Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Rencana Jahat Adel


__ADS_3

"Selamat pagi anak-anak." ucap Pak Gani setelah masuk ke dalam ruangan kelas tersebut.


"Pagi Pak." jawab semua nya termasuk dengan Arin.


Gani sekilas melihat Arin dan sedikit tersenyum kepada kekasih kecilnya itu.


Lagi dan lagi, pandangan itu selalu tertangkap basah oleh Adel.


Mulai hari ini Adel bertekat akan memisahkan jarak kedekatan antara Pak Gani dengan Arin.


'Lihat saja kalian akan merasakan yang nama nya kehilangan.' batin Adel dengan tersenyum jahatnya.


Gani mulai memberikan materi-materi pelajaran, sehingga para murid-murid dengan fokusnya mendengarkan penjelasan dari Gani.


Namun tidak dengan Adel yang berpikir sangat keras untuk mencari cara memisahkan antara Gani dengan Arin.


Sepanjang pelajaran Adel tidak fokus dengan tugas-tugas yang diberikan Pak Gani.


Hingga mata pelajaran sampai berakhir, Adel baru sadar bahwa dirinya sepanjang pelajaran tidak merespon dengan pelajaran Pak Gani hari ini.


"Bagaimana anak-anak, apakah kalian semua pada mengerti?" ucap Pak Gani kepada semua murid-muridnya.


"Sudah Pak." jawab semua murid tersebut.


"Kalo semuanya sudah mengerti, akan saya akhiri pelajaran hari ini! selamat siang." ucap Gani.


Setelah itu Pak Gani meninggalkan ruangan tersebut. Namun mata nya masih sempat-sempat melirik ke arah Arin.


Arin dan ke dua teman-temanya menuju tempat yang biasanya mereka kunjungi, apa lagi jika bukan kantin.


Setelah Arin dan ke dua temannya sampai di kantin tersebut, mereka memesan menu makanan dan tak lupa minuman yang membuat tenggorokan mereka merasa teramat lega.


Namun tiba-tiba ke dua kakak Arin datang menghampiri dan ikut bergabung, siapa lagi jika bukan Adnan dan Adrian.

__ADS_1


"Kakak ikut gabung ya?" ucap Adnan kepada Arin dan ke dua temannya.


"Iya kak." jawab Indah yang sudah lama menaruh hati kepada Adnan.


"Loh kak Aidan tidak bareng kalian?" ucap Arin kepada kakak kembarnya itu.


"Katanya sih sedang mengerjakan sesuatu." jawab Adrian.


"Tumben, emangnya di rumah tidak bisa ya kak?" tanya Desi, karena Desi sudah lama memendam perasaannya kepada Aidan, namun karena sikap dinginnya Aidan membuat Desi tak berani berkata untuk jujur.


Desi memilih diam karena tidak ingin merasakan penolakan yang akan mengakibatkan dirinya akan malu nantinya.


Arin dan ke dua kakak kembarnya itu saling lirik-lirikan, karena pertanyaan Desi membuat mereka menjadi merasa bingung.


"Biasalah kan Aidan orangnya super sibuk." jawab Adrian yang akhirnya kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Adrian.


Tidak mungkin jika Adrian mengatakna bahwa saat ini Aidan sudah tidak tinggal lagi di rumah mereka dan sekarang telah tinggal bersama istri dan juga Ibu mertua nya.


Namun Pak Gani berlari dengan cepat karena mendapatkan kabar dari Guru sekolah nya yang mengatakan bahwa Tiara sedang di bawa ke rumah sakit, karena terlibat perkelahian sesama anak-anak dan Ara terjatuh ke lantai begitu keras.


Namun jalan Pak Gani terhenti di saat Bu Rini memanggilnya.


"Mas Gani, tolong berhenti Mas!" ucap Bu Rini dengan beraninya memanggil sebutan kata Mas.


Pak Gani menghentikan langkahnya sejenak dan melihat ke arah dimana saat ini Bu Rini sudah berdiri di belakang Pak Gani.


"Ada apa Bu Rini?" tanya Gani kepada Bu Rini.


"Maaf Mas kalo saya lancang, tapi saya hanya ingin mendengarkan jawaban dari surat saya kemaren." jawab Bu Rini kepada Pak Gani.


Dengan menghelai napas kasar, Pak Gani dengan tegasnya mengatakan.


"Maaf Bu Rini saya tidak bisa menerima cinta Ibu, karena saya sudah memiliki kekasih dan saya tidak akan pernah ingin menduakan kekasih saya!" jawab Pak Gani dengan suara lantangnya.

__ADS_1


Tanpa mendengarkan jawaban dari Bu Rini, Pak Gani meninggalkan Bu Rini begitu saja dan cepat-cepat menaiki motornya dan melaju sangat kencang.


Namun saat Bu Rini ingin berbalik, tiba-tiba di kagetkan dengan sura dari Adel.


"Wahhhhh Bu Rini ternyata menyukai Pak Gani dan terus di tolak Pak Gani." ucap Adel yang membuat hati Bu Rini semakin terasa sesak dan panas.


***


Setelah pulang dari sekolah, Elsa menyempatkan diri nya untuk pergi ke pasar.


Seperti janjinya kepada Aidan, yang ingin memasak menu makanan nanti malam.


'Wah ternyata enak juga punya suami, di kasih uang banyak dan bisa beli apa yang aku inginkan.' batin Elsa.


Karena sudah mendapat izin dari Aidan untuk menggunakan uang pemberian Aidan. Elsa ingin membeli beberapa pakaian dan juga skincare anak remaja.


Hitung-hitung jaga aman, takut nanti Aidan tertarik dengam cwe lain karena Elsa kurang menarik oleh pandangan mata Aidan.


Setelah hampir satu jam lamanya bergelut dan berputar-putar di kawasan pasar. Akhirnya Elsa sudah menemukan apa yang ingin dia beli termasuk dua lembar pakaian rumah dan juga satu lembar pakaian jalan-jalan.


Elsa kembali menaiki moti matic nya dan melajukan dengan cukup di atas rata-rata.


Senyum Elsa tidak pernah berhenti, karena bagi Elsa hari ini adalah hari terindahnya bisa membeli apa yang dia inginkan selama ini, yaitu membeli pakaian baru dan juga jajanan pasar.


Hai kakak reader ku semua 😘😘 ada yang masih kangen dengan cerita ku yang receh ini?


Maafkan author yang hampir meninggalkan kalian selama hampir satu bulan ini.😊😊


Terimakaih yang masih bertahan dengan bagian pavorit nya 😊


Jangan lupa Author meminta kembali tap tap tap nya.


Like, Komen, Hadiah dan juga Vote.nya sayang 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2