
Ketika Aidan dan Elsa sudah berada di dalam ruangan kamar pasien.
"Kak, maksud Papah kamu itu apa sih? kita masih sekolah! dan aku juga baru kenal sama kamu, kenapa main nikah saja?" ucap Elsa.
"Panjang banget dek pertanyaannya? aku saja juga bingung mau Papah apa?" jawab Aidan.
"Pokok nya aku gk mau nikah sekarang kak! aku pengen sekolah dan masih pengen main sama teman-teman ku!" ucap Elsa yang pergi meninggalkan Aidan sendirian duduk di atas shopa.
Aidan tidak mengerti dengan jalan pikiran sang Papah.
Mana mungkin dia akan menikah dengan usia yang masih muda.
Bukan hanya Elsa saja yang ingin menikmati masa muda nya, namun Aidan juga masih ingin menikmati masa muda, dan masih banyak perjalanan yang ingin Aidan capai.
Jalan satu-satu nya yang bisa menyelesaikan masalah adalah Mamah nya.
'Ya, mungkin Mamah yang bisa membujuk Papah, sehingga masalah ini dapat teratasi,' batin Aidan.
Jam menunjukan pukul 3 pagi, namun Aidan belum juga bisa tertidur.
Sedangkan Elsa sudah tertidur pulas di samping Aidan.
#Flashback On
"Mau kemana?" ucap Aidan kepada Elsa.
"Bukan urusan mu! pikirkan bagaimana cara nya agar kita tidak menikah!" jawab Elsa.
"Jika kamu masih menjauh, jangan salahlan aku untuk meminta Papah menikahkan kita besok pagi juga!" ancam Aidan kepada Elsa.
Hal itulah yang membuat Elsa menjadi takut, jika memang benar Aidan akan menyetujui pernikahan itu terjadi.
"Aku mau tidur kak, aku capek! coba kakak lihat! ibu ku sedang sakit dan aku entah kedepannya bagaimana, jadi plis jangan buat hidup ku semakin susah?!" ucap Elsa yang meneteskan air mata nya.
"Tidurlah! biar itu menjadi urusan ku, aku tidak akan membuat hidup mu semakin susah, jika memang kita harus menikah." jawab Aidan.
__ADS_1
Aidan mengerti, jika setiap kemauan Papah nya itu tidak akan pernah bisa di tolak, sekalipun itu Mamah nya yang meminta langsung.
"Aku masih ingin sekolah kak, perjalanan ku masih panjang, dan aku tidak mau menikah muda." ucap Elsa.
"Kenapa tidak mau menikah muda?" jawab Aidan.
Aidan adalah tipikal laki-laki yang bersikap cuek, dingin, pendiam, dan kurang bergaul.
Namun jika Aidan mulai serius kepada seseorang, sikap nya akan berubah menjadi penyayang, serta penyabar.
"Menikah muda itu susah, harus bangun pagi menyiapkan semua nya untuk suami, berbagi ranjang, dan masih banyak lah." ucap Elsa.
"Terus apa beda nya dengan laki-laki, yang setiap pagi mencari nafkah, memberikan uang buat keperlun rumah dan juga istri, jadi inpas kan?" jawab Aidan.
"Tapi kan perempuan harus hamil, harus melayani suami!" ucap Elsa.
"Itu sudah menjadi kodrat nya wanita! siap tidak siap kamu harus melakukan hal seperti itu! berdosa jika tidak memberikan itu kepada suami!" jawab Aidan.
"Sudahlah pusing aku kak mikirkannya." ucap Elsa yang membaringkan tubuh nya di samping Aidan.
Sedangkan Aidan hanya menggeleng-gelengkan kepala nya, bingung dengan sikap Elsa yang masih labil.
#Flashback Off
Aidan tersenyum melihat Elsa yang saat ini tertidur pulas.
'Maaf Elsa, jika memang mengharuskan kita untuk menikah muda.' batin Aidan.
***
Saat ini Arin sedang menghadiri acara ulang tahun teman sekolah nya Ara.
Arin yang menggunakan pakaian yang simpel, namun terlihat sangat anggun dan cantik.
Sedangkan Ara, terlihat sangat cantik dan imuet, karena itu semua hasil dari hiasan dari tangan Arin.
__ADS_1
"Wah prinses nya Ayah cantik banget." ucap Gani kepada Ara.
Saat ini Arin sedang berada di kamar Ara, membantu Ara yang sedang merajuk karena penampilannya tidak sesuai dengan keinginannya.
Ara menangis histeris saat sang Nenek tidak sesuai menata rambut nya dengan apa yang Ara inginkan.
#Flashback On
Terpaksa Gani harus menghubungi Arin saat itu juga.
Padahal Arin juga sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara tersebut.
"Hallo Mom, tuh anak nya nangis." ucap Gani yang di seberang telepon.
Sedangkan Arin tersenyum, saat Gani memanggil nya dengan sebutan Mommy.
"Iya Ayah, sebentar lagi mau kesana, kenapa Ara nya nangis?" tanya Arin.
"Tidak mau di dandani sama Ibu, sayang." jawab Gani.
"Nih aku mau jalan Mas, aku segera kesana." ucap Arin.
"Iya Sayang hati-hati!" jawab Gani.
Setelah beberapa menit, akhirnya Arin sampai di kediaman Gani.
Arin memarkirkan motor nya, dan segera masuk.
Ternyata kedatangan Arin, langsung di sambut dengan tangisan Ara, yang kata nya riasan rambut nya jelek.
Padahal setiap hari nya juga seperti itu, namun Ara mulai merasa dekat dengan Arin, sehingga Ara menjadi manja.
"Sudah ya jangan nangis lagi! nanti cantik nya hilang loh." ucap Arin kepada Ara.
Sehingga dengan mudah nya Ara berhenti menangis, membuat Gani dengan Ibu nya melongo melihat kelakuan Ara yang baru.
__ADS_1
Ini Visual Ara ya gaes 🤗🤗