Perjalanan Cinta Prajurit

Perjalanan Cinta Prajurit
Ep 13


__ADS_3

Dimas masih saja diam memperhatikan wajah kakaknya yang menatapnya menuntut minta penjelasan. Dia bingung saat ini harus menjawab apa, apakah sekarang waktunya dia jujur mengatakan semuanya pada kakaknya itu kalau Alvar memanglah suami dari kakaknya.


“Sudahlah, mbak nggak butuh jawaban kamu lagi dim. Kamu sepertinya tidak ingin sama sekali untuk bilang sama mbak” kesal Dea yang sudah menunggu lama, dia langsung pergi.


“Mbak, Mbak Dea, tunggu dulu. aku belum bicara” tukas Dimas yang langsung mengejar kakaknya yang sudah keluar menenteng tas.


Dea yang berjalan cepat keluar tak sengaja menabrak seorang yang berjalan berlawanan dengannya saat ini. dia langsung mendongak melihat siapa orang yang dia tabrak ternyata Alvar. Wajahnya langsung berubah dingin menatap pria tak berekspresi di depannya itu.


“Mbak tunggu dulu sebentar ke..” ucapan Dimas yang berada di belakang Dea berhenti saat melihat kalau didepan rumahnya sudah berdiri seniornya yang juga kakak iparnya itu.


“Eh, bang Alvar” ucap Dimas kemudian.


“mbak pergi dulu, sudah kesiangan” tukas Dea begitu saja sambil melihat sekilas kearah Alvar yang melihatnya.


“Kau mau kemana?” tanya Alvar pada akhirnya membuka suara setelah melihat ada yang tidak beres dari Dimas dan juga Dea.


“bukan urusanmu” jawab Dea berbalik melihat kearah Alvar.


Alvar terdiam mendengar ucapan ketus tersebut, dia beralih melihat Dimas meminta penjelasan dari sikap Dea padanya.


Dea langsung pergi menuntun sepedanya sebelum dia naiki, dia akan menggunakan sepeda yang berada di depan rumahnya tersebut.


“Mbak, tunggu sebentar kenapa. Mbak” seru Dimas mengejar kakaknya yang telah pergi meninggalkan mereka berdua.


“Dia kenapa?” tanya Alvar penasaran


“Dia sepertinya kesal karena aku tidak kunjung menjawab pertanyaannya bang” jawab Dimas sambil menatap seniornya sesekali juga dia menunduk.


“Pertanyaan soal apa?” tanya Alvar ingin tahu.


“Soal bang Alvar suaminya atau bukan. Bang, aku rasa mbak Dea harus diberitahu dan diberi bukti yang jelas agar dia percaya bang. Bang Alvar sudah bilang kan kalau suaminya mbak Dea”


“Iya aku sudah bilang, tapi sepertinya dia tidak percaya padaku”


“makanya itu, abang harus berikan buktinya bang. Kalau tak ada bukti sepertinya mbak Dea sama sekali tidak bisa menerimanya. “ tutur Dimas.


“beri Dea cincin yang aku titipkan padamu dulu, kalau begitu aku pergi” ucap Alvar yang mengatakan hal itu dan langsung pamit pergi.


“Hah, gimana bang. aku nggak ngerti” tukas Dimas yang tak mengerti maksud Alvar barusan.


“Dulu aku pernah titip cincin kan padamu, berikan pada Dea”


“Terus aku harus bilang apa sama mbak Dea”


“Bilang saja itu dariku, kalau dia tidak percaya suruh buang saja” pungkas Alvar yang langsung pergi .

__ADS_1


“Bang, abang aja yang berikan kenapa. Kalau itu dibuang bagaimana?” seru Dimas pada Alvar yang pergi begitu saja bahkan tak menggubris ucapannya sama sekali.


“Pantes mereka jodoh, sama-sama aneh” dumel Dimas menatap kakak iparnya yang berjalan pergi.


..........................................


Alvar berdiri di depan para anggotanya yang sudah rapi berbaris didepannya saat ini, dia melayangkan tatapan tajamnya dengan sikap sempurnanya. Menunjukkan jika pemimpin harus memberikan sikap yang baik bagi anak buahnya.


“Istirahat di tempat grak,.” Serunya kemudian. Membuat semuanya mengikuti perintahnya saat ini.


“Kita berkumpul disini pada siang hari ini untuk memberitahu kalian, bahwa diantara kalian akan menjadi pelatih bagi para calon bintara yang akan mendaftar di sini. Jadi saya sebagai pimpinan kalian menghimbau pada kalian semua yang akan di tugaskan menjadi pelatih nanti bisa melakukan tugas dengan baik dan jangan ada main curang dalam penilaian meskipun itu keluarga sendiri. jiwa militer yang baik tak ada yang namanya orang dalam ataupun money politik mengerti” tukas Alvar dengan tegas menghimbau para bawahannya tersebut.


“Siap mengerti ndan” seru semuanya serempak.


“Selain itu, saya juga ingin mengatakan pada kalian untuk membersihkan mes kalian masing masing. Dalam wakt dekat Dandim dan anggota staff yang lain akan memeriksa setiap mes para Junior. Jadi kalian semua harus menjaga kebersihan dalam mes mengerti” pungkas Alvar lagi.


“Siap Ndan”


“Baiklah, saya rasa hanya itu saja yang ingin saya sampaikan. Mari berdoa lebih dulu sebelum kita melakukan binsik siang ini. Siap..Grak, berdoa menurut kepercayaan masing masing, mulai” tukas Alvar pada semuanya.


Semua yang ada di situ tentu saja mengikuti semua yang dikatakan atasan mereka, saat ini mereka memang akan melaksanakan bina fisik di siang hari yang begitu terik seperti saat ini.


Pasti nanti banyak para tentara yang membuka bajunya karena tak tahan dengan keringat yang menjadi saat memakai baju mereka. Jadi banyak dari mereka yang membuka baju meskipun kulit mereka terkena sinar matahari secara langsung, hal itu malah menyegarkan mereka karena terkena angin sepoi-sepoi.


......................................................


Teman-temannya mengatakan kalau dia adalah orang yang kurang percaya diri kaena fisiknya yang tak secantik perempuan lain. Dan yang lebih membuatnya syok ada seorang pria yang meyakinkan dirinya dan menerima dirinya saat itu siapa lagi pria itu kalau bukan Alvar. Mereka menjalin hubungan melalui media sosial dan tanpa melihat wajah satu sama lain. Tapi dari yang ia dengar Alvar tak mempermasalahkan itu bahkan tak ada sedikitpun Alvar memaksa untuk bertemu dirinya saat itu,.


“Apa benar yang mereka bilang soal Letda Alvar ? itu benar atau tidak. Tapi Hana tida mungkin boong soal itu, Fauzi juga tidak mungkin bohong.” Lirih Dea yang duduk sendiri di dalam Cafe menatap kosong kedepannya.


Dia baru mengingat Hana dan Juga Fauzi temannya dulu yang membantunya mengurus sekolah pemulung.


“De, maaf ya nunggu lama” tiba-tiba datang Gavin dan langsung menarik kursi didepan Dea saat ini.


“Iya nggak pa-pa kok, aku juga datangnya terlambat nggak sesuai janji” jawab Dea yang langsung tersadar dan melihat kearah Gavin.


“Kamu mau minum apa, biar karyawan ku yang buatin” pungkas Gavin menawarkan minum untuk Dea.


“Aku pesan jus mangga saja” jawab Dea.


“bentar ya,”


“Faisal, tolong jus mangga satu sama Capuccino satu ya.” Uap gavin sambil mengangkat tangannya pada salah satu karyawannya itu.


“Siap bos” jawab pria tinggi putih yang bernama Faisal.

__ADS_1


“Gimana kabar kamu Dea,?” tanya Gavin.


“Alhamdulilah baik”


“Maaf kalau boleh tahu kemarin kamu ke Jakarta ada urusan apa ya?” taya Gavin yang penasaran akan hal itu.


“tidak ada apa-apa hanya ingin pergi ke sana saja” jawab Dea tak terlalu jujur.


“Oh,”


“Maaf sebelumnya, nama kamu Gavin kan. kalau boleh aku ingin bertanya sesuatu padamu” pungkas Dea yang tak ingin berlama-lama.


“Iya namaku Gavin, mau tanya apa Dea?”


“Kamu kenal dengan pria yang bernama Alvar?” tanya Dea pada pria didepannya.


Gavin diam sejenak, dia menatap Dea yang menunggu jawabannya.


“Aku tidak kenal, tapi aku tahu dan pernah bertemu dengannya sekali kalau tidak salah” jawab Gavin sambil mengingat pertemuannya dengan Alvar saat dia menjenguk Dea saat koma dulu disitu dia melihat Alvar yang menemani perempuan yang dia suka.


“memangnya ada apa Dea?” tanya Gavin penasaran.


“Aku kira kau ke..”


“Bos minumannya sudah sampai, silahkan diminum Nona dan bos ku yang ganteng” ucap Faisal yang dtanag-datang menaruh minuman di meja mereka.


“Iya terimakasih” jawab Gavin dan juga Dea bersamaan.


“Aku kira kau mengenalnya”


“memang kenapa? Kau bertanya soal pria bernama Alvar”


“Tidak apa-apa” lirih Dea.


“Tapi aku dulu pernah dengar kalau dia itu pacarmu, dan katanya kau dan dia sudah bertunangan. Tapi aku juga tidak tahu kabar itu benar atau tidak” pungkas Gavin.


Dea menatap Gavin yang bilang seperti itu, hal itu semakin membuatnya yakin kalau memang yang di katakan Alvar padanya benar.


“Oh” lirih Dea bingung untuk meresponnya.


“Kamu mengingatnya?” tanya Gavin penasaran


“Tidak” jawab Dea, dan dia langsung meminum jusnya untuk mengalihkan pembicaraan dia tak ingin terlalu lama membicarakan masalah pribadi takutnya malah pria yang bernama Gavin ini berbohong tentang semuanya.


°°°

__ADS_1


T. B. C


__ADS_2