
Setelah kepergian Pak Gani.
Arin berhenti dengan sandiwara nya, karena dari awal Arin hanya ingin balas dendam, ingin memberi tahu bagaimana saat itu perasaannya.
Dan hasilnya adalah Pak Gani juga merasakan hal yang sama.
Pak Gani lah di sini merasakan ke cemburuan yang besar, sehingga meninggalkan acara tersebut tanpa bermaitan kepada semua dewan Guru.
Saat ini Arin bersama ke dua teman nya berada di kantin sekolah.
Mereka memesan menu yang sering mereka pesan, yaitu Mie Ayam, dan Es jeruk.
Tiba-tiba datanglah ke 3 kakak kembaran Arin, mereka juga ikut bergabung untuk makan siang mereka.
Tanpa minta izin, ke 3 laki-laki tersebut duduk begitu santai nya di dekat ke 2 teman Arin.
Yang saat ini Arin duduk bersebelahan dengan Adrian, Desi yang bersebelahan dengan Aidan, dan Indah bersebelah dengan Adnan.
Mereka ber 6 seperti sepasang kekasih, jika tidak ada yang tahu hubungan mereka saat ini apa?
"Kenapa tiba-tiba Pak Gani mengahampiri mu?" pertanyaan yang dari tadi ada di dalam pikiran ke 4 anak manusia itu, terwakili oleh pertanyaan dari Adnan, kakak pertama dari Arin.
"Aku males saja Bang, terus Pak Gani meminta aku ikut lomba!" lah apa salah nya aku mencoba dengan kak Haidar.
"Aku rasa ini bukan Arin ku deh!" ucap Adrian yang ikut menimpali pembicaraan Adnan.
"Maksud Mas Adrian?" aku tidak mengerti.
"Jika memang Pak Gani meminta mu untuk lomba, kenapa saat kamu bermain bersama Haidar dia malah pergi!" dan tak menghiraukan dengan panggilan para dewan Guru, ucap Adrian.
"Dan seharus nya Pak Gani memilih untuk tetap di sana melihat permainan kamu dengan Haidar saat itu," ucap Aidan yang juga ikut bersuara.
"Nah betul sekali," ucap ke dua sahabat Arin yaitu Desi dan Indah.
"Mana aku tahu," kilah Arin, yang menjauhi pertanyaan demi pertanyaan dari suadara kembar dan ke 2 sahabat nya itu.
__ADS_1
"Apa ada yang kau sembunyikan Rin?" ucap Adnan kepada Arin.
Sebab ke 3 saudara kembar Arin lebih peka daripada sahabat Arin.
Mereka ber 4 di kandung secara bersaman, di lahirkan secara bersamaan, dan di besarkan juga secara bersamaan.
Jadi setiap sakit, sedih, galau, bahagia yang Arin rasakan, juga dapat mereka rasakan.
Arin tak dapat berbohong kepada saudara kembar nya.
Sekuat-kuat Arin menyimpan rahasia, maka secepat-cepat nya akan di ketahui oleh sudara kembar nya.
Di Meja paling pojok, ada ke 3 anak manusia yang melihat Arin bersama laki-laki yang mereka suka.
Siapa lagi kalo bukan Adel, Amanda, dan Aruna.
Sampai saat ini mereka tak mengetahui bahwa Arin dan ke 3 laki-laki itu adalah saudara kembar Arin.
"Lihat saja nanti akan aku beri pelajaran kau Arin!" ucap Adel yang masih bisa di dengar oleh Amanda dan Aruna.
Karena yang lebih cantik dari Arin adalah Adel, yang mampu mendapatkan Pak Gani juga Adel.
Itu pemikiran Adel ya gaes π€π€ kenyataan kan berbeda.
Arin berpmitan kepada suadara kembar nya dan ke dua sahabat nya untuk ke kamar mandi sebentar.
Indah yang ingin menemani Arin, di tolak Arin.
"Aku temanin ya Rin," ucap Indah kepada Arin.
"Aku sebentar saja, kamu di sini temanin Desi dan kakak aku!" jawab Arin.
Arin pergi begitu saja meninggalkan ke 5 orang itu.
Saat Arin berjalan di koridor sekolah, tiba-tiba ada yang manarik lengan Arin dan membekap mulut Arin.
__ADS_1
Arin di bawa masuk ke dalam ruangannya.
Beruntung saja saat itu suasana sangat sepi, apalagi orang itu ketahu selsi tv bagian dekat ruangan Guru lagi ada kerusakan.
Pintu di kunci, dan Arin di bawa ke kamar pribadi Pak Gani.
Ya yang menculik Arin saat itu adalah Pak Gani.
Gani yang sudah tak tahan oleh kelakuan kekasih kecil nya itu, memilih untuk menculik sebentar.
Gani akan memberi hukuman kepada Arin, yang berani-berani nya membuat hati nya kacau.
Gani mengungkung tubuh Arin, hal yang dari kemaren ingin Gani lakukan, namun harus Gani tahan.
Namun hari ini Gani tak perduli dengan tanggapan apa dari Arin.
"Bapak menculik ku?" ucap Arin yang menatap lekat mata Gani.
"Ini bukan menculik nama nya, melainkan membawa!" jawab Gani.
"Sama saja Pak, Bapak membawa ku secara diam-diaman!" apa lagi saat ini kita sedang berdua di dalam kamar pribadi Bapak.
"Jika aku menculik mu, maka saat ini juga aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi!"
Tanpa menunggu lama Gani langsung mendaratkan ke**pan di bibir manis Arin.
Hal itu membuat mata Arin melotot karena aksi dari Pak Gani.
Karena tak ada penolakan, Gani memperdalam lum**an itu sehingga terdengar kecapan manis antara bertukar saliva.
Karena ini pertama bagi Arin, mebuat Arin tak bisa menolak, namun juga tak melawani perbuatan Gani.
Ayo gaes kasih author semangat nya, mana jempol kalian πππ
Like, Komen, Hadiah, dan Vote nya Author tunggu ya π€π€π€π
__ADS_1