Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Bertemu Pak Gani


__ADS_3

Sedang asik mengobrol bersama Keira, tiba-tiba pintu kamar di ketok dari arah luar.


Tok tok tok


"Iya masuk! pintu nya tidak di kunci," ucap Keira.


"Rin kamu pulang apa masih mau di sini?" ucap Lisa kepada Arin.


"Di sini saja dulu Mah, Mamah mau pulang sekarang?"


"Iya Rin Papah mu jemput Mamah," jawab Lisa.


Setelah mengatakan hal itu, Lisa pergi dari kamar Keira dan menemui Nury dan Adi yang masih berada di ruang tamu.


"Aku pulang dulu ya," ucap Lisa kepada Nury.


"Iya mbak hati-hati," jawab Nury kepada Lisa.


Saat di perjalanan, Adi menawarkan untuk mencari makan kepada Lisa.


"Mau makan dulu yank," ucap Adi kepada Lisa.


"Makan dimana Mas? aku bosan sudah sering makan di kampung sini," jawab Lisa.


"Widihhhh gaya mu yank! seperti istri bos besar saja pakai kata bosan."


"Heeee memang benar Mas, terus mau makan dimana Mas?"


"Kita diner saja yuk yank! sudah lama juga kita tidak makan berdua," ucap Adi yang merencanakan diner ala romantis.


"Boleh Mas, kalo begitu malam ini saja Mas! jadi kita pulang dulu!"


"Baik Sayang," jawab Adi.


Setelah sampai ke rumah nya, Lisa cepat-cepat memasak menu makan malam ini, untuk ibu Adi dan ke empat anak kembar Adi dan Lisa

__ADS_1


Karena setelah sholat magrib, Lisa dan Adi akan segera pergi untuk Diner romantis malam ini dan akan menginap di Hotel.


"Kei aku pulang dulu ya," ucap Lisa kepada Keira.


"Mau Aunty antar Rin?"


"Arin jalan kaki saja Aunty!" hitung-hitung mau olah raga, jawab Arin kepada Nury.


"Serius mau jalan saja Rin?"


"Iya Aaunty aku serius ko."


Setelah itu Arin pulang berjalan kaki, karena tidak ingin di antar oleh Nury.


Saat Arin sedang asik berjalan, menikmati indah nya sore di desa.


Tiba-tiba dari belakang, ada bunyi klakson motor.


Saat Arin menengok ke belakang, senyum Arin sedikit terangkat.


"Mau kemana Rin?" ucap Gani kepada Arin.


"Datang dari mana Rin.?


"Ke rumah saudara Pak, kalo bapak sendiri dari mana?"


"Saya dari rumah teman Rin, yang ada di desa sini." jawab Gani.


"Teman nya cwe apa cwo Pak?" ucap Arin yang refleks bertanya kepada Pak Gani.


"Kalo cwe kenapa? klo cwo kenapa?" ucap Pak Gani yang mulai usil kepada Arin.


Belum sempat Arin menjawab ucapan dari Guru sekolah nya itu, tiba-tiba dari arah belakang terdengar lagi suara motor CBR yang di kendarai oleh Dion.


"Arin ngapain di sini?" ucap Dion kepada Arin dengan tatapan tidak suka, sebab Arin sedang berduaan di tepi jalan dengan seorang laki-laki yang Dion yakini sudah matang.

__ADS_1


"Arin tidak senghaja ketemu Guru Sekolah Arin kak," jawan Arin apa adanya.


Sebab kenyataannya memang benar, jika mereka tidak senghaja bertemu.


"Dia siapa Rin?" ucap Gani yang kali ini bertanya kepada Arin.


Sebab Gani sangat mengerti bahwa laki-laki yang bernama Dion ini menatap diri nya tidak suka.


'Sepertinya dia menyukai Arin,' batin Gani.


"Dia kak Dion Pak, kakak nya Desi teman aku di sekolah," jawab Arin.


"Biar aku antar Rin! nanti Papah kamu pasti nungguin." ucap Dion.


Arin merasa tidak enak, jika diri nya ikut bersama Dion, dan meninggalkan Pak Gani sendirian di sini.


"Maap Kak aku bisa pulang sendiri."


"Pulang sendiri atau mau minta antar Pak Gani Rin?" jawab Dion yang semakin membuat Arin tidak enak hati kepada Pak Gani.


"Aku hanya mau jalan kaki saja kak," ucap Arin.


Dalam situasi seperti ini, Arin merasa sangat tidak enak sekali kepada Pak Gani.


'Kak Dion apa-apaan sih, seenaknya saja nuduh orang,' kalo iya aku mau di antar Pak Gani memangnya kenapa? batin Arin.


Kebaikan berpihak kepada Arin, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan Arin, siapa lagi kalo bukan mobil Lukman dan Dimas.


"Loh Arin kenapa?" ucap Dimas yang merasa bingung, karena saat ini Arin bersama Dion dan seorang laki-laki yang berumur sedikit matang.


"Tidak apa-apa kak, oh iya kak antar aku pulang ya!" pinta Arin yang memohon kepada Dimas.


"Ok Rin, tapi tunggu di sini sebentar ya! aku antar papah dulu pulang," jawab Dimas.


"Dim, biar Arin aku saja yang antar! kamu kan dari kota!"

__ADS_1


"Aku juga ada urusan kepada Arin, jadi biar aku yang antar dia pulang!" orang tua Arin lebih percaya jika Arin pulang bersama aku daripada orang lain, jawab Dimas kepada Dion.


Setelah itu Dimas melajukan mobilnya, untuk mengantar Lukman terlebih dahulu.


__ADS_2