Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Sakit


__ADS_3

Aku mencoba membuka mataku perlahan. Kupandangi langit-langit ruangan yang tampak sangat asing. Aku lupa kenapa aku bisa sampai tertidur dan bangun di tempat yg berbeda. Tapi ini suara-suara yg familiar.


"Fe, kamu sudah sadar?" tanya Yuri sambil terus menatapku.


"Ri, ini dimana yah?" tanyaku.


"Ya ampun Fe, kamu bikin kita semua khawatir tau gak." kata Prilly yg tiba-tiba muncul dengan suara panik.


Aku merasakan rasa sakit ditanganku. Ternyata aku sedang diinfus dan sekarang berada di IGD rumah sakit. Aku memang sedang tidak enak badan sejak semalam. Tapi tetap kupaksakan ke kampus untuk mengumpulkan tugas dan berniat menginap bersama Yuri dan Prilly di kosan Yuri.


Dengan telaten dokter mulai memeriksaku dan menjelaskan diagnosanya kepada Yuri dan Prilly. Dokter menginstruksikan agar aku melakukan pemeriksaan darah dan kami ikuti. Tusukan jarum suntik untuk mengambil darahku sangat terasa tapi badan ku terlalu lemah untuk bereaksi.


Yuri dan Prilly menantikan hasilnya disampingku. Butuh waktu 2 jam untuk mendapatkan hasilnya. Sesekali Prilly bergantian dengan Raka menjagaku. Membuatku merasa sangat disayangi.


"Fe, kamu harus diopname beberapa hari. Kata dokternya typus." kata Prilly


****


Sudah 2 hari terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan tangan di infus. Mamaku tidak bisa datang karena kondisi papa yg tidak sehat. Yuri ikutan bolos karena menjagaku sedangkan teman yg lain bergantian menjengukku.

__ADS_1


Aku selalu mengecek handphone ku takut jika tiba-tiba ada pesan atau panggilan dari kak Fian tapi dilihat oleh teman-temanku. Aku pun berharap ada pesan darinya tapi tidak sejak 3 hari ini.


Kak Fian sedang sibuk melamar kerja di kota lain sedangkan kak Alan tidak pernah ada lagi kabar darinya semenjak obrolan terakhir kami 3 bulan yg lalu. Kak Niko juga sudah jarang muncul.


"Fe, kamu mending istirahat aja. Jangan main handphone terus" kata Raka dengan tegas.


"Kamu mulai sekarang harus perhatiin badanmu. Makan teratur, banyak minum, istirahat yg cukup. Jangan lagi pikirin yg macam-macam" sambungnya.


Aku hanya bisa mengikuti instruksi dari Raka. Setelah diingat-ingat lagi aku sering terlambat makan dan bahkan tidak makan dalam sehari. Bukan karena pikiran atau jadwal yg padat. Tinggal sendirian membuatku malas untuk memasak atau mencari makanan. Rasanya tidak nyaman sendirian atau mungkin karena aku terbiasa ditemani oleh kak Alan dulu. Sekarang makan ku teratur jika aku menginap bersama Yuri dan Prilly.


****


Aku menonton acara televisi yg berada di dalam ruangan perawatanku sendiria. Yuri harus ke kampus karena ada jadwal final exam yg harus diikuti dan tentunya aku tidak bisa ikut. Terasa kosong, aku pun sudah bosan tidur seharian.


"Halo Fe... " kata kak Fian menyapa.


"Hai kak, gimana udah keterima kerja?" kataku dengan semangat


"Iya ini udah ada. Senin depan udah masuk kerja. Kamu gimana ujiannya?" tanya kak Fian.

__ADS_1


Aku menarik nafas panjang lalu menjawab kak Fian "Terpaksa tidak ikut kak. Sudah 4 hari dirawat di rumah sakit karena Typus."


"Kamu sakit? yg semangat dong biar cepat pulih. Lain kali jaga badan kamu jangan sampai sakit lagi. Kan sayang gak bisa ikut ujian. Harus ngulang lagi" kata kak Fian.


"Iyaa kak. Ini juga gak mau lewatin ujiannya tapi mau gimana lagi" jawabku.


"Jangan terlalu manja. Sakit jangan dipelihara. Jangan malas-malasan. Olahraga" kata kak Fian.


Obrolan kami lebih singkat dari biasanya karena kak Fian ingin aku lebih banyak beristirahat. Selang 5 menit setelah panggilan telfon kak Fian berakhir, mama juga menelfon.


"Mamaaaa..... " kataku dengan manja.


"Fe, kamu gimana? Sudah baikan?" tanya mama.


"Sudah baikan kok ma" jawabku


"Fe, papa sekarang lagi ditangani dokter." kata mama lalu menangis.


Aku kaget mendengar perkataan mama. Tidak bisa lagi kutahan akhirnya air mataku menetes bersamaan dengan datangnya Yuri, Prilly, Raka dan yg lainnya.

__ADS_1


#bersambung....


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2