Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
9


__ADS_3

Dhiafakhri Selalu mengirimkan chat romantis agar Aleysia mengetahui jika ia benar-benar serius mencintainya, ia berharap Aleysia dapat mencintainya seperti ia mencintai Aleysia, walaupun harapan itu harus menunggu lama.


ia sadar bahwa ungkapan uhibbuka dari Aleysia hanya karena tak ingin mengecewakannya, ia merasa sampai sekarang Aleysia belum benar-benar mencintainya. Namun ia tidak akan mempermasalahkan perasaan itu karena ia tidak ingin Aleysia merasa tidak nyaman. Dhiafakhri berusaha mengikuti alur dari perasaan Aleysia, menurutnya jika ia terus berusaha suatu saat nanti Aleysia akan mencintainya seperti ia mencintai Aleysia. Kalaupun sampai suatu saat nanti Aleysia ternyata belum juga bisa mencintainya itulah sebuah pengorbanan.


Menurut Dhiafakhri cinta tidak bisa dipaksakan, namun cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, hal terpenting baginya Aleysia mau membuka hati untuknya.


*1 bulan telah berlalu*


Hubungan Dhiafakhri dan Aleysia semakin romantis, setelah memutuskan menerima Dhiafakhri, Aleysia benar-benar membuka hatinya sehingga sedikit demi sedikit ia telah mencintai Dhiafakhri dan Dhiafakhri semakin mencintai Aleysia, karena akhirnya perjuangannya tidak sia-sia.


Layaknya orang sedang jatuh cinta pada umumnya, kini waktu luang Dhiafakhri dan Aleysia lebih banyak di habiskan dengan chatting, maklum mereka hubungannya LDR jadi wajar dong waktu luangnya di habiskan dengan chatting dan angan-angan untuk kehidupan kedepannya mereka sampaikan lewat chatting selain itu Aleysia dan Dhiafakhri juga saling menanyakan kegiatan sehari-hari di Pondok Pesantren di tempat mereka menuntut Ilmu


Kesibukan itu membuat Dhiafakhri melupakan jika waktu ujian nasional sudah semakin dekat, untung saja ada Aleysia yang mengingatkan agar selalu belajar dan mengurangi aktivitas yang menggangu waktu belajar Dhiafakhri. Agar tidak menggangu waktu belajar Dhiafakhri, Aleysia memutuskan agar mereka mengurangi komunikasi selama 2 Minggu menjelang Ujian Nasional. Ia ingin agar Dhiafakhri benar-benar fokus belajar agar mendapatkan nilai yang memuaskan.


"Hmm benar juga saran Aleysia, ana harus fokus belajar dan 2 Minggu bukan waktu yang lama jika ana fokus belajar" *Pikir Dhiafakhri*


Setelah berpikir dengan matang Dhiafakhri memutuskan untuk mengikuti saran yang diberikan Aleysia. ia tidak ingin Aleysia marah ataupun kecewa jika ia tidak mengikuti saran tersebut, dan menurutnya Aleysia memberikan saran tersebut demi kebaikan dirinya. selain itu ia juga tidak ingin berdebat mengenai hal-hal yang tidak perlu diperdebatkan.


******

__ADS_1


Selama 2 Minggu Aleysia dan Dhiafakhri benar-benar tidak komunikasi sekali pun. Aleysia memutuskan untuk menonaktifkan handphonenya agar Dhiafakhri tidak dapat menghubunginya. Sedangkan Dhiafakhri memutuskan untuk menyimpan handphonenya ke dalam lemari agar ia bisa fokus belajar.


Selama 2 Minggu Dhiafakhri benar-benar fokus belajar, tak ada hal lain yang dilakukannya selain belajar, sehingga tanpa ia sadari waktu 2 minggu yang awalnya sangat lama kini telah berlalu tanpa kendala dan tidak sekalipun Dhiafakhri menyentuh handphonenya.


Kini tiba waktunya Ujian Nasional. Waktu menunjukkan pukul 06.00 Wita, setelah Shalat Subuh Dhiafakhri menyiapkan segala keperluan yang akan digunakan saat Ujian Nasional, mulai dari papan pengalas, pensil, penghapus, dan yang terpenting adalah kartu ujian, semua dipersiapkan dengan baik. Setelah semua keperluannya telah siap dengan penuh percaya diri Dhiafakhri menuju sekolah untuk melaksanakan Ujian Nasional.


Sambil menunggu waktu ujian tiba, Dhiafakhri memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca kembali pelajaran yang telah ia pelajari sebelumnya, di bukanya satu persatu lembaran buku, lalu ia baca dengan seksama sampai benar-benar ia pahami.


Ting... ting... ting... bel berbunyi tanda Ujian Nasional segera dimulai. Seluruh santri yang akan melaksanakan Ujian Nasional termasuk Dhiafakhri memasuki ruangan yang telah disediakan. Ujian Nasional pun telah berlangsung, Dhiafakhri terlihat tenang dan tanpa kendala dalam mengerjakan semua soal ujian, hal ini tentu karena ia telah belajar dengan baik. hampir keseluruhan yang ia pelajari menjadi soal pada Ujian Nasional kali ini, hal ini membuat Dhiafakhri sangat cepat dalam menyelesaikan soal-soal tersebut.


Setelah meneliti bahwa jawaban dari setiap soal yang ia kerjakan sudah tidak ada yang keliru, Dhiafakhri segera mengumpulkan hasil ujiannya ke bangku pengawas dan kembali ke Pondok.


*******


3 Hari telah berlalu Ujian Nasional telah berakhir, Dhiafakhri terlihat tidak sabar untuk menghubungi Aleysia. Sesampainya di pondok segera ia mengambil dan mengaktifkan handphonenya karena ia tak sabar untuk menghubungi Aleysia.


Segera ia mengirimkan pesan ke Aleysia. Di tempat berbeda Aleysia juga telah menunggu pesan dari Dhiafakhri karena ia mengetahui bahwa Ujian Nasional telah berakhir.


*Assalamualaikum... Adik Aleysia yang ku sayang bagaimana keadaanmu? 2 Minggu tidak berkomunikasi rasanya seperti bertahun-tahun, kak Fakhri kangen banget.

__ADS_1


* Waalaikumsalam... Alhamdulillah sehat wal afiat kak. ia Aleysia juga kangen banget sama kakak Fakhri. Bagaimana Ujian Nasionalnya kak?


*Alhamdulillah semuanya lancar dan diberikan kemudahan untuk kak Fakhri menjawab setiap pertanyaan sayang, ini semua berkat doa orang tua, Ustadz, dan dek Aleysia. Semoga hasil ujiannya nanti memuaskan dan bisa membuat orang tua menjadi bangga.


*ia Alhamdulillah jika semua dimudahkan kak, Aamiin semoga keseriusan kak Fakhri belajar mendapatkan hasil yang memuaskan seperti keinginan kak Fakhri. Ngomong-ngomong setelah lulus nanti kak Fakhri lanjut kuliah dimana?


*Sepertinya kak Fakhri tidak lanjut kuliah, kak Fakhri di tugaskan Ustadz Nizwar untuk mengabdi ke kota Manado selama 2 tahun. Tapi kak Fakhri belum mengiyakan karena masih menunggu pendapat orang tua dan pendapat dek Aleysia, bagaimana menurut dek?


*Jika itu perintah Ustadz dikerjakan aja kak, insyaallah itu yang terbaik untuk kak Fakhri. Aleysia selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan kak Fakhri, Aleysia yakin semua yang di perintahkan Ustadz Nizwar baik untuk kak Fakhri. Tapi silahkan kak Fakhri tanya dulu ke orang tuanya, setuju atau ngak karena walau bagaimanapun ridha orang tua ridha Allah. dan ketidakridhaan orang tua adalah murka Allah.


*ia dek, terima kasih selalu mensupport kak Fakhri. Sebentar kak Fakhri akan telpon ayah dan ibu untuk meminta pendapat sekaligus mencari ridhanya.


Terima kasih sudah selalu ada untuk kak Fakhri, semoga hubungan kita langgeng selamanya. Kak Fakhri selalu sayang dek Aleysia.


*Ia kak Aamiin, saling support penting dalam suatu hubungan. Aleysia juga sayang kak Fakhri*


Selesai chatting dengan Aleysia, Dhiafakhri segera menghubungi orang tuanya untuk mendengar pendapat karena ia ingin segera memberi informasi pada Ustadz Nizwar agar Ustadz Nizwar tidak menunggu lama.


Hallo kawan-kawan, dukung terus yah novel ini dengan berikan vote, like dan komentar.

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan saran untuk Author yah kakak-kakak pembaca 😁😁😁


__ADS_2