
'Aaaaaaaaaaa omo, apa gue mimpi,' batin Arin teriak dalam hati.
"Iya ada apa ya Pak?" ucap Arin kepada Pak Gani.
"Begini Rin, saya dengar kamu jualan pakaian online ya?"
"Oh iya benar sekali Pak, memang nya ada apa Pak?"
"Begini Rin, teman sekolah Tk nya Ara ada yang mau mengadakan Ulang Tahun! tapi saya dan Ara tidak memiliki pakaian yang lumayan bagus," maklum lah sudah lama tidak membeli pakaian baru.
"Saya tidak tahu ukuran pakaian Bapa, kalo Ara, saya bisa mengira nya Pak."
"Terus bagaimana? apa saya harus memberikan pakaian saya kepada kamu?"
Arin yang mendengar ucapan dari Gani, Guru sekolah nya itu merasa lucu.
"Tidak Pak, bagaimana kalo saya ukur saja badan Bapak?"
"Boleh, kapan kamu ada waktu nya?" ucap Gani.
"Kalo besok bagaiman Pak? nanti saya bawa meteran nya."
"Iya boleh ko, saya tunggu besok ya Arin!"
"Iya Pak," jawab Arin.
Namun tanpa Arin duga, Gani mengucapkan kata yang membuat Arin serasa terbang melayang.
"Selamat malam Arin, selamat beristirahat, dan jangan bergadang, nanti besok terlambat masuk sekolah!" ucap Gani
"Iya Pak selamat malam juga," jawab Arin.
Keesokan hari nya, Arin pergi ke sekolah nya lebih pagi.
__ADS_1
Sehingga orang yang ada di rumah nya merasa bingung, sebab Arin sangat susah yang nama nya bangun pagi, apa lagi berangkat sekolah pagi-pagi sekali.
"Tidak makan dulu sayang?" ucap Adi kepada Arin.
"Tidak Pah, Arin minum susu nya saja! kalo begitu Arin duluan ya!" ucap Arin yang berpamitan kepada semua orang yang ada di dalam rumah.
Arin mengendarai motor matic nya dengan hati senang dan gembira.
Tidak pernah se bahagian ini sebelumnya.
Selama Arin sekolah, Arin tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, karena didikan ke dua orang tua nya terlalu ketat, serta kasih sayang ke dua orang tua nya selalu cukup, membuat Arin betah menjomlo sampai sekarang.
Setelah beberapa menit, akhirnya Arin sampai di depan gerbang sekolah nya, Arin berpapasan dengan mobil yang mengantar Adel dan ke 2 teman-temannya.
"Hei Arin," ucap Adel kepada Arin.
"Hei juga Del," jawab Arin apa adanya.
Mereka sama-sama berjalan menuju kelas masing-masing.
"Omo Adrian makin hari, makin ganteng saja sih."
"Uhhh gemes banget sih lihat Aidan, rasa pengen peluk deh."
"Ya ampun boleh tidak sih setelah lulus sekolah pengen di lamar dengan Aa Adnan."
Lebih banyak lagi teriakan dari perempuan lainnya, namun hal tersebut hanya di anggap angin lewat saja.
Karena ke 3 laki-laki tersebut sangat tidak menyukai dengan perempuan semacam jadi-jadian itu.
Namun belum sampai langkah mereka masuk ke dalam kelas, tiba-tiba Lusy dan ke 2 temannya termasuk Clara menunggu Adnan, Adrian, dan Aidan.
"Hei Adnan, nanti pulang sekolah kita jalan-jalan yuk!"
__ADS_1
"Maap Lusy, aku tidak bisa," jawan Adnan.
"Ayolah kita jalan-jalan yuk," ucap Lusy lagi seperti sedang memaksa.
"Iya plisss sekali saja ucap Lala, dan Clara," kepada ke 3 laki-laki kembar tersebut.
Tiba-tiba handphone Adrian berbunyi.
"Hallo kak Adrian, nanti pulang sekolah jemput lagi ya! Kei tidak bawa motor tadi," ucap Keira.
"Iya sayang, nanti kakak jemput," ucap Adrian dengan suara nyaring nya, membuat Lala yang menyukai Adrian marah dan masuk ke dalam kelas nya.
Clara yang melihat hal itu tersenyum mengejek kepada Lala.
"Plis Aidan, kita jalan-jalan yuk," ucap Clara yang masih membujuk Aidan.
"Maap Clara aku tidak bisa!"
Aidan masuk ke dalam kelas nya, meninggalkan Adnan yang masih berdiri di depan ke 2 perempuan tersebut.
"Apa lagi?" ucap Adnan kepada Lusy, yang seperti nya masih tidak mau menyerah.
"Kalo kamu tidak mau jalan-jalan sama aku, nanti aku pergi ke tempat kamu bekerja saja ya?" ucap Lusy kepada Adnan.
"Terserah!!!" jawab Adnan yang meninggalkan mereka ber 2.
Di kelas Arin, hari ini semua belajar dengan tenang, sebab guru yang mengajar hari ini adalah Bu Rini.
Walaupun semua anak-anak semangat nya tidak seperti saat belajar pada Pak Gani.
"Kalo ada yang tidak mengerti bisa di tanyakan?" ucap bu Rini kepada semua anak murid nya.
Coba saja, jika saat ini Pak Gani yang mengajar, pasti ada-ada saja yang pada di tanyakan, ada-ada saja alasan anak murid agar bisa berbicara walau sebentar dengan Pak Guru idaman mereka.
__ADS_1
Namun saat ini yang sedang mengajar mereka adalah Bu Rini, yang membuat mereka semua pada bosan, ingin rasanya cepat-cepat istirahat.