
Brakkkkkkk.....
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan nampakh sosok wanita tua yang sudah berumur kurang lebih setengah abat.
"Jadi kau yang membunuh adik ku?" kau bilang dia Tua, dan kau membunuh demi ego mu untuk memikat laki-laki yang tak pernah mencintai kamu?
"Jangan ganggu aku lagi Kak! kau bukan siapa-siapa ku lagi!" kau hanya pengganggu ku saja, ucap Andin yang marah besar kepada wanita separuh abad itu.
"Jangan kau pikir setelah ini kau akan selamat? aku tidak akan pernah melepasmu setelah aku mengetahui kau adalah pem*unuh adik ku, jawab wanita itu dengan berteriak.
Tiba-tiba datang 2 orang anggota dari ke polisian, dan langsung membergol tangan Andin, sehingga membuat Andi meronta-ronta ingin minta di selamatkan.
"Mas Lukman tolong aku Mas, aku tidak ingin di penjara Mas," ucap Andin yang berteriak sambil di bawa anggota polisi tersebut.
Setelah Andin di bawa, di kamar tersebut hanya ada Perempun tersebut dengan Lukman.
Namun tiba-tiba Adi yang dari tadi entah kemana, datang secara tiba-tiba.
"Terimakasih berkat bantuan mu," jika kau tidak membantu ku, aku tidak akan tahu bagaimana bisa mengetahui perempuan jahat itu, ucap Karmila kepada Adi.
Karmila adalah kakak dari suami Andin, yang bernama septu.
Septu yang berumur 40 tahun dan Andin yang masih berumur 20 tahun saat itu.
Andin terpaksa menikah dengan Septu, karena Septu orang yang berada, memiliki kelayaan dan perusahaan.
Setelah Andin dapat merebut hati Septu dan menjadi nyonya Septu, akhirnya Andin mulai menjalankan aksi jahatnya.
"Rasain kamu laki-laki tua, memangnya kamu pikir, aku benar-benar mencintai kamu," ucap Andin.
Setelah kematian adiknya, Karmila langsung menaruh curiga kepada Andin, namun sampai sekarang bukti itu belum sepenuhnya ada.
Saat Karmila mendapat kabar dari anak buah nya, ternyata Andin sedang berada di hotel dan menunggu seseorang.
#Flashback On
Karmila bergegas meninggalkan pekerjaannya demi mencari kebenaran, atas kecurigaannya selama ini kepada Andin.
Saat di lobi Hotel, Karmila tak senghaja bertabrakan dengan Adi.
"Eh maaf mbak, saya tidak senghaja," ucap Adi kepada Karmila.
"Tidak apa-apa! saya juga yang salah karena tak berhati-hati," jawab Karmila.
Setelah itu Karmila dan Adi melanjutkan tujuan mereka masing-masing.
__ADS_1
Entah kebetulan atau apa, akhirnya Karmila dengan Adi bertemu lagi di depan kamar hotel yang di pesan oleh Nadin.
"Loh mbak yang tadi kan? mau apa mbak nya ke sini?" ucap Adi kepada Karmila.
"Loh Mas nya juga mau ngapain?" jawab Karmila.
"Teman saya sedang di jebak di dalam bersama perempuan," cuman saya dan teman saya tidak tahu siapa perempuan itu, jawab Adi.
"Lah, dia itu mantan adik ipar saya, dan dia yang sudah me**cuni adik saya sampai meninggal!"
Mendengar kata-kata perempuan itu, sehingga Adi menjadi ketar-ketir, karena telah membiarkan Lukman masuk ke dalam kamar tersebur.
Cepat-cepat Adi melihat hasil rekaman nya itu, namun tidak ada kejangganlan.
"Kita laporkan saja ke kantor polisi! saya juga sudah lama mencari keberadaan dia, dan baru malam ini saya ketemu!" ucap Karmila.
Mendengar kata Polisi, sehingga pikiran Adi menjadi tidak karuan lagi.
Cepat-cepat Adi menghubungi nomer Polisi yang ada di handphone nya.
"Selamat siang dengan siapa ini?" ucap Pak Polisi tersebut.
"Kenalkan nama saya Adi Prasetyo," saya ingin melaporkan telah terjadi kekerasan di hotel xxx, dan saya harap Bapak cepat datang kesini, ucap Adi.
"Baik Pak, laporan Bapak akan saya proses."
Apalagi dalam rekaman tersebut suara Lukman mengatakan.
"Jangan mendekat Andin!"
Sehingga membuat Adi langsung meminta untuk segera menggerbak kamar hotel tersebut.
Brakkkkkkkk
#Flashback Off
Kita beralih ke Kembar ya gaes π€π€
Setelah beberapa menit, akhirnya Adi dan Adrian sampai di kelinik.
Tempat dimana orang tua Elsa sekarang ini sedang di rawat.
Terlihat dari jendela kamar luar, Aidan sedang menyuapkan bubur kepada Ibu tersebut.
Namun Adi tidak melihat keberadaan seorang Gadis berada di sana.
__ADS_1
"Kapan kita masuk Pah?" ucap Adrian kepada Adi.
"Sebentar Papah mau lihat bagaimana adik mu memperlakukan Ibu itu," jawab Adi.
"Papah mau apa?" ucap Adrian lagi.
"Apa kamu setuju, kalo adik mu kita nikahkan saja!" sekalian bertanggung jawab atas kesalahannya dan kepada orang tua nya, jawab Adi.
"Pah Aidan kan masih muda! dia juga masih sekolah," ucap Adrian yang merasa ini sangat tidak adil.
"Menurut mu yang pantas menikah itu kamu dengan Keira secepatnya?" jawab Adi.
"Pa-papah tau darimana?"
Namun sebelum Adi menjawab tiba-tiba ada seseorang yang bertanya.
"Maaf kalian siapa?"
Saat Adi dan Adrian berpaling melihat suara gadis tersebut.
"Kak Aidan ngapain di luar? katanya mau suapin Ibu makan," ucap Elsa kepada Adrian.
Sedangkan Adi dan Adrian merasa tertawa, atas kepolosan Elsa saat ini.
Sedangkan di dalam ruangan, Aidan yang merasa ada suara ribut.
"Maaf Bu, saya izin keluar sebentar," ucap Aidan kepada Ibu Elsa.
"Iya Nak hati-hati!"
Setelah Aidan membuka pintu kamar tersebut.
Elsa kembali kaget sampai Elsa tak sadarkan diri.
"A-apa kalian hantu?" ucap Elsa dan terjatuh.
Namun belum sempat ke lantai, Aidan cepat-cepat menahan tubuh Elsa.
"Lucu sekali ini," ucap Adi yang tertawa melihat kelucuan di depan mata nya.
Sedangkan Adrian juga ikut tertawa melihat kelucuan di depan mata nya itu.
Aidan cepat-cepat membawa Elsa masuk ke dalam, dan membaringkan Elsa di shopa ruangan itu.
Maaf gaes lama tidak up.
__ADS_1
aku sedang tidak enak badan π , jadi gak bisa mikir.
Maaf juga kalo banyak typo nya ππππ