
"Maap Amel aku tidak sedang mencari muka," ucap Hanin kepada Amel.
"Alasan saja, asal lo tau kak Adnan akan tetap menjadi milik gue!" jadi jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan kak Adnan dan merebut kak Adnan dari gue, teriak Amel kepada Hanin.
Hal itu terdengar jelas oleh Adrian.
Adrian yang saat ini sedang di ruang peribadi nya, mendengar teriakan dan cacian Amel kepada Hanin.
Cepat-cepat Adrian keluar dan menghampiri Amel dan Hanin.
Saat Amel akan melayangkan tangannya ke pipi mulus Hanin, cepat-cepat Adrian menahan tangan Amel.
Dan hal itu membuat nyali Amel menjadi menciut.
"Jangan kau sentuh Hanin dengan tangan kotor mu ini!" ucap Adrian kepada Amel.
Adrian menatap lekat wajah Hanin yang terlihat sangat ketakutan kepada Amel.
Walaupun umur Amel lebih muda dari Hanin, namun karena Amel sudah lama bekerja di sini, jadi Hanin menghormati yang lebih senior.
"Ma-maap kak Adrian," ucap Amel yang merasa ketakutan kepada Adrian.
Adrian yang terlihat lucu dan usil, kini muka nya terlihat bukan sosok Adrian yang sering mereka lihat.
Tatapan Adrian seakan-akan seperti seseorang yang ingin memakan mangsa nya.
"Jangan kau harap dengan sikap mu seperti ini dapat membuat kak Adnan suka kepada kamu!" aku tidak akan pernah biarkan kak Adnan bisa kau dapatkan, cihhhhh memalukan sekali menjadi perempuan berperilaku seperti ini, jawab Adrian kepada Amel.
Muka Amel terlihat sangat pucat, saat melihat Adrian marah seperti ini.
Adrian tidak pernah seperti ini sebelumnya, namun hari ini ke 3 pegawai Adrian dapat melihat sikap yang tidak pernah mereka lihat selama ini.
Adrian menarik tangan Hanin dan mbawa Hanin pergi dari Amel dan Viona.
***
Seperti biasa, karena tidak ada pekerjaan dan hanya menjadi ibu rumah tangga.
Lisa dan Arin sedang berjalan kaki mengelilingi kampung tanpa ada banyak polusi udara.
Saat Lisa dan Arin berjalan bersama, terlihat jelas seperti bukan ibu dan anak, melainkan seperti kaka dan adik.
__ADS_1
"Eh mbak Lisa, Arin, mau kemana?" ucap para ibu-ibu yang sedang duduk berkumpul bersama.
Mungkin saja mereka sedang asik pada bergosip tetangga.
"Ini bu, mau jalan-jalan saja," jawab Lisa kepada ibu-ibu tersebut.
Lisa dan Arin terus melanjutkan perjalanan nya hingga mereka sampai di rumah Nury dan Lukman.
"Assalamu Alaikum," ucap Lisa dan Arin bersama.
"Wa Alaikum Salam," jawab Nury dari dalam.
"Kok rumah sepi? mana orang-orang nya?" ucap Lisa kepada Nury.
"Masuk mbak! itu loh Dimas sama Mas Lukman lagi nge cek perusahaan ke kota dari tadi pagi berangkat nya," jawab Nury.
"Kalo Keira kemana aunty?" ucap Arin kepada Nury.
"Ada di kamar nya Rin," masuk saja sana!
"Iya Aunty aku masuk dulu," jawab Arin.
Kini hanya ada Lisa dan Nury saja yang berada di ruang santai.
Dari tentang pashion wanita, hingga bergosip tentang tetangga-tetangga yang ada di kampung ini.
Lainhal nya dengan ibu-ibu, anak-anak nya pun pada asik bergosip.
"Eh kak Arin tau tidak?"
"Tau apa," ucap Arin kepada Keira yang menyampaikan cerita setengah-setengah.
"Hayo tebak!" apa? jawab Keira lagi.
"Gak osah deh, gak penting juga!"
"Ih kak Arin, aku lagi bahagia tau."
"Kenapa?" jawab Arin.
"Ini coba lihat!"
__ADS_1
"Cincin? ada apa dengan cincin ini?" ucap Arin kepada Keira.
"Kak Adrian yang kasih," jawab Keira yang membuat Arin terkejut.
"Apa??????????"
"Is kak Arin jangan berisik!"
"Kalian pacaran?" ucap Arin kepada Keira.
"Tidak."
"Tunangan?"
"Mana ada tunangan, kalo kak Arin saja tidak tahu!"
"Terus ap dong?"
"Kami hanya saling menjaga perasaan kak," jadi di antara kami saling berjanji jangan ada yang saling membuka perasaan kepada cwo atau cwe lain, jawab Keira.
"Yakin bisa?" ucap Arin yang merasa sedikit ragu.
"Ya harus yakin dong kak! siapa tahu nanti kita berjodoh."
"Aminn deh."
"Kok ada deh nya? gak ikhlas ya kak Arin?"
"Ikhlas ko," ucap Arin yang tidak ingin membuat Keira kecewa.
Tiba-tiba terpikir di benak Arin, bahwa saudara kembar nya sudah memiliki seseorang yang menjaga perasaan diri nya.
Berbeda dengan diri nya, yang sampai saat ini belum ada yang menjaga perasaannya.
"Kak Arin kenapa melamun?"
"Eh tidak, tidak apa-apa," jawab arin.
"Kami itu tidak ingin pacaran kak, kata kak Adrian kalo orang pacaran bisa putus," jadi kami hanya saling menjaga perasaan saja, ucap Keira.
"Iya aku percaya! semoga hubungan kalian awet ya."
__ADS_1
"Aminn terimakasih kak Arin," ucap Keira yang sangat senang sekali.