Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
34


__ADS_3

Aleysia tiba-tiba lemas mendengar penuturan Rayyan, hatinya begitu sedih namun ia enggan mengatakan demikian pada Rayyan.


Aleysia kembali membalas pesan Rayyan.


Aleysia: ia sayang, terus gimana keadaannya sekarang? apa tidak di marahin ibu kalau pegang handphone?


Rayyan: Tidak kok sayang tadi aku minta langsung ke mama, oh yah sayang aku kangen banget pengen ketemu kamu malam ini.


Aleysia: Ia aku juga kangen, kalau jaraknya dekat aku sudah jengukin kamu dari tadi, insyaallah dilain waktu aku bakal kesitu.


Rayyan: Ia sayang, aku selalu menunggu kedatanganmu, doain aku semoga bisa sehat seperti sediakala.


Aleysia: Ia sayang selalu aku doain.


Rayyan: Terima kasih sayang, sayang sebenarnya aku pengen banget ketemu kamu malam ini, aku pengen ketemu untuk terakhir kalinya.!


Aleysia: Tapi ngak ada mobil kesitu untuk malam ini sayang. Hmm jangan ngomong gitu aku ngak suka.


Rayyan: ia sayang ngak lagi, tapi mengapa hatiku seperti ini sayang, aku benar-benar pengen ketemu kamu.


Aleysia: Sabar sayang kalau udah libur semester aku bakal temuin kamu.


Rayyan: ia deh,! Jangan berubah yah aku sayang banget sama kamu Aleysia.!


Aleysia: ia aku juga sayang sama kamu, makanya selalu jaga kesehatan.!

__ADS_1


Rayyan tak lagi membalas chat Aleysia, tetapi Aleysia masih menunggu balasan chatnya karena tidak biasanya Rayyan seperti itu. Sambil menunggu tanpa sadar Aleysia memutar lagu ST12 "Saat Terakhir"


Tak pernah terpikir olehku


Tak sedikitpun ku bayangkan


Kau akan pergi tinggalkan kusendiri


Begitu sulit kubayangkan


Begitu sakit ku rasakan


Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri


Dibawah batu nisan kini


Kasih sayang kamu begitu dalam


sungguh ku tak sanggup


Ini terjadi karna ku sangat cinta


Inilah saat terakhirku melihat kamu


Jatuh air mataku menangis pilu

__ADS_1


Hanya mampu ucapkan


Selamat jalan kasih


Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu kamu kamu di hatiku


Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup


Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu di hatiku


Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup.


Aleysia ikut menyanyikan lagu itu sambil menunggu balasan chat dari Rayyan. Hingga jam 21.30 Wita Aleysia menunggu tapi Rayyan tak juga membalas chatnya. Capek menunggu Aleysia masuk ke kamarnya untuk tidur, karena sejak tadi ia chatting dengan Rayyan ia duduk di ruang keluarga sambil nonton Tv. Di kamar ia mencuci kaki dan bersiap-siap untuk tidur, tiba-tiba Handphonenya berdering tanda pesan masuk. Diraihnya handphone tersebut dan membuka pesan yang masuk. Aleysia berharap pesan dari Rayyan tetapi nyatanya itu pesan dari Alya sahabatnya sekaligus sahabat Rayyan.


Alya: Assalamualaikum... Sya ente sudah dengar kabar?


Aleysia yang membaca pesan tersebut tiba-tiba sesak dan bertanya-tanya kabar apa yang dimaksud Alya, iapun segera membalas chat itu.


Aleysia: Waalaikumsalam... Kabar apa Al?


Sebenarnya Alya tidak tega memberitahukan kabar tersebut tetapi mau gimanapun ia harus memberi tahu sahabatnya itu.


Alya: Rayyan Sya.! Balas Alya singkat karena tak sanggup mengatakannya.


Aleysia: Kenapa Rayyan Al? tadi aku sempat chatting dengan dia.

__ADS_1


Alya: Rayyan sudah meninggal 40 menit yang lalu Sya. Kamu yang sabar Sya.!


Aleysia yang membaca pesan itu merasa seperti mimpi, bagaimana tidak belum cukup sejam dia dan Rayyan selesai chatting namun tiba-tiba ia menerima pesanan jika Rayyan telah tiada.


__ADS_2