
Setelah Gani sampai di depan rumah Arin, Gani disambut dengan baik. namun tampak wajah keluarga Arin terlihat sangat sedih dan sangat kusut. "Maaf Pak saya terlambat karena harus mengurus anak saya yang baru saja masuk rumah sakit," ucap Gani ia meminta maaf kepada Adi.
"Tidak apa-apa Pak Gani saya sangat mengerti, namun saya merasa sangat bingung sampai saat ini Arin belum saja pulang apalagi saya sudah mencari kemana-mana sampai ke sekolahan pun Arin juga tidak ditemukan dan satpam bilang Arin sudah pulang," jawab Adi yang terlihat sangat sedih.
"Baiklah Pak biarlah sama-sama kita mencari keberadaan Arin, apakah ada tempat yang belum bapak cari?" Tanya Gani.
Gani masih bersikap sangat tenang, namun pandangan mata ketiga saudara kembar Arin terlihat sangat tajam memandang ke arah Gani.
"Papa istirahat saja dulu! Biar Arin kami yang mencari bersama Pak Gani. dari siang tadi Papah tidak ada istirahat," ucap Adnan kepada Adi.
"Bagaimana bisa Papah istirahat sedangkan adikmu saja sampai saat ini Papah tidak tahu di mana keberadaan dirinya," jelas Adi.
"Yakinkan kepada kami bertiga, kalau kami bisa membawa Arin pulang ke rumah. kalau memang kami tidak bisa mendapatkan Arin, Papah punya banyak tenaga untuk membantu kami kembali mencari Arin," ucap Adnan.
__ADS_1
Adi tidak mungkin membiarkan ketiga anaknya mencari saudara kembar nya. namun saat ini dirinya memang benar-benar sangat lelah karena seharian penuh Adi mencari keberadaan Arin yang entah berada di mana saat ini.
"Bener apa kata anak-anak, Istirahatlah dulu! Jika mereka semua tidak dapat menemukan Arin, kamu masih memiliki tenaga untuk mencari keberadaan putrimu itu," ucap ibu Adi yang memberi saran.
Sedangkan Lisa tidak dapat berbicara lagi karena saat ini merasa hatinya sangat hancur dengan kehilangan Putri kecilnya itu.
Setelah mempertimbangkan semuanya Adi setuju kalau saat ini dirinya memilih untuk istirahat sebentar dan nanti akan kembali mencari keberadaan Arin saat ini.
Mereka semua berpencar mencari keberadaan Arin. namun saat semuanya berpencar ketiga kembar itu menghunuskan tatapan tajam ke arah Gani. "Aku yakin pak Gani pasti mengetahui keberadaan Arin? Saat ini katakan kepada kami Pak jangan pernah menutupi semuanya!" Ucap Adnan.
"Pak jangan pernah Egois dengan perasaan bapak sendiri! Ingat, Arin masih memiliki saudara dan juga keluarga. jauhilah dia kalau memang Bapak benar-benar menyayangi adik kami," ucap Adrian.
"Aku memang bisa menjauhi adik kalian, tapi perasaanku tidak pernah bisa melupakannya. marilah sama-sama kita mencari masalah perihal aku menjauhi atau tidak, biarlah menjadi urusanku bersama Arin nantinya," jawab Gani.
__ADS_1
Adnan, Adrian, dan Aidan, hanya bisa pasrah dan menerima ucapan dari Gani. Gani kembali menghubungi nomor tersebut dan meminta kepada orang itu untuk mengembalikan Arin kepada orang tuanya dan berjanji tidak akan mendekati Arin lagi.
Walaupun rasanya sangat sakit, Gani harus ikhlas dan tidak boleh egois karena memang benar Arin masih memiliki saudara dan keluarga yang sangat menyayanginya biarlah hubungannya sampai di sini.
"Tolong kembalikan Arin kepada keluarganya! Aku akan menjauhinya dan tidak akan lagi menemuinya," ucap Gani kepada menelpon di seberang sana.
"Apakah ucapanmu itu memang benar dan bisa dipercaya? Jika saja aku mengetahuinya maka dengan mudahnya aku bisa menyingkirkan Arin, dan bukan kamu saja yang tidak dapat melihatnya lagi bahkan seluruh dunia pun tidak akan pernah menemui Arin lagi," jawab penelepon tersebut.
"Baiklah aku berjanji tolong kembalikan Arin kepada keluarganya! Dan setelah itu aku tidak akan menemuinya lagi," ucap Gani dan tak terasa air matanya menetes begitu saja.
"Mungkin ini yang terbaik untuk hubungan kita, percayalah sayang kau kan selalu menjadi kekasih kecilku yang tak akan pernah tergantikan. jika memang suatu saat kita berjodoh maka Tuhan akan mempertemukan kita dalam keadaan apapun itu," batin Gani yang meneteskan air matanya.
"Bersabarlah Pak jika memang jodoh bagaimanapun rintangannya bapak pasti bersatu dengan Arin," ucap Aidan yang memberi semangat kepada Gani.
__ADS_1
Sifat Aidan lumayan sangat dewasa. bukan masalah perihal umurnya saja karena saat ini Aidan juga sudah memiliki keluarga yang entah bagaimana jika posisi Gani saat ini ada di posisi dirinya.