
Sepanjang hari Aleysia terus menatap handphonenya, berharap Rayyan akan mengechat. ia menyesali mengapa harus ketiduran di saat Rayyan ngechat.
Aahhhhhhh Aleysia berteriak melepaskan segala beban pikirannya. tiba-tiba handphonenya bergetar.
Tuuut... tuuut... tuuuut
Segera Aleysia meraih handphone yang berada di atas nakas. Tertulis dilayar handphone miliknya.
1 Pesan diterima
Dengan sangat penuh harap Aleysia membuka chat itu, betapa senang hati Aleysia setelah membaca chat masuk.
Assalamualaikum... sayang maaf aku ngak ngabarin beberapa hari ini, soalnya handphone ketinggalan dirumah, aku baru balik dari rumah sakit. Maaf sudah membuat mu khawatir.
Senang bercampur sedih setelah membaca chat dari orang yang ditunggunya sudah berhari-hari, segera ia membalas chat tersebut.
Aleysia: Waalaikumsalam... ia sayang ngak apa-apa kok ngak perlu minta maaf. Gimana keadaannya sekarang?
Rayyan: Alhamdulillah sudah baikan. sayang tahu darimana kalau aku sakit?
__ADS_1
Aleysia: waktu kamu ngak balas chat, aku nanya ke Alya, dan Alya menceritakan bahwa kamu masuk Rumah sakit. Alhamdulillah kalau sekarang sayang sudah baikan.
Rayyan: ia sayang selama di rumah sakit, aku terus kepikiran kamu, soalnya ngak sempat ngecat dan handphone juga udah ngak sempat aku ambil soalnya ibu sudah panik banget lihat darah berserakan.
Aleysia: Mangnya kamu sakit apa sayang? apa kata dokter setelah pemeriksaan?
Rayyan: kata dokter ngak boleh kecapean, hanya itu doang.
Aleysia: Hmm, sayang jaga kesehatan. ikuti saran dokter aku ngak mau sayang kenapa-kenapa.
Rayyan: ia sayang, tapi bosan juga kalau ngak ngapa-ngapain. Sekarang dokter saranin istirahat dulu, ngak boleh kesekolah. Bosan banget tinggal di rumah, mana ibu semakin protektif semua dibatasin.
Rayyan: ia deh, tapi aku bosan sayang setiap hari harus minum obat. sampai kapan harus seperti ini?
Aleysia: yang sabar sayang kalau udah sembuh pasti udah ngak minum obat lagi.
Seharian Aleysia dan Rayyan chatting, segala keluh kesah Rayyan ceritakan pada Aleysia. karena semakin larut Aleysia menyuruh Rayyan untuk istirahat karena mengingat kondisi Rayyan yang belum sepenuhnya sehat.
Hampir sebulan sudah Rayyan tidak ke sekolah, ia sangat kangen dengan sekolah dan teman-temannya. Hari ini ia berpamitan pada ayah dan ibunya untuk kesekolah, sebenarnya ibunya belum mengizinkan Rayyan ke sekolah tetapi karena alasan sudah cukup lama tidak masuk sekolah akhirnya dengan berat hati ibu Rayyan mengizinkannya ke sekolah dengan syarat harus di antar ayahnya. Rayyanpun mengiyakan dan sejak semalam ia juga sudah meminta izin pada Aleysia untuk ke sekolah.
__ADS_1
******
Pengumuman hasil seleksi akan keluar hari ini, namun Aleysia tidak perlu ke kampus karena dapat mengeceknya di website yang telah di informasikan. Aleysia segera membuka website dan memasukkan nomor ujian miliknya, terpampang dilayar laptop miliknya "Anda tidak lulus seleksi tahap 1 silahkan registrasi kembali untuk mengikuti seleksi tahap kedua".
antara sedih dan senang, Aleysia memberi tahukan kepada ayah dan ibunya tentang ketidakberhasilannya tersebut, ibunya hanya tersenyum dan tetap memberi semangat pada Aleysia. Ayahnya menyarankan agar mengikuti seleksi tahap kedua namun Aleysia mengatakan tidak ingin mengikuti seleksi kedua di kampus yang sama. hari ini ia ingin mengambil formulir di kampus berbeda, tujuannya Universitas Islam negeri.
Ayahnya hanya mengikuti semua keinginan Aleysia, dipacunya kendaraan sampai ke Universitas Islam negeri, segera mereka menuju ruang BAAK untuk meminta Formulir pendaftaran. Beberapa saat menunggu keluarlah pegawai BAAK.
maaf pak untuk hari ini belum bisa mengambil formulir karena pegawai bagian formulir tidak hadir sedang ada kesibukan di luar. bapak bisa kesini besok pagi.
Aleysia yang merasa kecewa dengan jawaban pegawai BAAK, terus menggerutu dan mengajak ayahnya untuk segera ke kampus lain. Ayahnya hanya mengikuti keinginan Aleysia.
Kampus tujuan mereka selanjutnya kampus Swasta yang tidak asing bagi Aleysia, karena ia sudah dua kali mengikuti lomba yang diadakan kampus tersebut selama ia masih di pondok pesantren.
Ayah, Aleysia ingin singgah di kampus itu sebentar mengambil formulir. Aleysia berucap sambil menunjukkan kepada ayahnya kampus yang ia maksud. Segera ayahnya membelokkan kendaraan menuju kampus yang ditunjukan Aleysia.
Sesampainya mereka di kampus tersebut Aleysia langsung menuju ke ruang BAAK untuk meminta formulir.
jangan lupa like dan komentar untuk memberikan semangat pada Author
__ADS_1