Perjalanan Cinta Kembar Empat

Perjalanan Cinta Kembar Empat
Jahilnya Adrian Kepada Adnan


__ADS_3

Lisa dan Arin pulang terlebih dahulu.


Karena kata nya, Adi sudah datang dari kota bersama dengan Lukman.


Entah apa yang mereka lakukan di kota, sehingga Nury merasa kesal.


Sebab mereka berdua tidak pernah sama sekali pergi berdua.


Sering kali Lukman pergi ke kota, namun selalu bersama dengan Dimas.


Tapi kali ini, Lukman malah pergi bersama dengan Adi.


#Flashback On


"Mas mau ke kota sama Mas Adi ngapain sih?" kenapa gak ajak Dimas saja? ucap Nury kepada Lukman.


"Mas ada urusan sayang, ada beberapa hal penting yang harus Mas tangani bersama Adi."


"Tumben sekali kamu sama Mas Adi? biasa nya juga ajak Dimas?" kamu sebenarnya mau kemana sih Mas? kamu mau nakal lagi ya?


"Jangan nuduh Mas yang macam-macam sayang!" Mas tidak seperti dulu lagi.


Nury semakin marah, karena Lukman tak mengatakan apa yang dia lakukan pergi ke kota bersama dengan Adi.


Waktu Lukman pergi pun, Nury tidak ingin mengantarkan nya.


Tidak seperti biasa nya yang selalu mengantarkan dan cupika-cupiki dengan Lukman.


#Flashback Off.


"Mampir dulu!" ucap Adi kepada Lukman.


"Tidak, aku langsung pulang saja," lain kali saja aku mampir nya, jawab Lukman.


Setelah itu Lukman pergi meninggalkan kediaman Adi, untuk secepatnya pulang ke rumah.


Sebelum Adi membuka pintu rumah nya, ternyata Lisa dan Arin baru saja sampai di rumah.


Lisa senghaja tidak mengatakan kejadian Aidan kepada Adi.


Sebab jika Lisa mengatakan hal itu, kemungkinan Adi merasa tidak tenang berada di kota.


"Dari mana sayang? kok tumben mau Magrib baru pulang?" ucap Adi kepada Lisa dan Arin.


"Nanti aku ceritain Mas," jawab Lisa, sambil mencium telapak tangan Adi, dan di ikuti juga oleh Arin.

__ADS_1


"Papah bawa oleh-oleh buat Arin?" ucap Arin.


"Kita masuk dulu sayang! nanti akan Papah bagi oleh-oleh nya," jawab Adi.


***


Di rumah sakit.


Aidan yang seharian tak pulang ke rumah nya, merasakan tubuh nya teramat lengket oleh keringat.


Ingin pulang pun merasa tak berani kepada Elsa.


Aidan tidak ingin Elsa berpikir akan lari dari tanggung jawab.


"Kamu kenapa? apa tidak enak di sini?" ucap Elsa kepada Aidan.


"Tidak seperti itu, aku merasa semua badan ku sangat lengket," Mamah ku juga tidak bawa pakaian tadi waltu ke sini. jawab Aidan.


"Terus mau kamu apa?


"Tidak apa-apa." jawab Aidan.


Aidan menghubungi kakak nya, untuk meninta tolong membawa pakaiannya ke kelinik.


"Wa Alaikum Salam dek," ini lagi di rumah dek, ada apa?" jawab Adrian.


"Kak bisa tidak setelah selesai sholat Isa, tolong antarkan pakaian ku dan semua kebutuhan ku untuk besok ke sekolah!"


"Bisa dek, nanti kakak antar," jawab Adrian.


Setelah itu sambungan telepon terputus, akhirnya Aidan bisa bernafas lega karena kakak nya akan mengantarkan keperluannya ke sini.


***


"Apa sayang? Aidan menabrak seorang Ibu-ibu," ucap Adi yang sangat terkejut mendengar anak nya menabrak orang.


Saat ini Adi sedang berada di kamar bersama dengan Lisa.


Lisa menyiapkan air panas buat Adi mandi.


"Iya Mas, kejadian nya tadi siang setelah dia pulang sekolah," aku pun tak pernah lihat dia menangis Mas, tapi tadi dia menangis ketakutan, jawab Lisa.


"Terus sekarang bagaimana Ibu itu sayang?"


"Kaki nya patah Mas, dan kemungkinan sangat sulit untuk sembuh seperti dulu," dan Aidan juga mau bertanggung jawab untuk bembantu ke ekonomian Ibu itu bersama dengan anak gadis nya.

__ADS_1


"Anak gadis?" ucap Adi kepada Lisa.


"Iya Mas, kemungkinan umur nya lebih muda dari Aidan," seperti seumuran dengan Kei.


Setelah mendengar itu semua, Adi menjadi senyum-senyum, dan membuat hati Lisa menjadi bertanya-tanya.


"Kamu kenapa Mas?" ucap Lisa.


"Tidak apa-apa sayang, Mas hanya ingin bertemu dengan mereka," aku akan pergi bersama Adnan, kamu mau ikut sayang?


"Aku lelah Mas, Mas Adi saja pergi sama anak-anak!" jawab Lisa.


Setelah selsesai Sholat Isa, Adi pergi ke kamar Adnan untuk mengajak pergi ke rumah sakit.


Tok tok tok


"Iya masuk saja!" ucap Adnan.


"Apa kamu sibuk malam ini?" jawab Adi kepada Adnan.


Sebenarnya malam ini Adnan ingin pergi ke rumah Hanin.


Karena sudah ada janji ingin bakar-bakar ayam dengan kakek nya Hanin.


Namun Adnan juga kasihan kepada adik kembar nya itu.


"Memangnya Papah mau kemana?" ucap Adnan.


"Temanin Papah ke kelinik, mau lihat Aidan dan juga Ibu yang sudah di tabrak oleh Aidan!" jawab Adi.


Tiba-tiba dari arah luar Adrian datang dan mengajak Adi untuk pergi bersama.


"Dengan aku saja Pah, kebetulan aku mau ke tempat Aidan, sekalian untuk mengantar keperluannya," ucap Adrian.


"Baiklah tunggu Papah di depan!"


"Iya Pah," jawab Adrian.


Setelah Adi pergi, Adrian tersenyum mengejek kepada Adnan.


Pertanda Adrian mengetahui akal kakak kembar nya itu.


"Kau berhutang budi kepada ku Bang!" ucap Adrian.


"Baiklah," jawab Adnan dengan lesu.

__ADS_1


__ADS_2