Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Virus Drama


__ADS_3

Cuaca terasa panas akhir-akhir ini. Membuatku malas untuk keluar rumah. Aku yg selalu menghabiskan waktu diluar untuk belajar ini itu, mencari hal baru dan melakukan hobi yang labil akhirnya memutuskan untuk menetap dikamar.


Beberapa kali aku menginap bersama Yuri yg sudah semakin terlihat cerewet di depan ku. Dia membawa virus baru yg sangat cocok untuk dilakukan di dalam kamar. Menonton drama dan menonton kpop.


Virus ini sangat berpengaruh ternyata. Saat mulai menonton drama dengan banyak episode, aku akan terus menatap layar sampai tidak terasa sudah melihat beberapa episode berjam-jam. Lupa segalanya bahkan makan pun seadanya. Rasanya tanggung harus meninggalkan tontonan yg selalu membuatku penasaran.


Yang paling mengaanggu sebenarnya adalah keinginanku untuk menonton lebih besar dari keinginanku ke kampus mengikuti kelas. Walau pun Yuri tidak seperti itu tapi hatiku yg melow lebih bisa terpengaruh dengan drama.


Saat akhir semester pun aku terbayang oleh drama saat menghadapi final exam. Akhirnya aku tidak lulus dalam beberapa mata kuliah. Fe yg cemerlang memang sudah hilang sejak menjadi mahasiswa. Aku gampang terpengaruh oleh hal baru.


"Fe, kamu ini nonton drama udah berjam-jam. Ini aku lapar, ayo cari makan" kata kak Alan yg terus kuabaikan sejak tadi.


"Bentar yah kak, nunggu episode ini abis. 17 menitan lagi kok" jawabku tanpa melihat kak Alan dan terus menatap layar laptopku.

__ADS_1


"Ya ampun... Fe.... Drama terus" jawab kak Alan lalu kuabaikan.


Aku mengikuti permintaan kak Alan untuk mencari makan setelah episode itu berakhir. Setelah itu kami menyempatkan diri mencari ice cream untuk stok di rumah dan beberapa cemilan lalu kembali ke rumah.


"Fe.. Jangan nonton lagi!" kata kak Alan sambil menyita laptopku.


"Ya ampun kak Alan, sampai cemburu sama laptop" jawabku menggodanya.


"Kemarin aku keluar kak Alan marah-marah. Sekarang aku tinggal di rumah, kak Alan masih ngomel" jawabku.


"Ya kalau keseringan keluar rumah juga salah. Kenapa sih gak fokus kuliah aja atau apa kek gitu yang lebih bermanfaat" kata kak Alan mulai kesal.


"Ya ampun... iya kak. Udah dong marahnya"jawabku lalu memeluk lengan kak Alan.

__ADS_1


****


Aku mencoba meminimalisir kegiatanku menonton drama. Aku sesekali mengobrol dengan Yuri dan Prilly dan menginap bersama saat kak Alan sibuk. Dengan begitu perhatianku bisa teralihkan dari drama-drama.


Ternyata menginap bersama dan mengobrol santai saat malam semakin membuat kami akrab. Semua cerita-cerita Prilly dan Yuri menarik sampai tanpa sadar kami mengobrol hingga larut malam.


Kak Alan lebih senang melihatku lebih sering bersama teman-temanku dibanding menonton drama. Saat aku izin ke kosan Yuri dengan semangat dia akan mengantar dan menjemputku. Beberapa kali juga tanpa kabar langsung muncul membawakan kami makanan. Sangat lucu melihatnya seperti itu. Terkadang Prilly berpikiran untuk mencari pacar juga dan berharap bisa seperti kak Alan. Membuatku semakin bangga dengan kak Alan.


Tetapi sejauh ini kami hanya menikmati kebersamaan di kampus dan di dalam kamar. Kepribadian Yuri sangat sulit diubah, tapi perlahan-lahan dia sudah mulai terbuka. Hanya saja untuk lebih sering bertemu dunia luar dia menolak. Lebih nyaman di dalam kamar katanya.


#bersambung.


Jangan lupa like dan comment yah....

__ADS_1


__ADS_2