Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
17


__ADS_3

Shalat Maghrib pun tiba Dhiafakhri diperintahkan sebagai imam, dan iapun menyanggupi. Setelah Shalat Dhiafakhri pamit kembali ke pondok dan seluruh siswa-siswi kembali ke rumah masing-masing.


Diperjalanan pulang terdengar beberapa siswa-siswi mengungkapkan kekagumannya terhadap Dhiafakhri. Selain masih sangat muda dan tampan mereka juga mengagumi kecerdasannya dan menyampaikan dan menanggapi pertanyaan. Dhiafakhri hanya tersenyum menanggapi perkataan siswa tersebut.


Selain itu beberapa siswa menyampaikan langsung kepada panitia agar ketika melaksanakan kegiatan keagamaan untuk mengundang Ustadz Dhiafakhri sebagai pembawa tausiyah.


Sesampainya di pondok Dhiafakhri langsung bergabung bersama Zayyid dan santri yang sedang membaca Rathib Al-Haddad. Setelah membaca Rathib Al-Haddad mereka shalat isya dan kembali ke perumahan untuk makan malam.


Perjalanan ke perumahan sekitar 10 meter dengan pondok pesantren, sepanjang perjalanan Dhiafakhri dan Zayyid ngobrol.


Zayyid:


bagaimana saat antum tausiyah tadi?


Dhiafakhri:


Alhamdulillah semuanya lancar dan tanpa kendala apapun, ternyata siswa-siswi SMK Karya Bhakti cerdas-cerdas, hampir saja ana malu kalau tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, untung saja sudah ada persiapan ilmu walaupun sedikit he-he-he


Zayyid:


ia sejak dulu siswa-siswi SMK Karya Bhakti terkenal cerdas, dan sekolah mereka merupakan sekolah unggulan. Mereka bukan hanya unggul dalam pelajaran umum namun pelajaran keagamaan juga sangat unggul, di SMK Karya Bhakti setiap bulannya melaksanakan kegiatan keagamaan dan hampir seluruh Ustadz-Ustadz terkenal di Manado mendapatkan giliran tausiyah di sekolah tersebut. Ini merupakan undangan kedua Ustadz Mahsyer. Mungkin karena bulan lalu beliau juga tidak dapat menghadiri dan ana yang menggantikan makanya bulan ini Ustadz Mahsyer di undang kembali, namun tetap sama beliau belum bisa juga menghadiri, untung ada antum yang bisa menghendel jadi ana terbebas ha-ha-ha.


Dhiafakhri:


Subhanallah sungguh sangat luar biasa Kepala Sekolahnya, berarti mereka bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang berlebel Madrasah.


ha-ha-ha dasar antum mah gitu.


Zayyid:


Ngomong-ngomong antum ini sudah beberapa bulan di Manado tapi ana tidak pernah lihat antum dekat atau sekedar kenalan dengan hariem-hariem di Manado, padahal banyak yang naksir sama antum

__ADS_1


Dhiafakhri:


Hmm... ana belum memikirkan itu, lagian tujuan kesini juga bukan untuk itu, kalau antum sendiri gimana? ada hariem kah?


Zayyid:


Ana juga belum kepikiran hariem, tetapi jika suatu saat nanti sudah ada yang pas di hati, langsung otw KUA, ana ngak mau lama-lama pacaran hanya tambah dosa dan bikin sakit hati. kalau antum sendiri gimana? jangan-jangan ada hariem yang jauh disana? he-he-he


Dhiafakhri:


Sejujurnya memang ada tapi sejak 1 bulan terakhir ini ana tidak pernah berkomunikasi dengan dia soalnya semenjak banjir sebulan yang lalu, antum tahu sendiri kalau barang-barang ana habis terbawa banjir dan salah satu barang yang terbawah banjir handphonenya ana. Jadi ana sudah tidak bisa menghubungi dia dan ana tidak hafal nomor handphonenya karena memang ana tidak pernah kepikiran untuk menghafal 1 pun nomor handphone yang ada di handphonenya ana. termasuk nomor orang tuanya ana, ana tidak hafal.


Zayyid:


wah parah juga antum kalau seperti itu. Kalau nomor handphone saja tidak di hapal gimana dengan yang lain.? Patut diragukan cintanya antum ini.!


Dhiafakhri:


Zayyid:


ia sepertinya itu cara Allah supaya Antum cari kekasih di Manado. untuk solusi kayaknya sulit karena Nomor handphone sudah ngak ada, untuk bertemu sepertinya tidak mungkin. Solusinya hanya satu, cari kekasih baru aja di Manado ha-ha-ha.


Dhiafakhri:


ha-ha-ha luar biasa bahasanya antum ini sungguh puitis dan tembus ke hati.


Keasyikan ngobrol Dhiafakhri dan Zayyid telah sampai di perumahan, mereka segera ke kamar masing-masing untuk mengganti pakaian, dan makan malam. Setelah makan malam Zayyid mengajak Dhiafakhri jalan-jalan mengelilingi kota karena sejak enam bulan Dhiafakhri berada di Manado belum pernah sekalipun ia keluar untuk sekedar jalan-jalan karena selalu di sibukkan dengan kegiatan pondok yang sangat banyak.


Dhiafakhri mengiyakan ajakan itu karena sebenarnya ia juga jenuh berada di pondok terus dan hanya mengurus santri dan berbagai kesibukan lainnya, Zayyid juga telah meminta izin pada Ustadz Mahsyer dan Ustadz Mahsyer mengizinkan. Zayyid dan Dhiafakhri pun berangkat sepanjang perjalanan mereka menjumpai sangat banyak anak muda yang sedang nongkrong, beberapa diantara mereka sengaja menyapa Dhiafakhri dan Zayyid.


"Mo kemana Ustadz? nyanda usah pergi jauh singgah disini saja kwa ba cerita den torang".

__ADS_1


Dhiafakhri dan Zayyid terus berjalan tanpa menanggapi mereka. Puas berjalan-jalan mereka pun kembali ke perumahan.


*Di tempat berbeda*


Aleysia tidak lagi memikirkan Dhiafakhri, yang sudah sebulan hilang tanpa kabar, Aleysia berpikir jika Dhiafakhri telah menemukan kekasih baru makanya ia langsung mengganti nomor handphonenya, dia benar-benar telah move on. kini Aleysia fokus belajar untuk persiapan Ujian Nasional. Selain itu Aleysia telah dikenalkan Alya pada Rayyan teman masa kecilnya. Alya menceritakan ciri-ciri Rayyan secara detail yang membuat Aleysia penasaran.


Alya:


Sya Rayyan itu orangnya sangat baik, ia juga sangat membatasi pergaulan. Kalau ente pengen kenalan nanti ana kasih nomornya.


Aleysia:


Hmm, memangnya dia ngak ada pacar? soalnya kalau ada pacar nanti pacarnya marah kalau ana chatting dengan dia. ana ngak mau dianggap jadi perusak hubungan orang


Alya:


Katanya sih ngak ada, dan setahunya ana Rayyan memang ngak ada kekasih karena Rayyan ngak pernah bohong sama ana. tapi untuk memastikan kenalan aja dulu, kalau sudah kenal pasti akan ente tahu sendiri dia ada pacar atau ngak. ini nomor handphonenya +628234587****


Aleysia:


oke, nanti ana chat kalau sudah ada waktu luang.


Setelah selesai ngobrol mereka lanjut mengerjakan tugas-tugas sekolah untuk persiapan Ujian Nasional. Sangat banyak tugas sekolah yang harus mereka selesaikan karena semenjak mendekati Ujian Nasional jam belajar Aleysia dan seluruh santri kelas XII menjadi bertambah dari sebelumnya.


Penambahan jam belajar bertujuan untuk menambah pengetahuan santri menjelang Ujian Nasional, dan tujuan lain agar hasil Ujian santri dapat mencapai target yang telah di tentukan. Diharapkan semua santri serius dalam mencapai target.


Hallo kawan-kawan jangan lupa dukung terus novel "Perjalanan cinta sang santri" jangan lupa berikan vote, like dan komentarnya.


Kritik dan saran tuliskan di komentar agar menjadi acuan author untuk memperbaiki novel ini.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2