
Pagi-pagi sekali Arin sudah pada asik dengan teriakannya.
Arin tidak ingin jika hari ini diri nya akan terlambat masuk kelas.
Karena hari ini adalah jadwal Pak Gani mengajar.
"Hati-hati sayang! Kenapa jadi cepat-cepat sih?" ucap Adi kepada Arin.
"Arin mau cepat ke sekolah Pah, nanti Arin terlambat." jawab Arin.
"Kakak kalian saja masih sarapan, kenapa kamu jadi cepat-cepat?" ucap Lisa.
Arin melihat ke arah ke dua kakak nya, namun Arin tidak melihat keberadaan kakak ke tiga nya.
"Kak Aidan mana Mah?" tanya Arin.
"Mamah tanya apa? kamu jawab apa?" ucap Lisa.
Sedangkan Arin hanya tersenyum malu, ternyata Mamah nya masih ingat dengan pertanyaannya.
"Yasudah Arin berangkat dulu." jawab Arin
Arin mencium pipi kanan dan kiri, Adi dan Lisa, setelah itu mencium pipi kanan dan kiri Nenek nya.
"Arin berangkat."
Setelah suara motor Arin terdengar meninggalkan kediaman Adi.
Adnan dan Adrian juga berpamitan kepada Papah, Mamah, dan juga Nenek nya.
__ADS_1
"Kami berangkat." ucap Adnan dan Adrian.
***
Di lain tempat.
Elsa yang bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan buat Ibu dan juga Aidan.
Hanya ada nasi dan telur ayam.
Jadi pagi ini Elsa hanya memasak nasi goreng dan telur mata sapi.
"Maaf hanya ada ini." ucap Elsa.
Aidan tipikal laki-laki yang tidak pernah memilih masalah menu makanan.
Banyak orang di luaran sana pada kesusahan untuk makan, jadi Aidan masih bersyukur untuk bisa makan walaupun hanya nasi goreng dengan telur mata sapi.
"Tidak apa-apa." jawab Aidan.
"Ibu makan ya! nanti di kamar aku siapkan air dan juga ada roti Bu, kalo sewaktu-waktu Ibu lapar."
"Dan aku janji setelah pulang sekolah, aku akan cepat pulang Bu." ucap Elsa kepada Ibu nya.
Setelah selesai sarapan, Aidan meminta Elsa untuk ke kamar nya.
Dengan hati-hati Elsa memberanikan diri nya untuk masuk ke dalam kamar Aidan.
Saat ini Elsa dan Aidan berpisah kamar, karena itu adalah permintaan dari Elsa sendiri, dan Aidan tidak memaksakan hal itu.
__ADS_1
"Ada apa Mas?" ucap Elsa kepada Aidan.
"Ini ada uang satu juta, nanti sepulang sekolah kamu berlanja untuk keperluan kita di rumah!" jawab Aidan.
"Ini sangat banyak Mas, aku tidak bisa memegang uang sebanyak ini." ucap Elsa.
"Simpan saja, hitung-hitung belajar mengelola uang, dan kamu juga bisa memakai uang itu untuk keperluan kamu sendiri." jawab Aidan.
"Mas serius aku boleh pakai uang ini, buat keperluan aku juga?" ucap Elsa yang merasa masih tidak percaya.
"Iya pakai saja!" jawab Aidan.
"Terimakasih ya Mas, nanti sepulang sekolah aku akan membeli keperluan rumah." ucap Elsa.
Sebelum berangkat sekolah, Elsa mencium telapak tangan Aidan.
Walaupun di antara mereka belum ada cinta, namun Aidan atau Elsa akan berusaha agar rumah tangga nya semakin tumbuh getaran cinta.
Aidan dan Elsa menaiki motor mereka masing-masing, jadi Aidan tidak perlu mengantar Elsa pergi ke sekolah nya.
***
"Selamat pagi anak-anak." ucap Gani kepada semua murid.
"Pagi Pak." jawab Semua nya.
Gani tersenyum ke arah Arin dan hal itu tertangkap basah oleh Adel.
Adel sangat marah kepada Arin, dan bertekat akan memberi Arin pelajaran.
__ADS_1