
Selesai chatting dengan Aleysia, Dhiafakhri segera menghubungi orang tuanya untuk mendengar pendapat mereka karena ia ingin segera memberi jawaban pada Ustadz Nizwar agar Ustadz Nizwar tidak menunggu lama.
Hampir setengah jam Dhiafakhri ngobrol dengan orang tuanya mengenai rencana kuliah atau mengabdi. Ayah dan ibu Dhiafakhri memberikan hak sepenuhnya kepada Dhiafakhri untuk memilih yang terbaik, ayah dan ibunya tidak ingin memaksakan kehendak. mereka mendukung dan mensuport secara penuh apapun keputusan Dhiafakhri.
Merasa telah mendapat jawaban atas pertanyaannya Dhiafakhri pamit untuk mengakhiri panggilan. Setelah itu ia segera ke rumah Ustadz Nizwar. Sesampainya di rumah Ustadz Nizwar, Dhiafakhri langsung memberi salam dan dipersilahkan untuk masuk dan duduk.
Ustadz Nizwar memulai pembicaraan dengan menanyakan Ujian Dhiafakhri *Bagaimana ujian antum tadi? "tanya Ustadz Nizwar"
Alhamdulillah lancar dan dimudahkan Ustadz. Doakan ana Ustadz semoga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
* Aamiin, Ustadz selalu mendoakan yang terbaik untuk semua santri-santri di Pondok Pesantren ini. Ngomong-ngomong gimana Antum sudah pikirkan dan diskusikan dengan orang tua, tawaran Ustadz tempo hari?
*Flashback On*
Dhiafakhri antum setelah lulus Ustadz akan kirim ke kota Manado untuk mengabdi selama dua tahun, Ustadz sangat berharap antum mengiyakan tawaran ini karena Ustadz percaya dengan mengabdinya antum disana, bisa memajukan Pondok Pesantren Bolaang Mongondow, Pondok pesantren ini merupakan cabang dari Pondok Pesantren Al-fatah, dan mereka sangat membutuhkan tenaga pendidik. Tetapi sebelum antum memutuskan diskusikan dulu ke orang tua setuju atau tidak, jika orang tua antum kurang setuju, jangan memaksakan kehendak. Keputusan Ustadz percayakan ke antum. Ustadz yakin semua yang menjadi keputusan antum tentu antum sudah pikirkan dengan matang.
*Flashback Off*
Alhamdulillah sudah Ustadz dan mendapat tanggapan yang baik dari orang tua.
__ADS_1
Ayah dan Ibu mempercayakan kepada ana untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan keinginan hati, mereka tidak menyuruh juga tidak melarang Ustadz, ayah dan ibu mensupport seluruh keputusan ana.
*Alhamdulillah Ustadz sangat senang kalau antum siap dengan tawaran Ustadz. Antum persiapkan seluruh perlengkapan yang antum butuhkan selama disana dan jangan lupa serahkan berkas-berkas persiapan pendaftaran mahasiswa baru.!!!
baik Ustadz, hmm berkas untuk pendaftaran mahasiswa baru untuk siapa Ustadz? dan berkas-berkas apa yang ana harus persiapkan untuk pendaftaran itu dan apa hubungannya dengan ana mengabdi selama 2 tahun?
*Ustadz sudah persiapkan kampus yang telah bekerja sama dengan yayasan untuk memberikan beasiswa terhadap santri yang mengabdi, bentuk kerjasamanya kalian mengabdi selama 2 tahun terhitung sebagai mahasiswa dan selama pengabdian itu terhitung kuliah 4 semester. Selain itu di tempat mengabdi Antum sudah disediakan tempat tinggal, makanan terjamin dan juga akan diberikan gaji, walaupun gajinya tidak begitu besar.
Subhanallah... ternyata sangat banyak bonus bagi yang mengabdi Ustadz. Tidak sia-sia ana memilih untuk mengabdi. Ana akan Sami'na wa atha'na pada pondok pesantren, insyaallah akan ana lakukan semua amanah dari Ustadz.
*Ia Dhiafakhri jika antum ikhlas untuk pondok pesantren insyaallah antum dapat berkah yang banyak. Ustadz tunggu besok berkas-berkas antum karena akan segera diserahkan ke Universitas.
Baik Ustadz, kalau boleh tahu apa nama Universitas yang bekerja sama dengan yayasan Al-fatah Ustadz?
diberikan dua pilihan Jurusan dan 4 program studi, antum bebas memilih jurusan yang akan antum ambil. Antum mau mengambil jurusan apa, agar Ustadz tidak salah daftar?
Jurusan apa saja Ustadz yang menjadi pilihannya dan Program Studi apa? soalnya ana masih buta mengenai urusan kampus.
Dua Jurusan yang menjadi pilihannya yaitu Jurusan Tarbiyah atau Pendidikan dan jurusan Syariah atau Hukum. Jadi di jurusan Tarbiyah terbagi menjadi 2 Program Studi yaitu Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Untuk Jurusan Syariah juga terbagi dua, Akhwal Syahsiyyah dan Ekonomi Syariah.
__ADS_1
Ustadz Nizwar menjelaskan secara terperinci pada Dhiafakhri.
Setelah mendengar penjelasan dari Ustadz Nizwar, Dhiafakhri pun mengutarakan keinginannya "Sebenarnya ana pengennya mengambil Jurusan Syariah Program Studi Akhwal Syahsiyyah Ustadz, namun sudah pernah dibicarakan sebelumnya dengan orang tua tetapi sepertinya Ayah kurang setuju dan menyarankan untuk mengambil Jurusan Pendidikan Agama Islam jadi ana ikut kemauan orang tua Ustadz, ana tidak ingin mengecewakan mereka.
*Baik, nanti Ustadz daftarkan Jurusan Pendidikan Agama Islam, tetapi antum sudah pikirkan dengan matang keputusan ini? karena kedepannya antum yang akan jalani bukan orang tuanya antum.
ia Ustadz, insyaallah ana akan tekuni ketika ana sudah bertekad dan memutuskan.
Terima Kasih sebelumnya Ustadz, ana pamit kembali ke pondok untuk mempersiapkan segalanya Ustadz. Assalamualaikum.!!!
*ia sama-sama, insyaallah Allah akan memberikan yang terbaik untuk antum. Jangan lupa jika berkasnya sudah lengkap segera antum antar kerumah Ustadz, jangan lama-lama.
waalaikumsalam warahmatullahi
ia Ustadz, Dhiafakhri berlalu meninggalkan Ustadz Nizwar. Dhiafakhri telah kembali ke Pondok dan ia segera menghubungi Ayahnya untuk memberitahukan kembali hasil pembicaraannya dengan Ustadz Nizwar, sebab tadi waktu ia menghubungi orang tuanya Dhiafakhri tidak menceritakan tentang beasiswa kuliah karena ia tidak tahu tentang beasiswa itu, yang ia ketahui hanya mengabdi selama dua tahun.
Setelah menghubungi Ayahnya, Dhiafakhri menceritakan semua hasil pembicaraannya dengan Ustadz Nizwar, dan tentu saja ayah dan ibunya yang mendengar berita itu sangat senang, sebelum menutup telepon ayahnya berpesan agar Dhiafakhri selalu menjaga kesehatan selama di tanah rantau dan berikan yang terbaik untuk pondok pesantren tempat ia mengabdi.
Pembicaraan dengan orang tuanya telah selesai, tidak lupa Dhiafakhri juga menghubungi Aleysia untuk memberikan kabar yang sama. Aleysia turut bahagia dengan kabar yang diberikan Dhiafakhri, namun ia juga merasa sedih karena akan semakin jauh dari Dhiafakhri. Namun kesedihan Aleysia tidak ia ungkapkan karena ia tidak ingin menjadi beban pikiran Dhiafakhri. Tak lupa Aleysia juga mendoakan semoga Dhiafakhri selalu diberikan kesehatan selama di tanah rantau dan mengingatkan agar menjaga diri baik-baik.
__ADS_1
Tenang sudah hati Dhiafakhri karena telah memberitahukan kepada orang-orang yang di cintainya mengenai Pembicaraannya dengan Ustadz Nizwar, kini saatnya ia menyediakan seluruh perlengkapan di tempat pengabdian dan juga melengkapi semua berkas yang diminta Ustadz Nizwar sebagai persyaratan pendaftaran mahasiswa baru, namun masih 1 lagi berkas yang belum bisa ia berikan kepada Ustadz Nizwar, segera ia kembali kerumah Ustadz Nizwar dan mengatakan itu, dan berjanji akan mengusahakan berkas itu sampai dalam waktu 1-2 hari karena ia harus menghubungi orang tuanya untuk mengirimkan berkas tersebut.
*Mohon Dukungannya teman-teman. Jangan lupa kritik dan Sarannya Agar Author semakin semangat nulisnya*