Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Saranghaeyo Pak Gani


__ADS_3

"Arin, kamu kenapa?" ucap Pak Gani.


Arin yang dapat teguran dari Pak Guru kesayangan nya menjadi malu, sebab ketahuan teriak dalam kelas.


"Em A- anu Pak, a-anu."


"Anu kenapa Arin?"


Rupanya Pak Gani tertarik untuk mengerjai Arin.


Gani berjalan menuju tempat Arin duduk, dan meninggalkan Adel yang masih berdiri di samping meja Guru.


Setelah Gani berdiri di samping Arin, Gani tersenyum melihat tingkah Arin yang seperti nya sedang salah tingkah.


Namun senyum itu di salah artikan oleh sepasang mata, yang menatap tidak suka.


Senyum itu tidak pernah iya dapatkan selama dia berada di sekolah ini, namun berbeda dengan Arin, yang tiba-tiba mendapatkan senyuman itu.


Sedangkan Arin juga merasa terkejut, sebab Pak Gani jarang sekali tersenyum kepada nya, sikap dingin dan cuek itulah yang sering Gani tampilkan.


"Anu kenapa? kenapa teriak saat di dalam kelas? apakah kamu lupa dengan peraturan kelas bagaimana?" ucap Gani dengan suara tegas nya.


Degggggggggg


Baru saja Arin merasa terbang melayang, saat mendapatkan senyum manis untuk pertama kali nya dia dapatkan.


Kini senyumam itu kembali berubah dengan sikap arogan nya.


Sedangkan Adel yang masih berdiri di samping meja Guru, tersenyum mengejek, merasa bahagia karena apa yang telah di pikirkannya adalah salah.


'Rasain kamu Arin memangnya enak! berhayal terlalu tinggi untuk mendapatkan senyum manis Pak Gani.


Hal tersebut dapat Gani lihat bahwa Adel tersenyum bahagia saat Gani berubah arogan kepada Arin.


"Ma-maap Pak kelepasan teriak! tadi ada yang gigit."


"Lain kali lebih berhati-hati!" mungkin saja ada semut yang gigit kamu, karena ada sesuatu yang manis dalam diri kamu.

__ADS_1


'Aaaaaaa omo, ini Pak Gani marah apa memuji sih,' saranghaeyo Pak Gani, batin Arin teriak histeris.


'Apaan sih Pak Gani! itu lagi memuji atau apa?' batin Adel kesal.


"Iya Pak, maap."


Setelah itu Pak Gani, kembali lagi ke meja nya.


Namun Gani bingung, entah kenapa Adel masih berdiri di samping meja nya.


"Apakah kamu masih betah berdiri di situ?"


"Banyak hal yang belum saya mengerti Pak."


"Itu urusan kamu! memang nya apa yang kamu kerjakan di rumah?" apa kamu melupakan sesuatu kalo saya perintahkan ke semua murid untuk bersiap-siap, karena sewaktu-waktu saya akan memberikan ulangan mendadak.


"Ta-tapi Pak."


"Itu urusan kamu, silahkan selesaikan tugas di tempat kamu!" ucap Pak Gani dengam suara lantang nya.


'Ihh awas saja Pak Gani, akan saya buat anda jatuh cinta kepada saya, bapak kira dengan marah-marah seperti itu akan membuat saya menyerah?' batin Adel, yang berjalan menuju meja belajar nya.


Di sekolah menengah, seorang gadis cantik yang sedang duduk bersama sahabatnya.


Siapa lagi kalo bukan Keira.


"Eh Kei, aku dengar Doni suka sama kamu loh." ucap Susan.


"Masa sih? mana ada dia suka sama aku, kan dia cwo ter hits di sekolah ini."


"Mau dia cwo hits kek, mau dia anak bupati kek, lah dia suka ny sama kamu gimana?"


"Biarlah, aku sih masa bodo." ucap Keira yang meninggalkan Susan sendirian.


'Lah tuh anak main pergi-pergi saja! coba saja jika Doni suka nya sama aku,' gerutu Susan.


Walaupun Doni adalah cwo te populer di sekolah, namun Keira tidak pernah tertarik sedikitpun dengan Doni.

__ADS_1


Karena Doni selain cwo terpopuler, Doni juga suka gonta-ganti pasangan.


"Assalamu Alaikum Kak." ucap Keira.


"Wa Alaikum Salam Dek," ada apa?


"Nanti pulang sekolah jemput aku ya! aku tidak bawa motor kak."


"Baik Dek."


Sepulang sekolah, ternyata lebih duluan sekolah Keira daripada sekolah Adrian.


Keira menunggu Adrian di halaman sekolah, cukup lama sehingga Keira mulai merasa bosan.


Tidak lama setelah itu, Doni datang menghampiri Keira yang masih sendirian.


"Hei Kei! apa aku boleh duduk di sini?"


"Maap Don, sebentar lagi aku juga akan di jemput," ucap Keira yang merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa lah Kei! nanti kalo jemputan kamu sudah datang, aku akan pulang juga."


"Terserah kamu deh."


"Oh iya Kei, aku mau bicara sesuatu boleh?"


"Apa Don?"


Belum sempat Doni berbicara kepada Keira, tiba-tiba Adrian datang dengan gagah nya mengendarai motor matic Aerox 155 keluaran terbaru.


Hasil bekerja nya di supermarket orang tua nya.


"Maap dek, kakak terlambat." ucap Adrian kepada Keira.


"Oh tidak apa-apa kak, ayo kita pulang!" perintah Keira kepada Adrian.


"Oh iya Doni, maap ya aku duluan." ucap Keira kepada Doni.

__ADS_1


Keira dan Adrian pergi menaiki motor matic Aerox nya, dan meninggalkan Doni sendirian.


'Susah sekali aku mendapatkan mu Kei,' batin Doni.


__ADS_2