Perjalanan Cinta Prajurit

Perjalanan Cinta Prajurit
Ep 38


__ADS_3

Alvar baru saja pulang, dia membka intu rumahnya perlahan sembari memberi salam. Tak lama kemudian Dea berlari kecil menghampiri snag suami yang tengah melepas sepatunya didepan pintu.


“Sudah pulang mas?” tanya Dea sambil melihat Alvar, dan dia langsung mencim tangan sang suami saat pria itu sudah selesai melepas sepatu.


“Iya,” jawab Alvar dan langsung mengambil sepatunya dan menaruhnya ketempat sepatu yang tak jauh dari pintu. Dia langsung merangkul pundak sang istri memberikan kecupan dikening istrinya.


“Mas aku buatin teh dulu ya,” ucap Dea sembari melepaskan tangan Alvar yang tengah merangkul bahunya.


Alvar yang tadinya akan mecium Dea terpaksa mengurungkan niatnya itu, karena Dea malah melepas rangkulannya dan pamit untuk membuatkan teh.


“Iya jangan lama-lama ya,” ucap Alvar.


“Ya nggaklah mas, mas Alvar mau nunggu dimana selagi aku buatin?” pungkas Dea.


“Aku tunggu diruang tv saja ya,”


“Iya, kalau begitu aku kedapur dulu, mas Alvar jangan lupa cuci tangan dulu mas” ucap Dea sembari memepringatkan suaminya untuk mencuci tangan terlebih dahulu.


“Iya my Wife” pungkas Alvar smabil tersenyum, dia lalu berjalan kearah dapur menyusul Dea yang berjalan lebih dulu. bukannya dia ingin mengikuti Dea tetapi dia ingin mencuci tangannya di wastafel.


“Mas, nanti aku boleh tanya sesuatu” ucap Dea saat dia berjalan kearah dapur beriringan dengan Alvar.


“Kamu mau tanya apa? tanya aja jangan sungkan-sungkan sama suami” tukas Alvar tak merasa keberatan jika Dea bertanya nantinya.


“Ya sudah nanti aku mau tanya, aku harap juga mas Alvar jawab jujur” stelah mengatakan itu Dea langsung berjalan kearah dapur meninggalkan Lavar yang terpaku dnegan ucapan Dea barusan.


“Kenapa Dea tampak serius begitu, apa ada yang salah” batin Alvar bertanya-tanya saat melihat Dea yang pergi lebih dulu.


Alvar menggelengkan kepalanya menampik apa yang dia pikirkan saat ini, mungkin itu hanya persaannya saja.


.................................................


Saat ini Alvar dan Dea duduk berdua di depan tv, teh untuk Alvar pun juga sudha tersaji didepan pria itu beserta gorengan yang menemani diirnya minum teh.


“kamu tadi mau tanya apa?” tanya Alvar menatap kearah Dea yang duduk disebelahnya.


Dea yang tadi melihat kedepan, kini berlaih melihat kearah suaminya yang sudah melihatnya. Benar tadi dia ingin tanya sesuatu pada Alvar tapi ia lupa sampai suaminya itu betanya padanya.

__ADS_1


“Emm, aku mau minta maaf dulu sebelumnya mas kalau pertanyaanku ini nantinya membuat mas Alvar tidak senang” ucap Dea berhati-hati sebelum dia bertanya.


“kenapa kamu sudah minta maaf duluan, kamu saja belum tanya apa-apa, kamu nggak salah kok kalau mau tanya sama aku” tukas Alvar yang merasa ada yang aneh.


“tanya saja, kamu mau tanya apa?” ucap Alvar lagi agar Dea tidak ragu dna langsung bicara saja.


“begini mas, bukannya mas Lavar sendiir dulu yang bilang untuk saling terbuka satu sama lain. Jadi bagiaman kalau kita saling cerita masa lalu masing-masing, selama ini kita kenal belum pernah menceritakan masalalu secara menyeluruh”


Alvar mengernyitkan dhainya mendengar ucapan Dea yang tumben cukup panjang dan menjurus pada hal priabdi masa lalu mereka.


“Iya, aku memang pernah bilang begitu sama kamu. kalau begitu mari mulai sekarang kita saling terbuka satu sama lain,.” Pungkas Alvar yang sepakat dengan hal itu.


“Maaf mas, kalau gitu boleh aku tahu mantan pacarmu siapa saja.”


Alvar diam smabil mengamati wajah Dea yang tiba-tiba menaykan mantan pacaranya, tumben sekali perempuan yang sudah menjadi istrinya itu bertanya seperti itu. dan kenapa aura Dea sekaan tengah cemburu sekarang.


“Sebelum aku jawab, maukah kamu jawab lebih dulu pertanyaanku” bukannya menjawab Alvar malah ingin bertanya sesuatu pada Dea. dia juga penasaran dengan mantan dari istrinya.


“Iya boleh mas, tanyakan saja” ucap Dea mengijinkannya.


“Kamu tadi tanya mantan pacarku siapa, sekarang aku tanya balik kamu sayang, mantan pacarmu siapa? Dulu selama kita kenal dan putus komunikas kamu pasti ada pcar. Lalu mantan kamu siapa” tanya Alvar yang penasaran soal itu.


“Masa?” Alvar sekana tak percaya dengan jawaban Dea itu.


“Iya, aku serius mas. Aku tidak pernah pacaran dengan siapaun selain kamu. kamu tahu sendiri aku bagaimana, pacaran dengamu saja aku tidak pernah menunjukkan wajahku. Aku orang yang tidak percaya diri dulu, dan kamu tahu itu” pungas Dea.


Alvar yang mendengar itu langungsung diam berpikir, sembari mengingat dulu memang iya Dea orang yang seperti itu.


“Dirimu sendiri mas, berapa mantan pacarmu dan seberapa dekat hubungan kalian dulu.” Dea yang penasaran langsung menanyakan hal itu langsung pada Alvar.


“Aku juga belum pernah pacaran dengan siapapun selain dirimu” jawab Alvar.


“Apa iya? Mana mungkin mas kamu belum pernah pacaran dengan siapapun selain diriku. Dirimu tampan, dan pasti jadi idaman perempuan di luar sana” Dea sekan tak mempercayai ucapan Alvar barusan.


“Aku serius sayang, kenapa kau tampak cemburu begini” ucap Alvar dan mendekatkan dirinya pada Dea.


“Aku nggaaak cemburu, aku hanya penasaran” elak Dea dan memalingkan wajahnya saat Alvar menatapnya cukup dekat.

__ADS_1


“Penasaran?” heran Alvar.


“Iya, aku penasaran pada perempuan yang kita jumpai tadi di supermarket. Itu mantanmu kan mas?” tanya Dea dan menatap pada Alvar.


Alvar tampak berpikir, mengingat siapa yang mereka temui tadi di supermarket. Dia dia melebarkan matanya saat ingat siapa yang mereka temui tadi.


“Tuhkan mata mas Alvar melebar begitu berarti bener, tadi mantan mas Alvar kan?” tukas Dea saat melihat ekspresi Alvar.


“Ngarang, ternyata kamu bisa cemburu juga ya” ucap Alvar smabil tersenyum.


“Kalau bukan mantan kenapa wajah mas kayak terkejut begitu?”


“Dia bukan mantanku sayang, dia temannya Kinan.” Ucap Alvar smabil mengusap kepala Dea lembut, dia gemas dengan istrinya itu yang tampak cemburu.


“Masa?”


“Iya dia teman Kinan, tapi...” ucap Alvar menggantung


“Tapi apa?” tanya Dea yang dibuat penasaran.


“Dia pernah suka padaku” lirih Alvar takut istrinya semakin cemburu.


Dea langsung diam mendengar itu,


“Nggak usah cemburu ya, dia memang suka padaku tapi aku tidak pernah menyukainya. Kamu tahu sendiri aku hanya cinta padamu” ucap Alvar dnegan cukup manisnya.


“Hmm”


“Sudah, tidak usah dipikirkan hal itu. aku serius, dia bukan mantan pacarku dia hanya suka padaku tapi aku tidak” ucap Alvar berusaha membuat Dea percaya.


“Iya aku percaya kok mas” ucap Dea.


“Kalau percaya lihat kearahku bisa” pinta Alvar karena Dea tidak melihat padanya.


“Iya aku percaya mas,” akhirnya Dea melihat apda Alvar tepat pada tatapan pria itu.


“Aku cinta kamu, hatiku dari dulu hingga sekarang hanya milik kamu” ucap Alvar, setelah itu dia langsung mencium Dea. Dea tak menolaknya membiarkan Lavar mencium dirinya saat ini. dan Alvar perlahan mendorong tubuh Dea kebalakang tanpa melepas ciuman mereka, mereka berciuman di sofa ruang tv saat ini.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2