Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Kekasihku Adalah Guru Ku


__ADS_3

Setelah saling mengetahui perasaan masing-masing, kini Gani dan Arin terlihat sangat bahagia.


"Pagi Mah, pagi kesayangan Ayah," ucap Gani yang mencium pipi dan kening anak semata wayang nya itu.


Ibu Gani memandang wajah anak nya penuh dengan tanda tanya.


Selama berpisah dengan mantan istri nya, tak ada senyum lagi di wajah Gani.


Namun kini senyum itu kembali lagi, dan entah apa yang membuat Gani bisa seperti ini.


Tiba-tiba handphone Gani berbunyi, ada notifikasi masuk ke dalam aflikasi bewarna hijau itu.


"Pagi Mas, jangan lupa sarapan ya๐Ÿ˜˜!"


Satu pesan yang Arin kirim kepada Gani, dapat membuat Hati Gani menjadi jungkir balik.


Tak perduli lagi tatapan aneh dari ibu dan anak nya, serasa dunia ini hanya milik dia sendiri.


"Pagi juga sayang๐Ÿฅฐ, kamu juga ya jangan lupa sarapan! siapkan mental mu karena hari ini jam aku mengajar sayang!"


"Ihhhh sosweet nya ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜, iya aku semangat terus kok Mas."


Itulah pesan singkat yang mapu membuat Arin dan Gani serasa terbang ke langit ke 7.


Tak perduli lagi dengan umur, yang penting saat ini mereka merasakan indah nya jatuh cinta, bagi Arin yang baru pernah berpacaran.


Sedangkan Gani, merasa dunia nya telah teralihkan mengingat wajah cantik Arin yang akan setiap hari menjadi candu nya.


Setelah selesai sarapan, kini Gani berpamitan kepada ibu dan anak nya.


"Mah aku pamit dulu ya, tolong titip Ara Mah." ucap Gani kepada ibu nya.


"Iya Nak, ibu akan selalu menjaga Ara!" kamu yang semangat bekerja nya!


Setelah itu Gani pergi meninggalkan rumah nya dan menaiki motor kesayangannya untuk pergi ke sekolah.


Sesampai di sekolah, muka Gani yang tadi nya sangat bahagia, kini berubah kembali ke mode awal.


Mode dimana menjadi Guru yang super dingin dan tegas kepada semua orang.


"Selamat Pagi anak-anak," ucap Gani kepada semua murid nya.


"Pagi Pak," jawab semua murid nya.


Sedangkan Arin, ini adalah hari pertama nya di ajari oleh kekasih nya sendiri.


'Oh begini rasa nya di ajarin sama kekasih sendiri,' batin Arin yang tersenyum-senyum tak jelas.


Namun senyuman itu membuat semua murid yang ada di kelas tersebut menjadi bingung, namun tidak dengan Gani.


'Ya ampun kekasih kecil ku ini menggemaskan sekali,' batin Gani yang juga ikut tersenyum.


"Arin apa sudah siap belajar nya?" ucap Gani kepada Arin.


"Iya Mas ada apa?" jawab Arin yang refleks memanggil Gani dengan sebutan Mas di depan semua teman-temannya.


Semua teman-teman Arin pada tertawa, tapi tidak dengan Adel yang terlihat sangat marah.


Saat Arin menyadari ke cerobohannya, Arin cepat-cepat menutup mulut nya dengan rapat.


"Kau memikirkan siapa Arin?" ucap Gani yang terdengar dengan suara tegas nya.


"Maaf Pak, saya keingatan sama Mas Adrian saya," bohong Arin, agar semua teman-temannya tidak merasa curiga.

__ADS_1


'Pandai sekali berbohong kekasih kecil ku ini,' batin Gani.


"Baiklah apa sudah siap?" ucap Gani.


"Siap apa nya Pak?" jawab Arin.


Dan semua itu menjadi bahan lelucoan teman-temannya termasuk Intan dan Desi.


"Ehh lo kenapa sih Rin Aneh deh?" ucap Intan kepada Desi.


"Iya lo kesambet apa sih?" ucap Desi.


'Omo kenapa sih gue gak bisa fokus begini,' batin Arin.


"Eh tidak apa-apa." jawab Arin.


Setelah itu semua murid kembali fokus kepada pelajaran mereka.


Tidak lama lonceng berbunyi, tanda istirahat pun telah tiba.


Namun sebelum semua murid pada keluar, Arin di minta oleh Gani untuk ke ruangannya.


"Arin karena hari ini kamu tidak fokus dengan pelajaran saya, maka kamu akan saya beri hukuman!" cepat ikut ke ruangan saya, ucap Gani dengan nada tegas dan beribawa nya.


"Baik Pak," jawab Arin.


'Mam*us loh, kan kena hukuman dari Pak Gani,' batin Adel yang tersenyum bahagia, sebab Adel pikir Arin akan di hukum oleh Pak Gani.


Setelah Arin masuk ke dalam ruangan Pak Gani, pintu langsung di tutup oleh Gani.


"I-iya ada apa ya Pak?" ucap Arin yang saat ini gemetar, ada rasa takut dan bahagia.


Sebab takut jika Gani akan marah besar kepada nya, dan bahagia saat ini bisa berdua dengan Gani.


"U-untuk apa Pak?"


"Mendekatlah!" pinta Gani sekali lagi.


Arin mendekat dimana saat ini Gani sedang duduk di kursi kebesarannya.


Arin berdiri di samping Gani.


"A-ada apa Pak?"


Saat ini Arin merasa keringat dingin nya telah jatuh dan bercucuran.


Namun tanpa di sangka oleh Arin, Gani memegang kedua pundak Arin dan menatap lekat wajah Arin.


"Kenapa tidak fokus belajar nya sayang?" apa yang kamu pikirkan?


Arin tercengang saat Gani menyebut kata sayang.


"A-anu, I-tu."


Arin semakin gugup saat Gani seperti ini.


Gani tersenyum saat melihat wajah Arin yang sudah sangat pucat, sebab Gani tidak marah kepada nya namun Arin sudah merasa ketakuttan.


Gani memberikan sebuah Air yang ada di meja nya.


Setiap hari selalu di sediakan air putih atau air teh beserta cemilan atau kue basah, untuk para Guru-Guru yang sedang mengajar.


"Ini minumlah, jangan takut dengan ku sayang!" ucap Gani kepada Arin.

__ADS_1


"Mas maaf aku salah."


Dan akhirnya Arin mampu berbicara kepada Gani, tapa rasa takut seperti tadi.


"Apa aku terlihat menakutkan sayang?" kenapa tadi tidak fokus belajar?


"Aku hanya terpikirkan malam tadi Mas."


"Malam tadi kenapa sayang?" kamu mimpi atau apa? ucap Gani yang saat ini menahan senyum nya.


"Mas." ucap Arin dengan suara manja nya.


Akhirnya tawa Gani pecah, dan saat itu juga Arin melihat sisi yang tidak pernah Arin lihat sebelumnya kepada Gani.


Dengan sangat berani, Arin memegang wajah Gani.


"Tetaplah seperti ini Mas!" ucap Arin kepada Gani.


Namun cepat-cepat Arin melepaskannya, karena Gani menatap dalam mata Arin.


"Aku akan tetap seperti ini sayang, asalkan kamu tidak akan berpaling hati kepada ku!" jawab Gani.


Saat ini Gani ingin sekali mencium bibir yang sangat menggoda imannya itu, namun Gani tidak ingin melakukannya karena Gani tidak ingin Arin berpikir bahwa diri nya adalah laki-laki jahat.


"Apa aku harus di tahan seperti ini terus Mas? bagaimana jika ada orang yang melihat kita?"


Sebenarnya Gani tidak ingin melepas Arin saat ini, ingin sekali Gani bermanja-manja di pelukan Arin.


Perempuan kecil ini mampu membuat Gani yang dulu nya membeku karena perselingkuhan dan penghianatan istri nya.


Kini menjadi cair oleh karena kekasih kecil nya ini.


"Rin sebenarnya aku ingin sekali berlama-lama seperti ini! aku sudah lama tidak sebahagia hari ini," Rin apakah aku boleh memeluk mu sebentar saja.


Arin menganggukan kepala nya dan merentangkan ke dua tangannya agar Gani dapat leluasa memeluk diri nya.


Gani masuk ke dalam pelukan Arin, hingga tubuh mereka saling bersentuhan satu sama lain.


Sangat terasa hangat dan harum nya tubuh Arin, membuat yang di bawah sana sudah lama berpuasa dan akhirnya terbangun kembali.


"Belajar yang fokus sayang! jangan perdulikan apa kata orang-orang lain!" Mas ingin sekali kamu cepat-cepat lulus, agar Mas bisa secepatnya menikahi mu.


"Tapi aku tidak suka dengan Adel Mas, dia seperti nya menyukai kamu Mas!" ucap Arin kepada Gani.


"Tapi Mas milik kamu sayang, dan akan tetap menjadi milik kamu!" percayalah itu sayang, bahwa tidak ada yang mampu membuat aku sebahagia ini selain kamu.


"Benar kah itu Mas?"


"Benar sekali sayang."


Dan akhirnya Arin di lepaskan oleh Gani, untuk keluar dari ruangannya.


Sebelum Arin keluar, Gani kembali memeluk tubuh kekasih hati nya itu.


"Semangat belajarnya sayang! biar kamu cepat lulus," Mas sudah tidak tahan lagi ingin segera menikahi kamu.


"Ih Mas sabar dulu ya!"


"Iya sayang, Mas akan sabar menunggu hari itu tiba."


Tuh Pak Gani gerak cepat ya dari Dion ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ sosweet lagi.


Bagi yang masih ingin melihat ke uwu an Pak Gani dan Arin jangan lupa ya

__ADS_1


Like, Komen, Hadiah dan Vote ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2