Perjalanan Cinta Prajurit

Perjalanan Cinta Prajurit
Ep 20


__ADS_3

Pagi hari yang begitu menyegarkan untuk berolahraga, apalagi selesai menjalankan sholat berjamaah semakin membuat pagi terasa sejuk dan membugarkan tubuh.


“Ayo lebih semangat lagi, gunanya apa badan kalian berotot tapi semangat loyo.” Seru Alvar sambil berlari menengok kebelakang dimana anggotanya dan rekannya yang lain berlari. Mereka saat ini sedang binsik pagi, tetapi terasa tak bersemangat membuat Alvar secara tegas memberikan instruksi untuk lebih semangat lagi.


“Siapp Ndan, kita salah” seru semuanya.


“Makanya lebih semangat lagi, lari sepuluh putaran lagi” tukas Alvar kembali.


“Siap,..”


(Disini para Raider di lahir kan)


(Dengan Jiwa satria infanteri namanya sapta marga pedoman kita)


(Gunung, hutan, rawa, laut ditempat,)


(Itulah sahabat kita)


(semangat membara tak kenal menyerah)


(Tri Darma selau siap sedia)


(Dimana kami berada merah putih selalu di dada)


(Tri Dharma rela berkorban jiwa)


(untuk bangsa dan Negara)


(lebih baik gagal di medan latihan)


(Daripada gagal di medan pertempuran)


(Dibawah naungan ibu pertiwi)


(Tri Dharma tak pernah ingkar janji)


(untukmu bangsa dan negeri ini)


(NKRI HARGA MATI)


 


(Disini para Raider di lahir kan)


(Dengan Jiwa satria infanteri namanya sapta marga pedoman kita)


(Gunung, hutan, rawa, laut ditempat,)


(Itulah sahabat kita)


(semangat membara tak kenal menyerah)


(Tri Darma selau siap sedia)


(Dimana kami berada merah putih selalu di dada)

__ADS_1


(Tri Dharma rela berkorban jiwa)


(untuk bangsa dan Negara)


(lebih baik gagal di medan latihan)


(Daripada gagal di medan pertempuran)


(Dibawah naungan ibu pertiwi)


(Tri Dharma tak pernah ingkar janji)


(untukmu bangsa dan negeri ini)


(NKRI HARGA MATI)


Mereka berlari mengikuti instruksi Alvar dan juga tentara senior lainnya, mereka berlari sepuluh putaran lagi baru beristirahat sebelum mengerjakan kegiatan mereka masing-masing.


..................................................................


“Dim, Dimas, kamu sudah bangun belum” ucap Dea sambil mengetuk pintu kamar adiknya.


“Sudah mbak kenapa?” seru Dimas dari dalam kamar. Tak berapa lama pintu kamar tersebut terbuka memperlihatkan Dimas yang melihat kearah kakaknya yang sudah rapi dengan jilbab serta bajunya yang rapi ditambah saat ini kakaknya itu membawa peper bag ditangannya.


“mbak Dea mau kemana?” tanya Dimas saat melihat kakaknya itu.


“Mbak mau keluar sebentar, itu makanan sudah mbak siapin di meja makan. Nanti kalau ayah pulang suruh makan aja, sama bilangin sama ayah sering-sering nginep di rumah jangan di kantor terus oke” ucap Dea berpesan pada adiknya sambil melempar seulas senyum manis.


“hemm,.”


“Siap mbak” jawab Dimas, dan tatapan Dimas langsung tertuju pada jemari kakaknya saat Dea memeriksa isi paperbag di tangannya.


“Loh, itu cincin yang aku kasih ke mbak Dea kan. cincin dari bang Alvar, kok mbak Dea pakai? Mbak Dea sudah percaya bang Alvar suami mbak?” tanya Dimas penasaran saat melihat cincin tersebut.


Dea langsung melihat jemari tangannya yang tersemat cincin, dan dia beralih melihat kearah Dimas.


“Iya mbak percaya kalau Alvar suami mbak, mbak sudah ingat semua dim” ucap Dea diiringi senyum.


“hah, serius mbak” mata Dimas melebar tak percaya dengan ucapan sang kakak.


“Iya mbak sudah ingat semuanya dim” Dea tampak sumringah mengatakan bahwa dia sudah ingat tentang semuanya.


“Alhamdulillah” Dimas tak bisa menahan rasa bahagianya, dia langsung memeluk sang kakak. “Ya ampun mbak, aku senang banget mbak Dea sudah ingat sama bang Alvar, kasihan bang Alvar mbak lama banget nunggu mbak Dea. akhirnya doanya selama ini terkabul” Dimas benar-benar terharu mendengar ini bahkan sambil memeluk sang kakak matanya berkaca-kaca, dia ikut senang kakaknya sudah mengingat Alvar.


“Terimakasih ya, kamu selalu ada buat Alvar selagi mbak lupa sama dia.” Dea mengusap kepala adiknya yang masih memeluk dirinya saat ini.


“Iya mbak, bang Alvar kan abang ipar aku. masa aku nggak perduli sama dia” ucap Dimas melepas pelukannya pada sang kakak. “Oh, pantes bang Alvar pakai cincin. Jangan-jangan bang sudah tahu mbak?” ucap Dimas lagi saat teringat Alvar juga memakai cincin yang biasanya tak pernah pria itu pakai.


Dea hanya membalasnya dengan senyuman,


“Iih gitu, aku sama ayah nggak di kasih tahu. tapi bang Alvar langsung di kasih tahu” pungkas Dimas sambil cemberut.


‘Ya tentu harus, dia kan suami mbak. Jadi dia orang nomor satu yang harus tahu kalau mbak sudah mengingatnya” tutur Dea dengan wajah penuh kegembiraan.


“Iya-iya yang sudah ada suami, terus ayah mbak?” tanya Dimas sambil menggoda kakaknya.

__ADS_1


“Nanti Alvar yang mau bilang sama ayah” jawab Dea. “Sudah ya mbak sudah kesiangan, kamu buruan mandi terus makan. Mungkin nanti mbak agak sore pulangnya” lanjut Dea.


“Mau kemana sih mbak, bawa makanan segala”


“Rahasia, sudah ya.” Ucap Dea dan langsung melenggang pergi sebelum adiknya banyak memberikan pertanyaan yang mungkin akan sulit iya jawab.


“Ya,.salam dulu mbak sebelum pergi” ucap Dimas sambil melihat kakaknya yang sudah terburu-buru keluar.


“Eh iya, maaf ya. Assalamualaikum, mbak pergi dulu” ucap Dea kembali melihat kearah Dimas.


“Ya, Walaikumsalam” sahut Dimas.


“Aku suka mbak Dea yang sekarang lebih semangat dan lebih aktif,” gumam Dimas dan dia langsung berjalan ke dapur saat bayang-bayang tubuh kakaknya sudah tak terlihat di ambang pintu rumah mereka.


......................................................


Ternyata Dea pergi ke rumah dinas Alvar, dia tampak mengendap-endap sambil melihat kanan kiri takut ada yang memergoki dirinya masuk ke rumah Alvar saat ini. dia akan mengambil kunci di dalam tasnya tetapi pintu sudah terbuka dulu dan menampakkan wajah Alvar yang sedikit tersentak karena mendapati Dea sudah berdiri di depan rumahnya.


Begitu juga Dea yang sedikit terkejut saat melihat Alvar yang berdiri tegap didepannya,


“Kamu..” lirih Alvar saat melihat Dea.


“Hemm,”


“Ayo masuk” ucap Alvar sambil menarik tangan Dea masuk kedalam rumah dinasnya saat ini.


Pintu kembali tertutup rapat, saat keduanya masuk kedalam rumah milik Alvar,


Tanpa mereka duga, Serda Novi dan dua kowad lainnya melihat hal itu membuat keduanya langsung menatap kearah Novi saat ini.


“Serda Novi, tadi bukannya anak Dandim ya, kenapa dia masuk ke rumah Letnan Alvar” tanya perempuan berhijab dengan seragam loreng lengkap yang berdiri di sebelah Novi.


“Mungkin mbak Dea mau jenguk tunangannya” sahut tentara perempuan berambut pendek yang berdiri di sebelah Maryam.


Novi dan juga Marya langsung melihat kearah Fitri yang berucap barusan, apalagi Novi tampak terkejut mendengar itu.


“Ka..kamu sudah tahu soal Mbak Dea yang sudah tunangan dengan Letnan Alvar?” ucapnya yang berusaha menghilangkan keterkejutannya saat ini.


“Entah itu benar atau nggak sih, tapi aku dengar dari Serda Juan ajudan bapak. Katanya sih iya, malah kayaknya bukan cuman tunangan aja malah sudah menikah katanya” kata Fitri memberitahu apa yang ia dengar saja.


“APA?” Novi dan Maryam terkejut mendengar hal tersebut.


“eh, eh, aku..aku salah ngomong deng. Kalian jangan bilang siapa-siapa ya, berita ini belum pasti kok” ucap Fitri yang langsung gugup dengan ucapannya sendiri.


“Kenapa kamu nggak bilang sama aku sih soal hal ini, kalau kamu bilang aku nggak mungkin terus deketin Letnan Alvar dan bilang sama ayah dan sepupuku. Kalau aku suka dengan Letnan Alvar. Mau ditaruh dimana wajahku sekarang” pungkas Novi yang tampak menyesal bilang kalau dia menyukai Alvar pada orang-orang terdekatnya.


“Maaf, Serda Novi, bukannya saya sudah memperingatkan untuk tidak menaruh rasa pada Letnan Alvar. Tapi kamu sendiri yang tak mendengarkan ucapan ku” ucap Fitri yang tak mau disalahkan.


“Sudahlah, ayo tidak usah dibahas. Tugas kita banyak sekarang, mikirin tugas saja jangan mikirin hal lain. Serda Novi yang sabar ya, pasti kamu mendapatkan yang seperti Letnan Alvar” ucap Maryam yang bingung untuk bicara apa.


“Sudahlah ayo,” bukannya menangapi Serda Novi malah mengajak pergi keduanya dengan dia yang berjalan pergi lebih dulu. rasanya ia malu sekali karena kedua rekan terdekatnya tahu kalau cintanya dengan Danton Alvar hanya sebelah pihak saja.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2