Perjalanan Cinta Prajurit

Perjalanan Cinta Prajurit
Ep 17


__ADS_3

Dea baru saja selesai mandi, dia duduk terdiam di kasur tempat tidurnya sambil memegangi handuk yang ada di tangannya saat ini. Dia juga tampak sedih, terlihat dari raut wajahnya saat ini yang sesekali menunduk matanya juga tampak berkedut menahan sedih.


“Alvar pasti selama ini begitu terluka dan begitu menyedihkan, apa yang sudah aku lakukan padanya. Kenapa dulu aku bisa begitu dengan pria yang tulus padaku” lirih Dea dengan mata berkaca-kaca. Dia merasa bersalah atas keegoisannya dulu pada Alvar, ingatannya itu membawa pada rasa sakit terhadap dirinya sendiri dan juga Alvar.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku ingat, aku ingat sudah membuatmu banyak terluka” gagap Dea, matanya semakin berkaca-kaca dengan hal itu. benar dia sudah ingat begitu ingat kenangannya dengan Alvar bertahun-tahun lalu.


Dea saat berada di dalam kamar mandi tadi mengguyur tubuhnya dibawah guyuran air dari shower tiba-tiba saja kepalanya berdenyut dan dia mendengar suara-sura Alvar yang cukup keras maah dengannya mendengar itu memuatnya semakin pusing dan tampak lemas. Seketika itu pula ingatanya di masa lalu begitu jelas terbayang dikepalanya saat ini.’entah sihir ajaib apa yang membuatnya mengingat kembali soal itu, kini ingatannya sudah pulih dan membuatnya tampak buruk di mata Alvar.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus jujur kalau ingatanku sudah pulih. Atau aku hanya diam saja begini seperti tak mengingatnya” gumam Dea kebingungan bagaimana cara dia kedepannya.


“Aku harus bilang, aku tidak mungkin pura-pura tidak ingat, aku..aku tidak ingin membuat pria setulus itu sakit hati lagi. Dia sudah banyak menerimaku selama ini” putus Dea, dia langsung berdiri dari duduknya dan segera menuju lemari pakaian untuk mengambil bajunya dan bergantian pakaian baru ia akan menemui Alvar.


..................................................


Para Tentara saat ini sedang istirahat di tenda tempat para petugas yang melakukan seleksi pendaftara bagi calon taruna.


“Hari ini panas banget ya, nggak kayak kemarin agak redup. Panas banget” keluh Cakra pada rekannya yang lain.


“Ya namanya cuaca bang, maklum sekarang panas” jawab Noval.


“Iya sih” tukas Cakra.


“danton Alvar kemana ya, lama banget kembalinya. Apa dia kencan sama salah satu Kowad,” tambah Cakra sambil melihat ke sana kemari mencari keberadaan Alvar saat tak di dapati rekannya itu belum kembali juga dari tenda para Kowad yang menyeleksi calon taruni.


“Jangan asal bicara Letnan Cakra, Bang Alvar calon menantu ayah saya” sahut Dimas yang juga berada di tempat itu.


“Wiih terang-terangan nih pilih Danton Alvar daripada Letna Pian” canda Cakra sambil melihat kearah Dimas.


“bukannya terang-terangan bang, ayah sendiri yang milih. Mbak Dea juga, eh bukan mbak Dea aja deng tapi Danton juga setuju jadi mantu ayah” pungkas Dimas sambil tersenyum.


‘Wiih Letnan Alvar berarti Idola Dandim banget dong sampai di calonin sama mbak kamu,” sahut Adam.


“Ya begitulah” pungkas Dimas.


“Berarti di jodohkan mbakmu Dim?” tanya Cakra pada Dimas.

__ADS_1


“Kayaknya bukan di jodohkan deh bang, mbak Dea sama Danton kayaknya sudah saling suka deh. Soalnya tadi siang aku nggak sengaja ketemu sama mak Dea, dia dari arah mes Danton” ucap Nino.


“Masa sih, tapi kenapa kok kayak orang asing” ucap yang lainnya tak percaya.


“bener dim, mbak kamu pacaran sama Danton Alvar?” tanya Pian yang baru saja datang dan dia tak sengaja mendengar hal itu.


“Nggak tahu bang, aku permisi dulu oke.” Jawab Dimas yang langsung melenggang pergi.


Pian hanya menatap saja kepergian Dimas dan dia menatap beberapa rekannya yang sekana tak sedang membicarakan apa-apa.


“Kalian tadi membicarakan apa? kenapa aku dengar tadi soal Danton Alvar dan Dea. mereka berdua ada apa?” tanya Pian pada beberapa rekannya yang ada disitu.


“Nggak ada yang kita bicarakan,” pungkas Cakra.


“Bener kan, kita lagi nggak ngomongin apa-apa” ucap Cakra meminta sahutan dari yang lainnya.


“Iya benar Letnan Pian, kita lagi nggak ngobrolin apa-apa cumna bahas soal seleksi calon taruna aja” sahut yang lainnya.


“Oh,” Pian hanya menjawab begitu saja, sambil mengambil duduk di kursi yang kosong tetapi tatapannya seakan tak terlalu yakin.


...........................................


“Mbak mau keman?” tanya Dimas yang kebetulan berpapasan dengan kakaknya yang melewatinya begitu saja sekaan tak melihatnya. Dea memang terlalu fokus ingin cepat menemui Alvar sampai-sampai dia tak menyadari yang ia lewati adalah adiknya sendiri.


“Dimas,” ucapnya sedikit terkejut dan membuat langkahnya terdiam di tempat.


“Mau kemana sih mbak bruu-buru banget” tanya Dimas yang penasaran.


Dea tampak bersemangat untuk memberitahu Dimas, tapi dia urungkan. Ia tak ingin memberitahu siapa-siapa dulu. ia ingin Alvar lah yang pertama tahu kalau ingatannya sudah pulih.


“Apa mbak, kayaknya mau ngomong sesuatu tapi kenapa jadi mikir begitu” ucap Dimas yang mengamati kakaknya.


“Ngg..nggak jadi, mbak pergi dulu. kamu tahu Letnan Alvar?” ucap Dea.


“Letnan Alvar lagi sama Serda Novi di dekat lapangan voli” jawab Dimas.

__ADS_1


“Ya sudah mbak kesana dulu ya” ucap Dea yang langsung pergi dnegan terburu-buru membuat Dimas tampak heran menatapnya. Ia tak mengerti dengan sikap kakaknya itu yang tampak terburu-buru.


......................................


“Kenapa anda mengajak saya kesini Serda Novi? Bukannya bisa dibicarakan di depan rekan-rekan kita?” tanya Alvar pada tentara perempuan didepannya saat ini yang mengajaknya berbicara berdua.


“begini Letnan Alvar, sebelumnya saya minta maaf lebih dulu pada anda”


“kenapa anda minta maaf pada saya, memang anda membuat salah pada saya” tukas Alvar yang tak mengerti kenapa rekannya meminta maaf padanya padahal tak ada salah dengannya saat ini.


“Begini Letnan, maaf..maaf saya sudah lancang mengakui Letnan sebagai pacar saya didepan paman dan sepupu saya kemarin”


“Apa?” mendengar itu Alvar tampak terkejut mendengarnya jujur dia tak tahu.


“Maaf Letnan,.”


“Bagaimana bisa anda bilang begitu, bisa-bisanya anda berbohong pada Serka Rohim dan Brigadir Guntur. Mereka orang-rang terdekat saya, dan sepupu kamu guntur dia teman saya dulu” ucap Alvar yang tampak kesal, dia tak habis pikir rekannya mengatakan hal itu.


“Iya saya tahun Letnan saya salah, saya juga lancang. Tapi saya terpaksa karena mereka melihat saya dengan Letnan beberapa waktu lalu di mobil yang sama” ucap Novi sambil menunduk, karena dia sadar Alvar tengan menahan marah padanya saat ini.


“bukannya kita disitu ramai-ramai, kenapa meraka hanya tefokus pada saya dan kamu. bilang pada mereka kita tidak ada hubungan mengerti” tukas Alvar dnegan cukup tegas.


“Siap salah Letnan, sa.saya akan bilang pada mereka. Tapi saya juga ingin bilangs esuatu Letnan.”


“Apa?”


“Ijinkan saya untuk bilang, kalau saya ada rasa pada Letnan Al..”


“Tidak bisa, Letnan Alvar milik saya Serda Novi. Dia tunangan saya, saya melarangs egala rasa dari perempuan lain untuk calon saya” ucap Dea cukup lantag membuat Novi dan Alvar cukup terkejut karena kedatangan Dea yang tanpa mereka sadari.


Apalagi Alvar yang begitu jelas terkejutnya dengan ucapan Dea barusan, dia terus menatap Dea yang berjalan mendekati mereka saat ini.


°°°


T. B. C

__ADS_1


__ADS_2