Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Diner Romantis


__ADS_3

Tidak lama setelah itu, Dimas datang dengan motor Ninja keluaran terbaru, yang tidak kalah nya dengan motor milik Dion.


"Ayo Rin! Pak Gani, Arin sama aku duluan ya," ucap Dimas yang penuh kesopanan kepada Gani.


"Hati-hati bawa nya Dimas!" jawab Gani.


"Pak Gani, Kak Dion, Arin duluan ya sama kak Dimas."


"Hati-hati Rin," jawab Gani dan Dion bersamaan.


Setelah itu motor Dimas melaju, meninggalkan Dion dan Gani yang saat ini masih berada di tempat.



"Aku tahu bapak pasti menyukai Arin," asal Bapak tahu, sebelum Bapak terlalu jauh memiliki perasaan kepada Arin, Bapak cepat-cepat bangun dari mimpi mu itu, ucap Dion dengan nada sombong nya.


"Apa hak mu melarang perasaan saya?" jawab Gani.


"Sadar diri Pak! Bapak itu sudah tua, orang tua Arin tidak mungkin merestui hubungan kalian."


Kata-kata Dion sungguh sangat kasar, sebagai seorang laki-laki berpendidikan tidak sepantas nya berkata seperti itu.


Namun Dion tidak merasakan hal seperti itu.


Saat ini Dion merasa paling benar, apa lagi Dion sangat membanggakan diri nya yang seorang pegawai Bank.


"Itu bukan urusan kamu, saya suka kepada Arin atau tidak, itu bukan urusan kamu!"


"Kita lihat saja nanti, siapa yang bisa mendapatkan Arin! saya atau Bapak."


Setelah itu Dion pergi dengan motor besar nya, meninggalkan Gani yang masih berada di tempat itu.


'Aku harus sadar diri Rin, benar apa yang di katakan oleh Dion,' batin Gani.


Setelah itu Gani melajukan motornya, untuk segera pulang ke rumah nya.


Setelah sampai di depan rumah Arin, Dimas tersenyum melihat muka Arin.

__ADS_1


"Enak ya jadi rebutan," ucap Dimas kepada Arin.


"Apaan sih kak," jawab Arin.


"Seperti nya Dion dan Pak Gani, menyukai kamu Rin!" di antara mereka kamu menyukai siapa Rin?


"Apan sih kak Dimas ngaur deh! aku kan masih sekolah kak, nanti di marahin Papah sama Mamah," jawab Arin kepada Dimas.


"Yakin? gak bohong kan?" ucap Dimas yang masih betah untuk menjahili Arin.


"Tau ah, makasih ya kak Dim," aku mau masuk dulu," ucap Arin yang langsung meninggalkan Dimas, tanpa mengajak Dimas untuk masuk dulu.


"Masuk dulu kak!" ucap Aidan yang baru sampai dari bengkel motor nya.


"Langsung pulang saja aku," jawab Dimas.


"Hati-hati kak Dim, terimakasih sudah antar Arin pulang."


"Sama-sama," dia kan adik aku juga.


Setelah itu Dimas pergi meninggalkan Aidan yang masih berdiri di pekarangan rumah nya.


"Arin ikut Papah," ucap Arin yang bergelayut manja di tangan Adi.


Namun tangan Arin terus di tarik oleh Adnan.


"Jangan ganggu Mamah, Papah!" ucap Adnan kepada Arin.


"Tau nih, durhaka loh!" Papah sama Mamah kan jarang liburan berduaan, jawab Adrian.


"Nanti kalo kalian liburan, Papah janji akan ajak kemana kalian mau."


"Janji ya Pah! Papah tidak bohong sama Arin!"


"Iya sayang, Papah janji."


"Baiklah Arin izinkan Mamah sama Papah pergi."

__ADS_1


"Terimakasih prinses Papah," jawab Adi.


Degggggggg.


Jantung Arin berdetak sangat cepat, saat mendengar kata prinses yang biasa nya Gani ucapkan kepada Ara.


"Sama-sama Papah."


Setelah itu Adi dan Lisa pergi meninggalkan kediaman rumah mereka menaiki mobil kesayangan Adi, yang barun 1 tahun ini dia beli.


"Kita mau kemana Mas?" ucap Lisa kepada Adi.


"Nanti kamu juga pasti tahu sayang!"


Pada malam hari, suasana terasa indah sekali.


Entah kemana Adi membawa diri nya, sampai 1 jam lama nya mereka belum juga sampai.


Setelah 30 menit akhirnya Adi dan Lisa sampai di sebuah Pantai yang cukup sepi tanpa ada seseorang.


Namun seperti nya Adi sudah menyiapkan semua nya, sehingga ada tempat meja romantis di pinggir pesisir pantai.



"Kamu suka sayang?" ucap Adi kepada Lisa.


Saat ini Adi dan Lisa berdiri di sekeliling lilin-lilin yang bernyala.


"Suka sekali Mas, tumben Mas baru bisa romantis seperti ini?" dulu-dulu Mas tidak pernah romantis, kalo mau romantis juga aku nya di bawa ke tempat angkringan serasa masih anak muda.


Adi mencubit hidung Lisa, gemas sekali dengan pertanyaan seperti ini.


"Dulu kan Mas tidak punya apa-apa sayang! untuk makan kita hari ini dan esok pun dengan susah payah Mas cari," sekarang Alhamdulillah Mas sudah banyak rezeky, jadi maapkan Mas baru bisa seromantis ini sama kamu sayang.


"Tidak apa-apa Mas, ini pun sudah Alhamdulillah," kita sudah tua Mas, anak-anak kita juga pada besar-besar, bagi ku cukup mas Adi selalu bersama di samping ku, menikmati hari tua bersama itu lebih dari cukup.


__ADS_1



Author kasih Visual Mas Adi dan Lisa ya gaes๐Ÿค—๐Ÿค— Mas Adi nya author ganti ya, supaya Lisa ada teman di foto nya ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


__ADS_2