Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Keputusan


__ADS_3

Bu Rini, diputuskan untuk ditahan sesuai waktu yang diberikan oleh pihak kepolisian.


Dengan berteriak histeris, Bu Rini meminta untuk dilepaskan dan jangan ditahan di jeruji besi. Namun tak bisa berbuat apa-apa karena memang seperti itulah keputusannya.


Sedangkan Adel, dikeluarkan dari sekolahan. Pihak sekolah meminta kedua orang tua nya lebih bisa menjaga, dan mengawasi setiap pergaulan Adel.


Sedangkan Pak Gani, diminta untuk menunggu beberapa bulan lagi buat melamar Arin. Bukan ditolak, namun Adi tidak ingin jika sekolah anak nya terganggu.


Adi merasa kasihan kepada menantunya, saat memilih berhenti sekolah dan memilih mengabdi kepada keluarga. Hal itu tidak ingin terulang lagi.


Adi tidak ingin jika Arin, juga akan bernasib sama seperti menantunya itu. Walaupun semuanya sudah terlanjur.


Kedua saudara Arin, Adnan dan Adrian, akan melanjutkan kuliahnya di kota. Namun berbeda dengan Aidan, yang memilih tetap berada di desa dan meneruskan usaha Ayah nya.


"Apa kamu tidak berpikir untuk kuliah?" Tanya Adi, kepada Aidan, yang saat ini sedang main kerumah orang tuanya bersama dengan Elsa.


"Kuliah pah, tapi aku akan mengambil satu minggu beberapa kali saja. Tidak seperti kak Adnan dan Kak Adria. Biar sekalian aku bisa mengajak Elsa jalan-jalan," jawab Aidan.


"Iya, sama seperti Arin itu. Dia akan mengambil kuliah seperti itu," ucap Adi.


"Sama saja pah, tergantung kitanya saja bagaimana belajar dengan baik."

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah belakang, datanglah Elsa bersama dengan Lisa, yang membawa makanan hasil buatan mereka berdua.


"Wah makanan enak ini," ucap Adi, yang memuji masakan istri dan menantu nya itu.


"Rasain deh mas, ini masakan Elsa! Aku hanya bantu-bantu saja," jawab Lisa.


"Wah benarkah? Sepertinya ini sangat enak sekali. Pantas saja badanmu terlihat sangat gemuk Aidan, ternyata istrimu jago masak," jelas Adi.


"Iya pah, belakangan ini aku lebih suka makan. Tidak seperti Elsa, yang sering malas makan nya," ucap Aidan, yang memberitahukan kepada kedua orang tua nya.


"Kenapa seperti itu Elsa? Apa kau sakit?" Tanya Lisa.


"Apa kau hamil Elsa? Coba deh nanti kalian periksa ke rumah ibu bidan. Sepertinya Elsa, hamil," ucap Lisa, yang membuat Elsa terkejut, namun tidak dengan Aidan yang terlihat sangat antusias.


"Benarkah mah? Iya kalau begitu setelah pulang dari sini kita periksa saja," ucap Aidan kepada Elsa.


"Aku menurut apa katamu saja," jawab Elsa, yang terdengar sangat lemas.


"Kau kenapa Elsa? Apa kau belum siap?" Tanya Lisa.


"Tidak mah, hanya saja aku merasa masih muda memiliki anak."

__ADS_1


"Dulu mamah, juga sangat muda punya anak. Bahkan sekali lahiran langsung empat. Tapi mamah sekali menikmati, karena itu semua sudah kita harapkan," jelas Lisa, yang langsung memeluk erat menantunya itu, memberi ketenangan.


Mungkin saja saat ini Elsa masih muda, sehingga pikirannya sedikit masih labil. Namun seiringnya berjalan waktu, semua akan berubah.


***


Sedangkan Arin, sedang bermain bersama dengan Ara. Kini hubungan mereka sangat dekat. Bahkan mereka sering menghabiskan waktu saat wiken.


"Ara, tidur siang dulu sama nenek! Nanti main lagi," ucap Gani, yang meminta Ara untuk tidur siang.


"Mommy Arin, nanti kita main lagi ya," pinta Ara, kepada Arin.


"Oke sayang, istirahatlah dulu."


Kini hanya ada Arin dan Gani, berduaan. "Besok-besok kamu yang akan temanin anak kita tidur," ucap Gani, yang mencoba untuk menggoda Arin.


"Apaan sih," jawab Arin, dengan malu-malu.


"Dengan adanya kejadian kemarin, membuat aku lebih harus berhati-hati. Aku tidak ingin jika kejadian kemarin akan terulang lagi," ucap Gani, yang memandang serius ke arah Arin.


"Aku juga berharap sama. Semoga tidak ada lagi yang ingin mencoba-coba mencuri hati kamu dari aku," jawab Arin.

__ADS_1


__ADS_2