Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Bermanfaat


__ADS_3

Selalu mencoba hal baru membuatku punya banyak kenalan di luar sana. Aku menjadi orang yg gampang bergaul dan cepat beradaptasi. Aku mengikuti permintaan kak Alan untuk bergabung di luar dan mengurangi nonton drama.


Ternyata di luar sana banyak komunitas sosial yg menaungi anak-anak muda dengan jiwa sosial yg tinggi membantu para sesama manusia. Aku bergabung dengan salah satunya yg rutin berbagi ilmu untuk anak panti asuhan dan sesekali ke daerah pedalaman melihat dan membantu kehidupan masyarakat disana.


Komunitas ini sudah cukup dikenal, anak-anak muda yg juga sering berbagi ceria kepada orang lain. Kami mempunyai banyak relawan yg tidak hanya membantu dengan tenaga, tapi juga dengan materi. Rata-rata mereka adalah orang-orang besar di pemerintahan dan juga beberapa pengusaha. Mereka tampak bersahabat dengan kami.


Sebagai mahasiswa Arsitektur, terkadang kami mempunyai tugas yg harus melakukan survey atau tinjauan lokasi. Untuk beberapa orang sangat susah karena tidak punya pengaruh untuk memperoleh izin dari perusahaan atau instansi yg dituju.


"Aduuuh... Gimana nih? kita harus pengajuan ke perusahaan mana coba?" keluh Prilly yg sudah gelisah karena tugas kami.


"Prilly, gimana kalau perusahaan Rr? Dari luar tampak sederhana tapi elegan" jawabku meyakinkan.


"Aduh Fe, itu perusahaan besar. Mana mau mereka izinin kita tinjau gedungnya. Yang ada malah kita diusir satpam" jawab Prilly kecewa


"Aku tanyain sama bosnya dulu yah. Kali aja bisa bantu" jawabku santai lalu meraih handphone ku yg sedang aku charge.

__ADS_1


"Fe, kamu kenal?" tanya Yuri sedikit membelalak


"Iya, dia donatur tetap di komunitasku. Malah sering ikutan ke polosok sama kita" jawabku.


"Eh seriusan Fe? waaahhhh ada manfaatnya juga yah kamu sibuk di komunitas kamu itu" jawab Prilly dengan semangat lalu memelukku karena gembira.


"Ya ampun, siapa tuh yg kemarin ngomel muluh karena aku ikutan komunitas?" aku mencoba menggoda Prilly yg di sambut tawa oleh Prilly dan Yuri.


****


Kabar tentang kami yg menggunakan perusahaan Rr dalam menyelesaikan tugas sangat cepat tersebar. Akhirnya salah satu senior kami menghubungi kami karena skripsinya yg butuh bantuan.


"Hai Fe, bisa tolongin tidak. Aku rencananya mau sebar koesioner ke perusahaan Rr tapi susah diterima" kata kak Fian saat kami bertemu.


"Aku bisa coba bilang ke mereka tapi belum yakin mereka bisa terima atau tidak" jawabku menatap kak Fian.

__ADS_1


Kak Fian terkenal pintar, baik dan juga tampan. Aku juga sempat tertarik saat melihatnya pertama kali dulu. Hanya saja karena jarang muncul, aku jadi lupa. Tapi sekarang kak Fian berdiri di depanku dan bicara dengan senyuman. Betul-betul membuatku terpesona. Bagaimana bisa senyumnya yg manis dipasang di tampan yg begitu menarik?


Aku dengan semangat membantunya. Kami akhirnya menjadi lebih dekat dan sering menghabiskan waktu bersama. Kepribadiannya sangat bagus dan dia juga orang yg bijaksana.


"Fe, dengar-dengar nilai kamu banyak yg harus diulang lagi yah karenga gak lulus?" tanya kak Fian saat kami makan siang bersama.


"Oh iya kak, yah tapi gak apa-apa sih. Toh emang karena aku kurang fokus aja." jawabku.


"Hemm. kayaknya kamu belum cinta deh sama Arsitektur. Kayak terpaksa menjalani gitu aja" kata kak Fian yg mengejutkanku.


"Mungkin begitu kak. Lagi pula aku masih labil. Belum tau mau fokus dimana. Sekarang coba jalanin aja dulu sampe benar-benar ada yg membuatku jatuh cinta" jawabku.


Kami menyantap makan siang dengan obrolan ringan yg sekali-kali kak Fian sisipkan penyemangat agar aku mencintai tempatku berada sekarang.


#bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2