kayak gitu". Aku mencoba menenangkan Nia lalu menariknnya kembali ke Kelas.
Dikelas hanya ada aku berdua dengan Nia yg masih menikmati es teh miliknya. Jam istirahat membuat kelas sepi ditinggal muridnya ke kantin sekolah.
"Nia, Ray nyariin kamu di sekretariat sekarang" Tiba-tiba kak Henry masuk ke kelas.
"Oke kak. Fe tungguin disini yah" Nia langsung berlari keluar kelas mengikuti perintah kak Henry.
"Hai Fe, dikelas aja nih? " Kak Henry duduk di kursi sampingku tempat Nia duduk sebelumnya.
"Iya kak, di kantin terlalu rame" jawabku biasa saja.
"Fe, gini. Kan bakalan ada event gitu, mau jadi sponsor gak? " kak Henry berbicara pelan.
"Event apa yah? " aku kaget heran dengan ucapan kak Henry, karena memang aku akan tau duluan kalau ada event di sekolah.
"Ada tapi bukan di sekolah ini. Event buat band sekolah gitu" kak Henry mencoba meyakinkan.
"Maaf kak, itu di luar wewenangku. Semua keuangan diatur papa. Aku gak bisa bantu"
"Aduh Fe, cuman dikit ini. Uang jajan kamu sebulan juga cukup" Kak Henry mencoba meyakinkan.
__ADS_1
"Enggak. Lagi pula itu gak ada untungnya buat sekolah pasti!" Aku mulai membentak kak Henry.
Kak Henry meninggalkan kelas dengan muka kesal sambil melirikku dengan tatapan jahat. Dia pasti kesal karena penolakanku yg keras. Aku pun memutuskan untuk meninggalkan kelas sambil berkeliling.
"Fe, kak Ray nyariin kamu di sekretariat" Tiba-tiba Nia datang.
"Aduh, buat apa yah? Kamu udah bicara sama kak Ray?"
"Udah, gak ada yg penting. Cuman minta rincian dana aja" jawab Nia santai.
Aku menuju sekretariat sambil berpikir alasan untuk menolak permintaan kak Ray yg pastinya sama dengan permintaan kek Henry. Bagaimana pun kak Ray selalu bersikap baik kepadaku dan dia juga lumayan pintar dan populer di sekolah.
"Hai kak Ray" aku menyapa kak Ray di sekretariat yg tampak sepi. Hanya kak Ray sendiri.
"Hai Fe, sini masuk". Sapa kak Ray
"nggak ada. Kamu duduk aja yah Fe, aku lagi kerjain prosposal. Kali aja ntar ada kendala jadi bisa langsung kamu bantu" jawab kak Ray dengan muka santai.
Aku mengikuti permintaan kak Ray untuk tinggal di sekretariat. Sambil memainkan handphone dan mengganggu kak Alan lewat chat. Kak Alan merupakan orang yg loyal. Saat bersama teman-temannya, dia tidak akan membuka hpnya. Tapi tetap saja kukirimin pesan terus menerus agar rasa bosanku hilang.
"Fe, sini deh baca ini" kak Ray memanggilku dan menunjuk komputer di depannya.
"Iya kak" aku pun menuruti perintahnya dan mulai melihat layar komputernya dan ternyata itu foto-fotoku.
"Fe, aku tau kamu suka aku. Tapi aku malah pilih Aya. Aku pilih dia karena badannya Fe, kamu ngerti kan? " kak Ray berbisik ditelingaku sengaja membuatku geli dan tanpa kusadari dia mulai memelukku. Dia terus berbisik lalu mulai menyentuh dadaku, membuatku tersentak.
__ADS_1
"Apaan sih kak, kak Ray jangan macam-macam yah! " Aku menjauhkan diriku dari kak Ray.
"Ayolah Fe, kalau kamu mau aku bakalan pilih kamu daripada Aya" Kak Ray terus mendekat
"Kak Ray, aku gak suka sama kamu. Aku punya kak Alan". Aku terus menjauh tapu kak Ray memelukku dan memaksa menciumku. Walau pun aku merontah-rontah dia tidak peduli.
"Fe! " tiba-tiba pintu terbuka dan Aya muncul berteriak.
"Dasar pelacur!" Aya meneriakiku terus menerus sedangkan kak Ray melepas pelukannya dan mulau menenangkan Aya.
"Aya, aku lakuin ini biar dia mau jadi sponsor bandku" kak Ray mencoba menenangkan Aya
"Kak, kalo kakak butuh uang bilang ke aku. Aku pasti bakalan kasih jangan minta sama pelacur kayak dia! " Aya terus menunjuk-nunjukku.
"Iya iya iya, udah yah udah" kak Ray memeluk Aya.
Aku meninggalkan sekretariat dengan kesal sementara mereka berdua tetap berpelukan. Jelas saja, Aya tidak akan bisa pisah dari kak Ray karena kak Ray cowok populer sekolah.
"Aya, aku udah terlanjur terbang nih. Kamu yg lanjutin yah?" kak Ray melepas pelukan Aya dan mencoba membujuk Aya.
"Kak Ray aku ini lagi marah" Aya menolak
"Kamu mau kita pisah? " Kak Ray mengancam Aya.
Aya hanya bisa menggeleng dan akhirnya mengikuti kemauan kak Ray. Kak Ray dengan cepat dapat menaklukan Aya yg tengah mengikuti permainan kak Ray.
__ADS_1
#bersambung