Perjalanan Cinta Prajurit

Perjalanan Cinta Prajurit
Ep 29


__ADS_3

Terlihat para tentara tengah melakukan bersih-bersi di kodim dari selokan lapangan hingga Aula yang digunakan untuk acara Alvar dan Dea kemarin.


Diantara mereka semua ada Dimas, Raka dan juga Hasan yang merupakan selentingan di Kodim. Kedua orang itu teman karib Dimas, kemana-mana selalu bertiga.


“Gila ya kemarin acaranya keren banget, pakai personil lengkap lagi. Ide siapa kemarin Dim?” ucap Raka bertanya pada Dimas.


“ya ide bang Alvar lah, siapa lagi” jawab Dimas sambil berjalan mendekat membawakan karung putih. “Nih taruh sini mineral bekasnya” ucap Dimas lagi sambil mengulurkan karung itu pada Raka.


“Keren ya ide Danton Alvar, dia bisa nyusun acara sedemikian detailnya” sahut Hasan yang berjalan mendekat untuk memasukkan aqua bekas minum ke karung.


“Bang Alvar kan memang pinter, udah deh nggak usah banyak ngobrol buruan kita beresin yang disini habis itu ke yang lain. Nanti para senior dan yang lainnya ngomel lagi sama kita” ucap Dimas yang tak terlalu mau membahas soal acara kemarin. Bukan apa-apa karena dia ingin pekerjaannya cepat selesai dan istirahat.


“kenapa sih Dim buru-buru banget, tuh lihat mereka juga masih pada sibuk” ucap Hasan sambil menunjuk tentara-tentara lain yang tampak masih bersih-bersih.


“Aku sudah capek, habis ini juga pekerjaanku masih banyak. Udah deh, ayo cus terus kita bantu yang lain” paksa Dimas dan langsung pergi duluan.


“Dimas,” panggil seseorang dan membuat Dimas dan kedua temannya langsung menoleh kebelakang melihat orang yang memanggil barusan.


“Iya bang” jawab Dimas saat melihat Damar dan dua teman Alvar.


“Bisa kemari sebentar Dim,” ucap Damar meminta Dimas untuk mendekati mereka.


“Iya, bentar bang Damar” ucap Dimas. “Aku kesan dulu ya, kalian buruan bersihin ini jangan ngobrol terus” ucap Dimas sebelum pergi.


Dimas langsung berjalan pergi kearah tiga orang tersebut,


“Iya kenapa abang-abang ku” ucap Dimas saat sudah berada didepan ketiga orang itu.


“Boleh pinjam mobil kamu nggak?” tanya Lutfi.


“Oh pinjam mobil, mau kemana abang-abang ini” ucap Dimas penasaran.


“Biasa keliling, sama sekalian mampir Magelang” sahut Damar.


“Oh, pakai aja kalau gitu mobilku bang. tapi kayaknya kuncinya di bang Alvar deh soalnya waktu itu mobilku di pakai sama dia”


“Iya kita sudah tahu kok. Ini kuncinya ada padaku” ucap radit sambil menunjukkan kunci mobil milik Dimas.


“Lah itu kuncinya ada sama bang Radit, terus kenapa pakai bilang aku bang” heran Dimas tak habis pikir dengan ketiganya.

__ADS_1


“ya kan situ yang punya mobil, kita ijin sama yang punya mobil lah” tukas Damar.


“Ya sudah pakai aja, sudah ya bang. aku kembali dulu ke sana”


“kita pinjam ya” ucap Lutfi sebelum pergi.


“ya pinjam saja,” jawab Dimas sambil berlari kearah ketiga temannya yang masih membersihkan bekas-bekas air mineral.


....................................................


Alvar masuk kedalam kamarnya, tepat dimana Dea baru selesai mandi. perempuan itu tengah mengeringkan rambutnya yang basah di depan meja rias pergerakannya itu langsung berhenti saat melihat Alvar yang masih. Dia jadi canggung sendiri melihat wajah pria itu di cermin.


“Kamu barusan mandi?” tanya Alvar sambil menutup pintu kamarnya kembali.


“I..iya mas” ucap Dea gugup tanpa berbalik melihat Alvar.


“Kenapa berhenti lanjutkan saja apa yang kamu lakukan barusan” ucap Alvar yang berjalan mendekati sang istri.


“Ini mau aku lanjutkan” balas Dea sambil berusaha menahan rasa canggungnya.


“Sini aku bantu” tiba-tiba saja Alvar memegang tangan Dea yang tengah memegang handuk kecil di kepalanya.


“Sudah tidak apa-apa, kamu seharusnya tidak usah canggung begini. aku sudah menjadi suamimu secara resmi, jadi tidak perlu malu denganku” ucap Alvar dan memutar tubuh Dea agar menghadapnya.


Wajah Dea semakin memerah menahan gugup, dia sesekali melihat wajah Alvar yang terlihat tampan pagi ini. bahkan jantungnya berdegup cukup kencang karena pesona Alvar.


“Mas, aku bisa sendiri” ucap Dea saat Alvar mulai mengeringkan rambutnya dengan handuk.


“Aku tahu kamu bisa sendiri, aku hanya ingin saja melakukanya agar dirimu tidak canggung lagi denganku” pungkas Alvar menatap manik mata Dea yang mendongak melihatnya.


“Aku nggak canggung mas, aku belum terbiasa saja” sahut Dea


“Sudah, kali ini saja kamu ikuti yang aku lakukan” ucap Alvar meminta Dea agar menuruti apa yang dia lakukan saat ini.


“Semalam aku minta maaf ya?” ucap Alvar lagi.


“Minta maaf soal apa ya” heran Dea karena Alvar tiba-tiba minta maaf padanya.


“Soal malam pertama kita yang belum terlaksana” tukas Alvar dan dia menatap intens mata Dea.

__ADS_1


“So..soal itu aku, aku tidak masalah mas” gugup Dea, dia sedikit merona saat Alvar mengucapkan malam pertama. Mereka memang belum melakukan layaknya suami istri karena semalam Alvar harus mengobrol hingga menjelang pagi dengan rekan-rekannya yang berdatangan. Alhasil malam pertama mereka sebagai pengantin baru belum terjadi.


“Tidak masalah apa masalah” goda Alvar pada Dea.


“Iih, apaan sih mas, aku nggak masalah kok” Dea refleks langsung mencubit pinggang Alvar yang menggodanya.


Alvar tersenyum pada perempuan itu, dan dia menundukkan wajahnya, mencium Dea tepat dibibir manis perempuan tersebut.


Bukan sekedar ciuman tapi ******* diberikan oleh Alvar pada istrinya, membuat Dea langsung mengalungkan tangannya di leher Alvar. Mereka berciuman cukup mesra pagi ini, Alvar yang entah telah terbawa nafsu langsung menggendong Dea dan akan membawanya ke tempat tidur tapi sebuah ketukan pintu membuat mereka tersadar dan melepaskan ciuman mereka saat ini.


Dea langsung minta diturunkan dari gendongan sang suami, dan Alvar melihat kearah pintu.


“Iya,’ ucapnya dengan suara sedikit serak.


“Ayah sama bunda dapat tiket balik Jakarta nanti sore. Kamu kemarin pesan tiketnya dapat jama berapa bang?” ucap Jihan dari luar kamar sang anak.


“Aku sore juga bun, kita bareng aja ke Jakartanya” sahut Alvar dari dalam kamar.


Dia dan Dea memang berniat untuk pergi ke Jakarta selain untuk honey moon mereka juga ke sana untuk melihat kakek dan Nenek Alvar dari pihak ibunya yang tidak bisa hadir.


“Ya sudah kalau gitu, itu bunda sama Kinan sudah selesai masak. Kalian kalau mau makan buruan. Habis ini kita ke rumah pak Heru buat pamitan, Dea sudah bangun belum” ucap Jihan yang tak berani masuk kedalam kamar pengantin baru.


“Sudah bun, ini dia baru selesai mandi. Nanti kita nyusul, kalian makan saja dulu” ucap Alvar pada sang bunda.


“Ya sudah bunda sama yang lain makan dulu, adik kamus udah rewel dari tadi” tukas Jihan.


“Hemm” jawab Alvar.


Dan tak terdengar suara lagi dari luar membuat Alvar langsung menatap Dea yang tersenyum kearahnya.


“Bunda mengganggu lagi ya” ucap Alvar setengah tersenyum pada istrinya.


“Hussh, nggak boleh begitu”


Alvar menarik Dea mendekat padanya, memeluk perempuan itu sambil tersenyum manis begitu juga dengan Dea.


°°°


T. B. C

__ADS_1


__ADS_2