
Setelah pulang dari rumah Pak Gani, Arin cepat-cepat pulang ke rumah nya.
Takut dengan Mamah nya, pasti banyak pertanyaan yang akan siap-siap Arin jawab.
Setelah sampai di depan rumah nya, ternyata keadaan mulai terlihat sangat sepi.
Seperti biasa, mungkin saudara kembar nya, pada bekerja dengan kegiatan mereka masing-masing.
Dengan santai nya Arin berjalan menuju kamar nya.
"Baru pulang Rin?" ucap Lisa kepada Arin.
"E-eh Mamah, iya Mah, tadi mampir dulu ke rumah teman," jawab Arin yang berbohong kepada Lisa.
"Nanti temanin Mamah ke kelinik ya!" ucap Lisa kepada Arin.
"Siapa yang sakit Mah?" jawab Arin.
"Kakak kamu Aidan nabrak ibu-ibu," dan sekarang ada di kelinik.
"Terus sekarang kak Aidan nya dimana Mah? kalo begitu sekarang saja ya kita kesana!" Arin khuatir sama kak Aidan.
"Yasudah kita siap-siap dulu!" jawab Lisa.
***
Sedangkan Aidan merasa takut, sebab Ibu tersebut belum juga dapat kabar dari Dokter yang masih memperiksa di dalam sana.
Sedangkan anak Ibu tersebut, terduduk lesu di lantai dan tak henti-henti nya menangis.
"Aku tidak tahu jika terjadi sesuatu kepada ibu ku, kamu akan aku tuntut!" kami sudah hidup susah, di tambah kamu yang bikin kami susah lagi.
"Maafkan aku, sungguh aku tidak senghaja," jawab Aidan.
__ADS_1
"Enak sekali kamu bilang Maaf!" jika Ibu tiada, aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, hanya Ibu yang aku punya.
Aidan juga merasa sedih, namun Aidan tak tau harus berbuat apa-apa lagi.
Sebab Aidan tak senghaja menabrak ibu itu, sampai berakhir di kelinik ini.
Tidak lama setelah itu, Lisa dan Arin datang ke Kelinik itu.
Lisa sangat perihatin kepada Aidan saat ini.
Apalagi Aidan sangat berbeda dengan suadara kembar yang lainnya.
"Mah, Aidan takut," ucap Aidan kepada Lisa.
Walaupun Aidan sering bersikap dewasa, dan sangat jauh berbeda dengan Adnan yang lebih sedikit tua.
Namun dalam keadaan seperti ini, sisih rapuh Aidan terlihat sangat jelas.
"Yang sabar Nak, kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa kepada Ibu itu!" jawab Lisa.
"Dia Elsa, anak Ibu yang aku tabrak tadi," ucap Aidan kepada Arin.
Lisa mendekat ke arah, dimana saat ini keadaan Elsa persis seperti keadaan Aidan saat ini.
"Maafkan anak Bibi ya," Bibi akan usahakan agar Ibu kamu sehat seperti sebelum nya, ucap Lisa.
Namun Elsa tetap diam, tak ingin menjawab ucapan dari Lisa.
Tak berapa lama, Dokter pun keluar.
"Bagaimana pasien Dok? ucap Aidan kepada Doktet.
"Alhamdulillah pasien selamat, namum kaki beliau patah dan tidak bisa untuk berjalan normal lagi," jawab Doktet tersebut.
__ADS_1
Elsa yang mendengar ucapan dari Dokter tersebut mengucapkan kata syukur.
Sykur dalam artian masih bisa di selamatkan, namun keadaan ibu nya sekarang tidak bisa seperti dulu lagi.
Aidan, Elsa, Lisa, dan Arin, masuk ke dalam untuk melihat keadaan Ibu nya Elsa.
"Ibu," ucap Elsa langsung memeluk tubuh ibu nya.
"Elsa, kamu tidak apa-apa?" ucap Ibu Nur, yang langsung bertanya tentang keadaan anak nya.
"Kenapa Ibu menanyakan aku? yang sakit itu Ibu bukan aku!"
Ibu Nur kembali melihat ke Arah Aidan yang berdiri di smaping Elsa.
Aidan langsung memeluk tubuh paruh baya itu, karena diri nya Ibu Nur sekarang tidak bisa berjalan lagi, apa lagi yang Aidan ketahui Elsa hanya memiliki Ibu nya saja di dunia ini.
"Maafkan saya Bu, karena saya, Ibu seperti ini," ucap Aidan dengan berderai air mata.
Walaupun Aidan di kenal sebagai anak yang paling kuat dan juga pendiam, namun sisi baiknya dia juga mudah rapuh.
Rapuh akan segala yang bersarang di dalam otak nya.
Ada rasa takut, setelah ini apa yang akan terjadi.
"Tidak apa-apa Nak, nama nya musibah kita semua tidak ada yang tahu!" terlebih selepas ini, kamu harus lebih berhati-hati lagi, jawab Nur.
Sungguh mulia sekali hati Bu Nur, tidak manaruh dendam dengan keadaannya sekarang.
"Bu kalo boleh, saya ingin bertanggung jawab kepada Ibu dan juga Elsa," izinkan saya untuk membantu bu, ucap Aidan dengan masih berderai air mata.
Elsa yang mendengar niat baik Aidan merasa sangat terharu, sebab selama ini Elsa tidak pernah menemui laki-laki yang mau bertanggung jawab seperti Aidan.
"Ibu tidak ingin membebani kamu Nak," Ibu masih mampu untuk bekerja, jawab Bu Nur.
__ADS_1
"Jangan menolak Bu! biarkan anak saya bertanggung jawab untuk semua nya!" biar nanti nya dia tidak menjadi laki-laki pengecut di kemudian hari, ucap Lisa yang ikut membela anak nya.