Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Mengantar Pesanan Online


__ADS_3

Seperti biasa setelah pulang sekolah, Arin selalu menyempatkan waktu nya untuk pergi mengantar barang-barang pesanan online pelanggannya.


Barang tersebut biasa nya Arin titipkan kepada penjaga kantin, karena menurut Arin di sana lebih aman daripada di bawa ke dalam kelas.


Arin berkeliling menyusuru setiap jalan yang banyak gang perumahan.


Biasa nya yang sering berlangganan dengan Arin, seperti anak-anak seusia diri nya, dan ada juga ibu rumah tangga, atau ibu-ibu kantor ran dan ibu-ibu pejabat.


Setelah beberapa pesanan sudah Arin antar, dan hanya sisa satu pesanan yang belum Arin antar, yaitu di tempat warung makan.


Arin kembali mengendarai motor metic nya menuju tempat, pelanggan terakhirnya.


Setelah sampi di tempat, Arin cepat masuk dan menemui orang tersebut.


Agar pekerjaan nya hari ini selesai.


"Assalamu Alaikum ibu," ucap Arin kepada ibu warung tersebut.


"Wa Alaikum Salam," eh Neng Arin, ayo masuk dulu sini! jawab ibu penjaga warung tersebut.


Ibu tersebut cepat-cepat masuk ke dalam dan mengambil uang untuk bayaran pesanan tersebut.


"Total nya berapa kemaren Neng?"


"150 ribu saja bu," jawab Arin.


"Nah ini ibu lebihin ya Neng 10 ribu nya! buat ongkos antar barang ibu."


"Eh tidak osah bu! saya iklas," kan sudah saya bilang ongkir nya geratis.


"Ah si Eneng, ambil saja! jangan menolak rezeky Neng!"


"Kalo begitu terimakasih banyak ya bu," oh iya saya pamit dulu bu, ucap Arin.


"Iya Neng hati-hati di jalan!"


"Iya bu."

__ADS_1


Setelah itu Arin meninggalkan tempat tersebut dan menuju dimana motor matic nya terparkir.


Tanpa Arin sadari ternyata di dalam warung tersebut ada sepasang mata yang terus memperhatikan Arin dari tadi.


Orang tersebut menghampiri ibu penjaga warung tersebut, karena makanan nya sudah habis.


"Berapa bu?"


"Cuman 15 ribu saja mas," jawab ibu tersebut.


Laki-laki tersebut memberikan uang 20 ribu, dan menolak ketika ibu penjaga warung tersebut ingin mengembalikan sisa uang yang lebihan 5 ribu.


"Biar saja bu, kembaliannya buat ibu saja!" ucap Gani.


Ya laki-laki tersebut adalah Gani, Guru sekolah nya Arin.


Karena pagi tadi Gani belum sempat sarapan pagi, dan ketika jam istrirahat pun Gani juga melupakan makan siang nya, jadi Gani memutuskan setelah pulang sekolah untuk mampir ke warung makan tersebut.


"Terimakasih banyak mas," ucap ibu warung tersebut.


"Oh itu Neng Arin, saya biasa nya pesan skincare sama dia mas," dan dia jua jualan online seperti pakaian, tas, dan banyak lagi deh keperluan laki-laki dan perempuan, ucap ibu tersebut yang antusias mengatakan itu semua kepada Gani.


Sedangkan Gani hanya mangut-mangut saja, mendengarkan ocehan ibu tersebut tanpa ada titik dan koma.


Seperti kereta api saja yang tidak ada berhenti dan berbelok nya.


Gani cepat-cepat pulang rumah nya karena Tiara, sedang menangis kata nya bosan di rumah.


Lah pasti bosan, dia nya minta ketemu Mommy, pak Gani aja yang tidak peka, batin author 🀭


Setelah sampai ke rumah, Gani sudah di tunggu oleh putri semata wayang nya ini, hasil hubungannya dengan mantan istri pertama yang sampai sekarang entah pergi kemana.


"Ayah, Ayah!!!!!" ucap Ara yang langsung berlari ke dalam pelukan Gani.


"Iya sayang, kenapa prinses nya Ayah ini menangis?"


"Ara mau main sama Mommy, Ayah!" tapi Nenek melarang Ara.

__ADS_1


Gani mengusap kasar rambutnya, entah rencana apa yang akan dia gunakan, agar Ara dan Arin bisa bertemu.


Sebab Gani harus sadar diri, Arin adalah anak murid nya.


Tidak baik jika Ara berlama-lama menganggap Arin adalah Mommy nya, sebab perbedaan antara Gani dan Arin sangat jauh.


Dia adalah Duda dengan satu anak, sedangkan Arin masih perawan ting-ting, dan pastinya kesayangan orang tua nya.


Sangat susah jika Gani harus egois untuk memiliki Arin.


'Is author ini, kenapa mikirnya seperti itu?' batin author.


***


Di perbatasan kampung, seorang laki-laki yang duduk di atas motor nya, sambil menerima uang setoran perhari dari anak buah nya.


Siapa lagi jika bukan Adnan, anak pertama Adi dan Lisa.


Hari ini Adnan menerima hasil uang setoran para pekerja Ojek Online.


Setelah merasa cukup tua, semua pekerjaannya dulu kini telah di gantikan oleh anak-anak nya.


Adnan, bekerja sebagai bos besar Driver Ojek Online, bukan hanya di perbatasan kampung saja, melainkan di berbagai kota pun sekarang sudah Adnan yang kelola.


"Ini bos setoran dalam minggu ini," ucap Asep salah satu pekerja Driver Ojek Online.


"Wah terimakasih Bang, dan ini gajih Abang." jawab Adnan.


"Terimakasih Bos."


Dan semua nya pada antri, untuk memberikan setoran dan mengambil gajih mingguan mereka.


Hai gaes, maap baru bisa up 🀭🀭 sulit untuk menjalnkan Novel di dua cerita.


Sedangkan author juga memiliki kesibukan lain di dunia nyata.


Biar author lebih semangat, jangan lupa Like, Komen, Hadiah, Vote 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2