Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Saran Dari Ibu


__ADS_3

Setelah Gani menyetujui akan menjauh dari hidup Arin. Saat itu juga Arin dilepaskan oleh penjahat tersebut.


Namun sebelum itu Gani meminta kepada Ketiga saudara kembar Arin, untuk saat ini jangan mengatakan kepergiannya.


Gani bukan ingin menghindar, atau ingin menjauh dari Arin. Namun untuk saat ini Gani hanya butuh ketenangan, menata hidupnya kembali.


"Aku titip Arin kepada kalian, tolong jaga dia. Aku pergi bukan tak berarti tidak menyayangi nya. Namun untuk sementara waktu aku hanya ingin menenangkan diri dan mencari tahu siapa dibalik masalah ini semua," ucap Gani kepada ketiga saudara kembar Arin.


"Bapak tenang saja, Arin pasti aman. Dan kami juga akan membantu Bapak untuk mencari siapa dalang dari masalah ini semua," jelas Adnan kepada Gani.


Kini Gani cukup tenang jika harus meninggalkan Arin. Tidak ada yang perlu Gani ragukan lagi.


Setelah semua nya sudah cukup, Gani berpamitan kepada keluarga Arin, dan juga saudara kembar Arin. Setelah itu Gani akan segera pulang dan pergi kerumah sakit untuk mengurus pindah perawatan ke kota. Dimana tempat asal-usul nya Gani berada.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu Gani sampai di rumah sakit dan menghampiri Ibu nya yang sedang menjaga Ara. "Assalamualaikum Ibu, bagaimana keadaan Ara?" Tanya Gani dalam keadaan raut muka kurang bersahabat.


"Waalaikumsalam, alhamdulillah Ara sudah sadar tapi Ara kembali tertidur karena efek  obat bius. Kamu kenapa? Apa ada masalah cerita kepada ibu!"


"Kita akan pulang ke kota Bu, sepertinya Lebih baik aku berada di kota dan melanjutkan pekerjaan yang berada di kota saja," jelas Gani.


"Kamu kenapa? Apa ada masalah cerita lah kepada ibu! Jangan menutupi masalah. Siapa tahu ibu bisa memberi solusinya."


Gani mulai menceritakan semua masalah yang baru saja terjadi kepada ibunya. sambil terisak Gani dalam pelukan ibunya memang benar Gani sudah berumur, namun dalam masalah seperti ini satu-satunya tempat yang nyaman bagi Gani adalah ibu yang saat ini selalu bersama dengannya senang maupun susah.


"Gani tidak tahu Bu, yang pasti dia meminta Gani untuk meninggalkan Arin," jelas Gani.


"Bagaimana perasaanmu? Apa kamu yakin harus meninggalkan Ari! dalam keadaan seperti ini. Mana janjimu yang selalu bersama dengannya?"

__ADS_1


"Maksud ibu apa?"


"Jika kamu memang benar-benar serius berkatalah jujur kepada kedua orang tuanya! Tentang masalah hubungan kalian saudara kembarnya saja bisa menikah dalam keadaan masih sekolah, apa salahnya jika kamu menikah dengan dia saat ini juga."


Permintaan ibunya sungguh membuat Gani sangat merasa kebingungan. Gani meminta saran kepada ibunya namun saat diberi saran malah membuat Gani semakin merasa pusing.


"Bu orang yang menculik Arin saja meminta aku untuk menjauh dari Arin. Ibu kenapa malah meminta aku untuk segera menikahi Arin?"


"Kamu itu sudah tua punya anak, kenapa masih berpikir seperti anak ABG saja? Kalau kamu menjauh dari Arin sama saja kamu itu sebagai laki-laki yang tak bertanggung jawab. kalau kamu berkata jujur kepada orang tuanya dan berniat mau menikahi Arin itu berarti kamu bisa menjaga dia dari orang-orang yang berbuat jahat."


"Jadi kita tidak pulang ke kota dan masih berada di sini tanya Gani?"


"Ya iyalah buat apa kita pulang ke kota selesaikan urusan kamu dan secepatnya cari tahu siapa dalang dari semua masalah ini!"

__ADS_1


Walaupun solusi dari ibunya membuat Gani merasa sangat pusing. namun bercerita kepada Ibu adalah solusi terbaik dan cepat memecahkan segala masalah.


Gani kembali menghubungi Adnan untuk segera meminta pendapat yang diberi oleh ibunya.


__ADS_2