Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Penculikan


__ADS_3

Setelah Gani sampai di Rumah Sakit. Ternyata di sana sudah ada Ibu nya yang lebih cepat sampai.


"Bagaimana Ara Bu?" tanya Gani kepada Ibu nya.


"Dokter masih memperiksa keadaan Ara, kamu tidak usah khuatir! doa kan saja agar tidak ada luka yang dalam." jawab Ibu Gani.


"Maaf Bu aku sangat khuatir." ucap Gani.


"Tidak apa-apa Nak, tidak ada orang tua yang akan merasa tenang jika anak nya dalam keadaan sakit." jawab Ibu Gani.


Setelah itu Dokter pun keluar dari ruangan pemeriksaanya Ara.


"Bagaimana anak saya Dokter?" tanya Gani kepada seorang Dokter perempuan itu.


"Maaf Pak bisa ikut saya ke ruangan sebentar." jawab Dokter tersebut.


"Baik Bu Dokter." ucap Gani.


Setelah Gani dan Ibu Dokter tersebut sudah sampai di ruangan. Bu Dokter mulai menyampaikan tentang kesehatan Ara.


"Maaf Pak sebelumnya perkenalkan dulu nama saya Sinta. Saya adalah Dokter spesialis anak." ucap Dokter Sinta.

__ADS_1


"Nama saya Abdul Gani Bu, panggil saja Gani." jawab Gani.


"Begini Pak Gani, anak Bapak tidak mengalami luka yang cukup parah, namun untuk malam ini saya sarankan untuk menginap dulu, sebab besok pagi tim kami akan melakukan sekali lagi ronsen di bagian kepala agar tidak ada penyumbatan atau gumpalan darah di bagian otak nya." jelas Dokter Sinta.


"Baik Bu Dokter, tolong lakukan yang terbaik kepada anak saya! masalah uang itu akan saya usahakan selalu cukup." ucap Gani.


"Baik Pak Gani terimaksih untuk semua kepercayaan Bapak." jawab Dokter Sinta.


Setelah itu Gani keluar dari ruangan Dokter tersebut dan berjalan ke arah dimana saat ini Ara sudah di pindahkan ke ruangan yang lumayan cukup besar.


"Apa kata Dokter? apakah sakitnya parah, sehingga harus di rawat untuk malam ini?" ucap Ibu Gani.


"Alhamdulillah Bu tidak terjadi apa-apa, hanya saja Dokter mau memastikan agar tidak ada penggumpalan darah di bagian kepala Ara." jawab Gani dengan suara beratnya.


Namun saat Gani ingin mulai menghubingi nomer Arin, tiba-tiba phonselnya mati karena sudah kehabisan betrai handphone.


"Bu aku titip Ara dulu ya, aku mau pulang dan akan kembali mungkin setelah sholat Asar nanti Bu." ucap Gani kepada Ibu nya.


"Iya Nak, pulanglah dulu!" jawab Ibu Gani.


Setelah mendapatkan izin dari Ibu nya. Gani mengendarai motor matic nya untuk menuju pulang ke rumah.

__ADS_1


Rasa lelah Gani sungguh sangat menyiksa. entah kenapa tiba-tiba putri kecilnya yang sering pendiam tiba-tiba bisa berkelahi dan sampai berakibat patal.


Sesampainya di rumah, Gani langsung membuka pintu rumah nya dan langsung masuk ke dalam kamar untuk segera mengisi daya hanphone nya yang saat ini sedang mati total.


Hingga Gani terkejut saat melihat banyak nya panggilan masuk dari nomer yang tidak di kenal dan juga salah satunya nomer dari sekolah Ara.


***


Setelah Arin melangkah ingin menuju parkiran motor, tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya sampai Arin tidak sadarkan diri.


Arin di bawa ke suatu tempat di mana tempat itu tidak ada orang satu pun yang lewat, bahkan bisa di bilang tempat itu sangat sepi tanpa berpenghuni.


***


Jam sudah menunjukan pukul 06.42 namun Arin juga belum ada tanda-tanda akan pulang ke rumah.


Sebelum berangkat Arin juga tidak mengatakan bahwa hari ini akan mengantarkan pesanan para pelangganya.


Hal itu yang membuat Lisa merasa sangat cemas, sebab Arin tidak pernah pulang selarut ini, apa lagi tidak ada memberi kabar sedikit pun.


😅😅😅 Maafkan author yang sering terlambat up

__ADS_1


Terimakasih yang masih bertahan di bagian Favorit ☺️☺️☺️


__ADS_2