Perjalanan Cinta Prajurit

Perjalanan Cinta Prajurit
Ep 30


__ADS_3

Alvar dan keluarganya sudah berada di Jakarta, hari ini teman-teman Alvar bertamu kerumah ornag tuanya. Mereka semua melayangkan protes pada pria itu karena menikah tidak mengundang mereka-mereka yang ada di jakarta.


“Parah sih lo var, nikah nggak undang-undang kita. Emang sih lo nggak tinggal di Jakarta, tapi kita kan temen lama lo” ucap Restu yang protes habis-habisan pada Lavar, dia sedikit kecewa dengan temannya tersebut.


“Memang parah adikku nih tu, dia nggak inget masa-masa kita dulu” Azka mengompori mereka semua.


Seperti biasa, ucapan kompor tersebut langsung mendapat tatapan tak tajam dari Alvar.


“Nggak sempet buat nulis undangan ke kalian” jawab Alvar dnegan begitu simple dan membuat yang lainya tampak kecewa.


“Yaelah ya disempetin lah, asli lo memang temen terparah kita. Fathir aja, yang jauhnya di Kalimantan dulu ngundang kita masa lo nggak” Restu masih saja protes tak terima soal dirinya yang tak diundang ata dikabari oleh Alvar kalau sudah menikah.


“Susah jelasinnya, sudah lewat juga nggak usah dibahas” balas Alvar dengan datarnya.


“Maaf permisi, minumnya abang-abang semua” ucap Dea yang keluar dengan membawa beberapa jus yang ada di nampan yang ia pegang.


“Iya makasih mbak, mbak istrinya Alvar ya?” ucap Hanan saat melihat Dea, Dea hanya mengguk saja smabit tersenyum ramah.


“Kalau begitu saya permisi dulu, mas aku ke dapur lagi ya” ucap Dea sambil menatap Alvar.


“Iya” jawab pria itu singkat.


“Istri kamu kelihat baik lembut juga var, kok beda sama kamu ya” ucap Yudha.


“Wah parah si Yudha,” sahut Rofiq


Yang lainnya hanya terkekeh mendengar ucapan Yudha, Yudha sendiri tak takut dengan Alvar yang hanya diam saja.


“Alvar nikah kan nggak ngundang kita, besok kalau salah satu dari kita nikha, gantian yuk kita nggak usah ngundang Alvar. Dia nggak sohib sama kita soalnya” ucap Restu diselingi candaan.


“mampus tuh didengirn orang protes,” ucap Azka sambil menyenggol bahu Alvar yang duduk disebelahnya agar mendengarkan mereka.


“Aku bukannya nggak mau ngundang kalian, bener-bener nggak sempet banyak yang aku urus di sana” jelas Alvar pada mereka semua agar mengerti.


“Sibuk banget sih lo kayaknya, presiden aja nggak sesibuk itu deh perasaan” tukas Rofiq.


“Terserah deh, kalian mau percaya atau tidak yang jelas aku benar-benar tidak sempat buat ngundang kalian. Tamu-tamu yang datang juga atas undangan bapak bukan undangan dariku” kesal Alvar yang sudah menjelaskannya tapi mereka tak mengerti situasinya.


“Giman guys, percaya atau nggak sama Lavar?” tanya Restu apda yang lainnya.


“Sudah-sudah, adik gue memang sibuk disana maklum komandan sama menantu dandim banyak yang dia urus. Makanya nggak sempet, gue juga mau minta maaf nggak ngabari kalian” ucap Azka mencoba menengahi mereka tapi ia selingi ledekan.


“Wiih serius nih menantu Dandim, keren lo var” ucap Yudha yang salut dengan Alvar yang bisa jadi anak menantu salah satu Dandim.

__ADS_1


“Bukan hal yang patut untuk di sanjung, semua sama” pungkas Alvar sambil meminum jusnya.


“Keren kata-katanya” ucap yang lain smabil bertepuk tangan.


“Eh iya, jangan-jangan lo nikah nggak bilang sama abang lo radit ya?” tanya Yudha.


Abang sepupu Alvar dan Azka juga ada yang namanya Radit, dia anak dari kakak bundanya.


“Aku kasih tahu, kenapa?”


“masa, tapi gue waktu dua hari lalu lihat dia di kantor deh” ucap Yudha.


“Iya dia nggak bisa dateng, katanya ada urusan di kantornya” jawab Alvar. Radit adalahs eorang anggota polisi yang bertigas di Brimob.


“Oh, pantes.” Ucap Yudha.


Mereka saling mengobrol satu sama lain, dan saling bercerita pengalaman mereka selama ini dan hal-hal apa yang mereka lakukan saat berpisah.


..........................................


Alvar mengajak Dea jalan-jalan malam keliling Jakarta saat ini, mereka sebenarnya tidak hanya berkeliling jakarta tetapi akan temu janji dengan Nura dan juga Radit yang katanya ingin bertemu mereka.


“Mas, tadi mbak Nura sama bang Radit mau janjian ketemu dimana?” tanya Dea yang duduk di samping Alvar.


“Ya sudah kita kesana dulu aja mas, oh iya mbak Nura sama bang radit sudah punya anak belum. Kita beli mainan bua anak mereka dulu saja dulu mas?”


“Belum sayang, mereka saja belum menikah.” Ucap Alvar sambil tersenyum denganw ajah polos yang ditunjukkan Dea saat ini.


“masa mas, aku kira mereka sudah menikah.”


“belum, Mbak Nura sama mas hardi belum menikah dan Bang Radit entah dia ada pacara atau calon tidak. Aku juga tidak tahu”


Dea hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar hal itu, dia baru tahu soal kenyataan tersbeut. Dulu saat Nura sering ke Jogja memang belum peernah dia medengar perempuan itu menikah. Malah yang ia ingat dulu Nura tampak dekat dengan salah satu rekan suaminya yaitu Damar.


........................................................


“Wiih pengantin baru, bikin iri aja nih” ucap radit yang datang ke meja Alvar dan juga Dea yang duduk berdekatan, pria itu masuk dengan langkah tegap dan lengkah dengan seragam polisinya.


“Bang Radit,” Alvar langsung berdiri dari duduknya dan menjabat tangan Radit, begitu juga Dea yang menjabat tangan sepupu dari suaminya itu.


“Lama ya nunggu aku” ucap Radit sambil duduk di depan pengantin baru itu.


“Nggak kok bang, kita baru sampai juga kan sayang” ucap Alvar sambil melihat kearah istrinya.

__ADS_1


Dea mengangguk canggung mendengar kata sayang dari Alvar, wajahnays edikit memerah mendengar kata itu. baru kali ini Lavar memanggilnya sayang biasanya mereka hanya aku kamu saat berbicara tanpa ada sapaan penuh kasih dari mereka. Dan dia sendiri memanggil Alvar hanya mas saja.


“i..iya kok bang, kita baru sampai juga”


“Mbak Nura belum datang juga?” tanya radit saat tidak melihat kakak sepupunya yang belum ada disitu.


“belum bang,”


“Tumben banget dia telat, apa nunggu bang Hardi ya. Tapi ngapain nungguin bang hardi, Bang hardi saja tadi nggak ada di kantor dia cuti hari ini” ucap Radit.


Hardi senior Radit di kepolisan, mereka beda korps dalam kepolisian dan yang mengenalkan Hardi pada Nura adalah Radit sendiri.


“Bang hardi itu seniornya bang radit kan? kok mbak Nura mau bang sama anggota bukannya dia bilang dulu nggak mau ya. Rekan ku dulu saja di tolak sama dia” heran Alvar dan dia penasar akan hubungan kakak sepupunya. Dia bertanya begitu ada alasannya, karena Nura kerap kali membuat status galu di media sosialnya dan dais ebagai dik penasaran dengan itu.


“Iya bang hardi rekan bang radit, bang radit sengaja ngenalin mereka karena bnag hardi katanya pengen cepet nikah mbak Nura kan juga pengen nikah makanya abang kenalin. Dan soal mbak Nura mau, aku juga nggak tahu. memang dulu ada rekan kamu yang dketein mbak Nura?”


“Ada bang, rekan ku sama bang Azka”


“Terus mbak Nura nggak mau?”


“Kata bang Azka sih gitu, mbak Nura nggak mau punya suami anggota karena sudah bosen lihat anggota terus. Dia juga bilang ayahnya dia tentara, Omnya tentara, sepupunya tentara sama polisi jadi males dia ada di lingkungan anggota” jelas Alvar soal kakak sepupunya.


A:var kalau sudah dengan radit, dia berbicara bisa cukup panjang beda dnegan orang lainnya. Karena dia dengan Radit cukup dekat sedari dulu.


“Mbakmu aneh var, abang juga bingung”


“Oh iya maaf bang, bang Radit mau pesan apa ya biar aku yang pesankan” ucap Dea disela perbincangan antar sepupu itu.


“Oh iya, aku sampai lupa nawarin bang Radit, abang mau pesan apa?” tanya Alvar


“Spagehti saja, sama jus jeruk”


“ya sudah kalau begitu aku pesankan dulu ya bang” ucap Dea dan akan berdiri dari duduknya.


“Iya terimakasih, maaf merepotkan ya” ucap Radit pada Dea.


“Nggak kok bang, mas aku pesan makanan dulu ya” ucap Dea pamit pada suaminya.


“Iya hati-hati” jawab Alvar sambil terus melihat sang istri yang berjalan untuk memesan makanan.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2