
Gani hanya memberi hukuman dengan men**um dan mel**at bibir manis Arin, setelah itu Gani melepaskan nya walaupun Gani meinginkan lebih dari sekedar mencium.
"Mas kamu mencuri ciuman pertama ku," ucap Arin dengan nada yang tak suka.
"Itu hukuman buat orang yang berani-berani nya membuat saya cemburu!" jawab Gani.
"Oh mas cemburu? terus Mas gak mikir kalo saat itu aku lebih cemburu melihat ibu-ibu genit itu mendekati Mas!"
"Sayang kan Mas tidak tahu, coba saja tegur Mas atau beri kode apalah agar Mas mengerti!"
"Tidak tahu apa nya, Mas seperti senang banget."
"Apa kamu melihat Mas tersenyum bahagia? apakah kamu melihat Mas selalu melempar senyuman atau candaan?" ucap Gani.
"Aku tidak suka Mas, mereka kecentilan, sok kecantikan," jawab Arin.
Gani menempelkan kening nya ke kening Arin.
"Sayang, walaupun mereka bersikap dan berlaku semau mereka, namun cinta dan sayang Mas tetap sama kamu dan tetap menjadi milik kamu!"
"Aku tidak suka Mas."
Hembusan napas antara Arin dan Gani sngat terasa, karena saat ini Arin masih dalam kungkungan Gani dan kening mereka masih menyatu.
Jika para reader bertanya, "kok Pak Gani ruangannya berbeda dengan Guru lainnya?"
maka author akan menjawab " di sekolah Arin, ruangan para Guru sendiri-sendiri, tidak terlalu besar hanya cukup 1 orang dan 1 ruangan.
Di dalam ruangan tersebut ada kamar peribadi yang juga sangat kecil, cukup untuk 1 orang.
Jadi setiap Guru mendapatkan ruangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Namun jika ada rapat berkumpulnya para dewan guru, maka tempat itu adalah kantor.
"Kok bisa author?" baru dengar ada sekolah seperti itu.
"Lah ada, buktinya sekolah Arin author buat seperti itu." 🤭🤭🤭
"Mas akan menjauhi mereka sayang! hanya cukup jika ada masalah sekolah saja, dan Mas akan bersikap lebih tegas lagi kepada mereka!" karena Mas tidak ingin kekasih Mas merasa tidak nyaman, ucap Gani kepada Arin.
"Benarkah Mas akan melakukan seperti itu buat aku?" jawab Arin.
"Tentu sayang, karena Mas tidak ingin gagal ke dua kali nya masalah percintaan," jika masih bisa di perbaiki maka Mas akan selalu memperbaiki.
"Maafkan aku Mas sudah buat Mas marah dan cemburu."
"Tidak apa-apa sayang, maafkan Mas juga," kedepannya bersikaplah lebih dewasa! jika memang ada yang kamu pikirkan ungkapkan kepada Mas, apa yang kumu rasakan dan jangan seperti tadi sayang, saling membalas! karena kedepannya apa lagi berumah tangga masalah kita semakin besar jika tidak saling terbuka.
"Iya Mas, aku akan belajar menjadi lebih dewasa lagi."
"Baik, dan jangan nakal ya! Mas tidak suka kekasih Mas seperti tadi."
"Seharusnya kamu belajar untuk betah seperti ini." ucap Gani kepada Arin.
"Kenapa Mas?"
"Nanti kalo kita nikah bagaimana bikin adik buat Ara." jawab Gani dengan terkekeh.
Sedangkan Arin muka nya sudah seperti kepiting rebus dan semerah tomat matang.
"Kamu sudah makan sayang?"
"Sudah Mas, kalo Mas?"
__ADS_1
"Belum sayang, nanti saja."
Tiba-tiba dari luar terdengar ada yang mengetok pintu ruangan Gani.
Cepat-cepat Gani mengakhiri aksi mereka, dan meminta Arin untuk tetap berada di ruang peribadi Gani.
"Mas keluar dulu sayang, dan kamu tetap di sini dan jangan kemana-mana!"
"Iya Mas."
Setelah merapikan pakaiannya, Gani keluar dari kamar peribadi nya dan membuka pintu untuk melihat siapa yang mengetok pintu ruangan Gani.
Setelah pintu terbuka, ternyata Ibu Kiki, dan Ibu Rini.
Gani merasa marah kepada ke 2 perempuan itu, namun sekuat hati Gani tetap menahan agar tidak lepas kendali.
Karena mereka ber 2, acara mesra-mesraan dengan Arin menjadi terganggu, jika tidak di ruangan ini, dimana lagi Gani bisa berduaan dengan Arin.
"Ada apa Bu Rini, Bu Kiki?" ucap Gani dengan nada malas untuk bicara kepada mereka berdua.
"Kami hanya ingin mengajak Pak Gani untuk makan siang bersama?" apa Bapak mau? ucap Bu Rini kepada Pak Gani.
"Maaf saya tidak bisa, saya ada janji setelah pulang sekolah mau makan siang dengan kekasih saya!"
Jedarrrrrrrrrr
Bak di sambar petir, Bu Rini dan Bu Kiki merasa terkejut mendengar Pak Gani memiliki kekasih.
"Tapi kita makan bersama dengan dewan Guru lainnya Pak Gani," ucap Bu Kiki yang masih kekeh dengan kehendak nya.
"Maaf sekali lagi saya tidak bisa Bu Kiki! nanti saya akan mengatakannya kepada kepala sekolah," bahwa saya tidak bisa ikut makan siang bersama, dan jika tidak ada keperluan lain lagi mohon tinggalkan ruangan saya!
__ADS_1
Dengan terpaksa Bu Kiki dan Bu Rini meninggalkan ruangan Pak Gani.
"Baik Pak Gani, terimakasih untuk waktu nya," ucap Bu Rini dan Bu Kiki.