
Tepat hari ini adalah hari minggu, semua sekolah pada libur dan mengerjakan aktifitas mereka masing-masing.
Namun berbeda dengan Aidan dan Elsa.
Di kediaman Adi Prasetyo, mengadakan pernikahan Aidan dan Elsa, secara tertutup.
Hanya di hadiri oleh keluarga inti, dan acara sangat tertutup.
Karena status mereka masih seorang pelajar, dan harus di rahasiakan termasuk warga sekitar.
Dengan penuh keyakinan semoga ini adalah yang pertama dan terakhir dalam hidup Aidan.
Aidan tak bisa menolak permintaan Papah nya, sebab Aidan tidak ingin menjadi anak durhaka dan Aidan yakin pilihan orang tua adalah pilihan yang terbaik.
Hingga kata Sah menggema di dalam ruangan peribadi itu.
Kini status Aidan sudah sah berubah menjadi suami, dan status Elsa juga berubah menjadi istri.
Aidan memberikan tangannya dan di sambut baik oleh Elsa untuk mencium punggung telapak tangan Aidan dengan takzim.
"Sekarang kalian Sah menjadi pasangan suami istri! Saran Bapak jadilah istri yang sholehah, berbakti kepada suami, memberikan nafkah lahir dan batin, serta menjadi baju untuk suami dan suami menjadi baju istri."
Dalam Islam, hubungan antara suami dan istri yang baik adalah bagaikan pakaian. Artinya bahwa suami dan istri adalah perhiasan dan sekaligus sebagai penutup aib di antara keduanya. Karena sudah terjalin hubungan yang sangat dekat, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengibaratkan suami dan istri sama- sama sebagai pakaian bagi keduanya. Saling menutupi kekurangan masing-masing.
Allah Azza Wa Jalla berfirman :
…هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ…
"…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka…(QS Al-Baqarah : 187)
Menurut ustad Abu Utsman Kharisman, dai yang juga penerjemah dan penulis buku ini, berdasarkan ayat tersebut menunjukkan bahwa hubungan suami istri adalah :
Sangat dekat
Pakaian adalah melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin.
Suami yang baik menjadi partner hidup yang menyenangkan bagi istrinya. Istri pun demikian. Sahabat yang dekat, sehingga masing-masing pihak mudah menyampaikan gagasan dan keinginannya.
al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:
فَلَا أُلْفَةَ بَيْنَ رُوْحَيْنِ أَعْظَمُ مِمَّا بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ
Tidak ada persatuan (kedekatan) antar dua ruh yang lebih besar dibandingkan antar suami istri (Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibnu Katsir, saat menafsirkan surat al-A’raaf ayat 189)
Saling membutuhkan
__ADS_1
Sebagaimana manusia membutuhkan pakaian. Suami butuh kepada istrinya. Istri pun demikian.
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
لِأَنَّ الزَّوْجَ لَا يَسْتَغْنِي عَنْ زَوْجِهِ فَهُوَ لَهَا بِمَنْزِلَةِ اللِّبَاسِ
Karena suami membutuhkan istrinya, sebagaimana pakaian (yang dibutuhkan)(Tafsir al-Baqoroh libni Utsaimin)
Allah Ta’ala tidak akan memandang dengan pandangan rahmat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur terhadap suaminya, padahal ia membutuhkannya.
لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى امْرَأَةٍ لَا تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا، وَهِيَ لَا تَسْتَغْنِي عَنْهُ
"Allah tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dalam keadaan ia masih membutuhkannya" (H.R an-Nasaai, al-Hakim dari Abdullah bin Amr, dishahihkan adz-Dzahabiy dan al-Albani)
Setelah memberikan sedikit nasehat kepada pengantin baru ini, Pak Penghulu berpamitan untuk pulang, karena masih banyak yang harus di urus.
Semua keluarga pada berkumpul menikmati hidangan yang telah di sajikan, yaitu Soto Ayam.
Jangan di tanya lagi bagaimana mulut Keira, yang mengoceh tidak berhenti-henti nya.
"Cie kak Aidan, eh kak Elsa." ucap Keira yang menggoda Aidan dan Elsa.
"Cie kode keras tuh Pah." ucap Arin kepada Adi.
Hingga gelak tawa pecah, karena menertawakan sikap Arin dan Keira yang terus melempar canda kepada Aidan dan Elsa.
"Hahahahahaha." tawa mereka pecah lagi.
Malam pun tiba.
"Maaf ya Mas aku tidak undang Mas, bukannya aku tidak menganggap kamu ada, hanya saja keluarga ku belum ada yang tahu dengan hubungan kita." ucap Arin kepada Pak Gani.
Saat ini mereka sedang melakukan video call.
Gani yang biasa nya memakai pakaian santai di saat malam hari, terlihat lebih tampan dan segar.
Sangat berbeda saat diri nya sedang berada di lingkungam sekolah.
Sedangkan Arin seperti biasa nya menggunakan pakaian tidur yang lumayan se*si, namun masih menutupi di bagian dada nya.
Hal itu membuat Gani menjadi panas dingin, melihat kecantikan kekasih kecilnya ini.
"Tidak apa-apa sayang, Mas mengerti! nanti Mas cari cara agar bisa dekat dengan Papah kamu, setidak nya saat ini bisa menjadi teman, biar nanti Mas mudah untuk meminta izin melamar anak nya." jawab Gani.
"Mas serius? kapan Mas?" ucap Arin.
"Nanti sayang! sabar dulu ya." jawab Gani di iringi dengan gelak tawa nya.
"Mulai kan Mas ngejek aku." ucap Arin mode ngambek nya .
__ADS_1
"Mana berani Mas sayang.
"Aku minta kepastian! Jangan-jangan Mas gak serius ya sama aku?" ucap Arin.
"Ehh mana ada? Mas itu serius banget sayang, tapi nunggu kamu lulus sekolah dulu, baru Mas melamar kamu." jawab Gani
"Yaudah deh aku percaya." ucap Arin.
"Yasudah sana tidur dulu! Jangan bergadang! besok jam Mas yang mengajar." jawab Gani.
"Selamat malam Mas Love you." ucap Arin.
"Love you tu Kekasih hati Mas." jawab Gani.
Di lain kamar hampir sama apa yang di lakukan oleh Arin, yang sekarang ini telah melakukan video call bersama Hanin.
"Maaf ya tadi tidak undang ke acara pernikahan Aidan, soal nya tertutup banget." ucap Adnan kepada Hanin.
Adnan dan Hanin tidak memiliki hubungan yang spesial, namun seperti nya mereka saling menjaga perasaan masing-masing, seperti Adrian dan Keira.
"Tidak apa-apa kak, aku juga sibuk sekali tadi di supermarket!"
"Bagaimana hari ini? apakah semua nya baik-baik saja? Bagaimana keadaan kakek?" ucap Adnan kepada Hanin.
"Alhamdulillah keadaannya baik Kak." jawab Hanin.
"Kalo begitu istirahatlah! Jangan bergadang." ucap Adnan.
"Baiklah kakak istirahat juga! bukankah besok kakak harus sekolah dan bekerja?" jawab Hanin.
"Selamat malam Nin, jaga kesehatan dan bahagia selalu." ucap Adnan kepada Hanin.
"Terimakasih kak, selamat malam juga." jawab Hanin.
Di kamar sebelah.
"Kak aku mau juga seperti kak Aidan dan Elsa." ucap Keira kepada Adrian.
"Bagaimana bisa Dek? mereka itu menikah karena harus bertanggung jawab, karena Aidan membuat Ibu nya Elsa celaka." jawab Adrian.
"Buat aku juga celaka! agar tidak ada yang mau menikahi aku dan hanya kak Adrian yang mau!" ucap Keira.
Sedangkan Adrian bingung harus menjawab apa lagi, sebab percuma melawan kata-kata Keira yang ada mereka hanya bertengkar.
Dan Adrian memilih lebih baik mengalah
'Untung aku sayang Dek, jika kamu cacat tambah ribet aku.' batin Adrian.
Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, Vote 😘😘😘
Terimakasih teman-teman 😍😍
__ADS_1