
Pasang mata melihat kearah sepasang manusia yang tengah berbelanja, banyak yang menatap iri dan terlihat terbawa perasaan saat melihat. Pria menggunakan seragam, dengan tegapnya berjalan berdampingan dengan seorang perempuan anggun mendorongkan troli untuk perempuan itu.
Siapa lagi yang menjadi pusat perhatian orang lain kalau bukan Alvar dan Dea yang saat ini tengah berbelanja di supermarket membeli kebutuhan rumah tangga mereka.
“Mau ambil apalagi sayang?” tanya Alvar ketika Dea tampak melihat-lihat kearah rak sayuran segar di depan mereka.
“Kita beli sawi sama pokcoy ya mas, itu kayaknya enak kalau direbus. Terus kamu ada rekomendasi sayuran lain atau nggak” ucap Dea meminta pendapat Alvar.
“Semua sayuran aku suka,” balas Alvar
“ya sudah kita cari sayuran dulu mas, habis itu kita baru ke tempat lain” Dea berjalan lebih dulu menuju rak sayuran dan Alvar mengikutinya dibelakang.
Dea langsung mengambil apa yang dia lihat tadi, ditambah dia juga mengambil kacang panjang yang juga ada di situ tak lupa mentimun juga dia ambil dan berbagai jenis sayuran lain. Dia mengambil semua sayuran itu untuk kebutuhan seminggu agar tidak sering berbelanja. Alvar membantu Dea masukkan sayur-sayuran itu kedalam troli belanjaan mereka.
“Sudah ini aja?” tanya Alvar saat Dea sudah mengambil berbagai jenis sayuran.
“Kayaknya sudah mas, ini aja dulu ya. Sekarang mas Alvar mau apa?” tanya Dea balik, menanyakan apa yang dinginkan suaminya.
“Kita cari susu, mentega sama roti dulu habis ini kita pulang”
“Serius cuman cari itu mas, nggak mau cari yang lain”
“Nggak, itu aja. Ngapain aku beli yang lain, kamu sudah beli semuanya kok. Ayo,” pungkas Alvar dan berbalik mendorong torli belanjaan.
Dea juga ikut berbalik, baru saja mereka akan berjalan kelain arah ada seorang yang menyapa Alvar pelan.
“Maaf Alvar kan?” seorang perempuan berdiri di depan Alvar dan juga Dea. Dea yang mendnegar perempuan itu memanggil Alvar sedikit penasaran dengan perempuan yang baru dia lihat.
Alvar sendiri yang tampanya sudah tahu siapa perempuan itu hanya mengangguk mengiyakan tanpa menyapa.
“Apa kabar var, lama banget kita nggak ketemu” ucap perempuan itu smabil tersenyum ramah.
“Baik Re, bagaimana kabarmu sendiri?” jawab Alvar dan balik menanyakan kabar dari perempuan tersebut.
“Allhamdulilah baik juga, makin cakep aja kamu var makin putih juga. eh emang dari dulu you udah cakep deng” pungkas perempuan tersebut.
Dea yang mendengar itu sedikit tak senang, raut wajahnya yang tadi tampak biasa saja kini berubah tak suka ketika perempuan itu menggoda suaminya. Alvar hanya tersneyum kikuk sembari melihat Dea yang berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
“Maaf Re, saya sama istri saya permisi dulu.” pamit Alvar dan satu tangannya menggandeng Dea dan satunya masih berada di troli.
Reflek perempuan yang bernama Rere itu menggeser tubuhnya agar Alvar bisa lewat,
“I..iya, maaf ya ganggu. Eh tadi kamu bilang istri kamu ya. Wiih sudah nikah kamu var? Selamat ya var” ucap Rere sambil tersenyum memberi selamat pada Alvar.
“Iya sama-sama” balas Alvar.“Kita permisi dulu” lanjut Alvar dan dia langsung mengajak Dea untuk pergi.
Dea sedikit merasa tak senang, bagaimana tidak perempuan tadi tidak menyapanya sama sekali. Soal itu dia tidak terlalu masalah, tapi soal dia yang sekaan menggoda suaminya yang membuatnya tak senang.
Rere hanya melihat kepergian Alvar dan perempuan yang di kenalkan Alvar sebagai istri pria itu dia merasa tak enak karena lupa untuk menyapa istri Alvar tadi. Ia keburu senang karena bertemu teman lamanya itu. setelah keduanya benar-benar pergi Rere juga ikut pergi saat ada seorang pria melambaikan tangan sambil tersenyum padanya.
...............................................
Dea dan Alvar sudah sampai dirumah setelah berbelanja kebutuhan mereka tadi, Dea turun dari motor dengan memegangi bahu suaminya
“Makasih ya mas sudah anterin aku belanja, kalau begitu aku masuk dulu mas Alvar berangkat tugas lagi aja barang-barang belanjaannya biar aku aja yang bawa kedalam” ucap Dea sambil menenteng dua kresek besar yang sebelumnya di taruh di depan.
Alvar mengamti wajah Dea, wajah yang tak terlihat senang saat berbicara.
“mas ada salah sama kamu?” tanya Alvar langsung setelah mengamati wajah Dea itu, dia bisa merasakan kalau perempuan itu sednag tak baik-baik saja. Karena sedari tadi saat di jalan dia hanya diam tanpa bersuara kalau bukan dirinya yang bertanya dulu.
“Ya sudah, aku berangkat dulu. Oh iya jangan masak banyak-banyak, nanti aku makan di dapur umum. Mereka masak cumi yang kamu suruh kasih ke mereka,” pesan Alvar pada sang istri.
“Ya sudah kalau gitu nanti aku masak sedikit aja mas, kalau misalnya kamu masih laper”
“Aku berangkat” ucap Alvar sambil menyalakan motornya.
“Iya” jawab Dea.
Dea langsung berjalan kearah rumahnya saat motor Alvar sudah berjalan pergi meninggalkan depan rumah mereka.
.............................................
Dea duduk diam di meja makan sambil memotong-motong sayuran yang akan dia masak nanti. Dia memikirkan soal perempuan tadi siang saat mereka berbelanjan.
“Perempuan tadi siapa ya, kenapa sok akrab sama mas Alvar? Apa dia mantanya mas Alvar. Tapi kalau mantan kenapa mas Alvar nggak pernah cerita. Oh iya bagaimana mau cerita, kita jarang ngomong soal masa lalu masing-masing” ucap Dea berbicara sendiri di dalam hatinya, dia terus memikirkan perempuan tersebut.
__ADS_1
“Nggak bisa begini, aku sama mas Alvar sudah menikah sekarang. Seharusnya kita berdua saling terbuka, benar kita harus saling terbuka satu sama lain. Nanti aku tanya mas Alvar siapa perempuan itu,” putus Dea agar dia tidak penasaran dan agar dia terhindar drai perasaan suudzon pada orang.
“Sudah Dea, tidak usah dipikirkan, nanti tanyakan saja langsung pada suamimu” ucapnya dan sedikit menghentak pisau ke meja dan dia langsung berdiri membawa sayuran yang sudah ia potongi barusan untuk ia cuci.
Dea melangkah kearah dapur, lebih tepatnya kearahw astafel yang tidak jauh dari meja makannya. Baru beberapa langkah pintu rumahnya sudah ada yang mengetuk membuat langkah Dea berhenti dan melihat kearah pintu depan rumahnya yang terlihat tertutup.
“Ya siapa?” seru Dea dari dalam rumah, dia berjalan untuk menaruh sayurannya di meja dan berjalan kearah ruang tamunya untuk membukakan pintu.
“Dimas mbak” seru seseorang dari luar.
“Iya sebentar” sahut Dea, dan berjalan untuk membukakan pintu.
Tak butuh waktu lama, Dea langsung membukakan pintu untuk adiknya itu.
“Kenapa dim?” tanya saat pintu sudah terbuka.
“Numpang makan mbak, dirumah nggak ada makanan. Bulek nggak dirumah” ucap Dimas dan langsung masuk.
“Mbak belum masak, adanya sayur tadi pagi kamu mau?” ucap Dea sambil menutup kembali pintu rumahnya.
“Sayur apa mbak?” tanya Dimas sambil melihat kearah kakaknya yang berdiri di belakang dirinya.
“Sayur soup, sama sambal”
“Kalau nggak mau kamu makan aja di dapur umum, mas Alvar tadi pagi bawa cumi kering. Katanya dia nyuruh yang tugas di dapur buat masak itu, kamu disana saja” tukas Dea memberi usul pada adiknya.
“Serius mbak, kalau gitu nggak jadi numpang makan disini deh. Kalau tahu didapur kodim masak-masak enak aku makan disana. Ya sudah mbak aku berangkat dinas dulu, Assalamulaikum” ucap Dimas langsung berbinar dan dia pergi setelah mengucap salam pada kakaknya.
“Ya walaikumsalam” jawab Jihan,
“Dimas, Dimas” ucapnya sambil melihat adiknya yang membuka pintu depan kembali.
“Berangkat mbak” ucap Pria itu saat keluar dari rumah kakaknya.
“Hmm,” sahut Dea, dan dia segera kembali ke dapur saat pintunya sudah di tutup Dimas dari luar.
°°°
__ADS_1
T.B.C