Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
4


__ADS_3

Adzan Maghrib berkumandang, segera Aleysia dan kawan-kawan menuju masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib. Setelah shalat Magrib mereka kembali ke Pondok untuk berganti pakaian dan melanjutkan mempelajari teks.


Sudah hampir 1 jam Aleysia, Alya dan Halwa belajar, mereka saling bertanya mengenai hal-hal yang tidak mereka pahami, sebab ba'da Isya mereka akan kerumah pak Kyai untuk belajar.


Dari kejauhan pak Kyai senang melihat kekompakan dan keseriusan Aleysia, Alya dan Halwa mempelajari teks-teks, Pak Kyai yakin jika mereka konsisten seperti itu, akan mudah untuk memenangkan pertandingan nanti.


****


Shalat Isya telah selesai dilakukan, seluruh santri menuju dapur umum untuk makan malam, disana ibu dapur telah menyiapkan makanan khas pondok yaitu tahu, tempe dan sayur kangkung. Sesudah makan, Aleysia mengajak Halwa dan Alya kerumah Pak Kyai, tak lupa mereka membawa teks yang telah diberikan.


Sesampainya dirumah, Pak Kyai sudah menunggu mereka diruang tamu. Setelah berbincang sebentar Pak Kyai langsung meminta teks yang telah ia berikan dan mulai menanyakan satu persatu, mulai dari Aleysia dan terakhir Halwah. Puas dengan hasil belajar santrinya, Pak Kyai hanya memberikan sedikit wejangan dan juga semangat kepada Aleysia, Alya dan Halwa, sebab tinggal menghitung hari perlombaan akan segera di mulai.


*******


KANTOR YAYASAN


Segala persiapan lomba mulai dari Panitia, gedung, serta tempat penginapan bagi peserta yang berasal dari luar kota telah dipersiapkan.


Terdaftar sejumlah dua puluh Pondok Pesantren baik yang berada dalam kota maupun luar kota telah mendaftarkan diri sebagai peserta.


Panitia masih membuka pendaftaran hingga pukul 10.00 Wita dan setelah itu tidak ada penerimaan pendaftaran sebab Panitia akan segera menyusun jadwal pertandingan.


*Waktu telah menunjukkan pukul 09:45 Wita, di ruang Pendaftaran terlihat sudah sepih dan tidak ada tanda-tanda peserta yang akan mendaftar sehingga panitia memutuskan menutup pendaftaran lebih awal dari waktu yang di tetapkan sebab masih banyak hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pembukaan lomba esok pagi.


Ketua Panitia telah membagikan tugas kepada masing-masing devisi, Ketua Panitia berharap agar masing-masing ketua devisi bertanggungjawab terhadap anggotanya dan juga tugas yang telah diberikan.


Setiap Devisi bergegas menyelesaikan tugas yg menjadi tanggung jawabnya.


Ketua Devisi acara membagikan tugas kepada masing-masing anggotanya. beberapa anggota diperintahkan untuk segera menyusun jadwal lomba dan nama-nama Pondok pesantren yang akan bertanding esok pagi setelah pembukaan dan teknical Meeting. Sedangkan anggota yang lain mempersiapkan hal-hal lain, begitulah dengan devisi lain, setiap anggota terlihat sangat antusias menyambut pembukaan acara.


*Pukul 23:00 Wita*

__ADS_1


Ketua Panitia mengecek kesiapan lokasi serta kebutuhan pembukaan acara.


Bagaimana perlengkapan besok apakah sudah siap..? Tanya Ketua Panitia!!!


Alhamdulillah semua sudah siap. Masing-masing devisi telah menyelesaikan tugas untuk persiapan pembukaan esok pagi.


"Ucap wakil Ketua".


Semua bisa kembali ke tempat masing-masing untuk istirahat dan jangan lupa besok jam 5.30 Wita semua anggota sudah berada di lokasi acara. "ucap ketua panitia"


baik pak ketua, ucap semua anggota kemudian meninggalkan lokasi acara.


*Pukul 05.30 Wita*


Semua anggota devisi telah sampai ke lokasi acara sebagaimana arahan ketua panitia. Devisi acara telah mengecek segala kebutuhan pembukaan.


Panitia telah menyiapkan pengeras suara, kipas angin, dan menyusun rapih kursi-kursi yang akan digunakan tamu undangan saat pembukaan acara.


*Lokasi Berbeda


Seluruh Pondok pesantren yang akan mengikuti lomba telah menyiapkan pesertanya, setiap pondok pesantren menunjuk pembina yang akan membawa peserta ke lokasi lomba, dan seluruh pembina telah bersiap-siap menuju lokasi untuk melakukan registrasi peserta. Segala persiapan telah dipersiapkan dan santri ataupun santriwati yang mengikuti lomba juga ikut untuk melakukan registrasi.


Pondok Pesantren As-Saadah mempercayakan kepada Anak Pak Kyai untuk menjadi pembina seban pak Kyai sangat sibuk dan tidak memiliki waktu luang, sedangkan Pondok Pesantren Al-fatah menugaskan pada Dhiafakhri.


Dhiafakhri diberi kepercayaan dari Ustadz Nizwar sebagai pembina santri yang akan mengikuti lomba sehingga segala kebutuhan peserta lomba telah di persiapkannya.


Sebelum Dhiafakhri membawa santri ke lokasi acara, terlebih dahulu mereka meminta doa kepada Ustadz Nizwar agar diberikan kemudahan dalam menjawab seluruh pertanyaan.


Setelah meminta doa, mereka pun berpamitan dan bergegas menuju lokasi pembukaan acara.


*10 Menit kemudian sampailah mereka di lokasi pembukaan acara, lokasi tersebut terlihat sangat ramai karena seluruh peserta telah berdatangan.

__ADS_1


Segera Dhiafakhri menuju loket panitia untuk melakukan registrasi ulang sekaligus mengambil nomor peserta dan jadwal yang telah disediakan panitia.


Seluruh tahapan registrasi telah selesai, Dhiafakhri mengajak Ridwan, Abdurrahman, dan Munawwar untuk segera masuk kedalam ruangan tempat pembukaan acara.


Sesampainya di dalam ruangan Ridwan, Abdurrahman, dan Munawwar terbelalak melihat ruangan yang sudah sembilan puluh persen penuh dengan peserta.


*waah Ternyata pesertanya sangat banyak kak..!!! *Ridwan takjub sekaligus shock dengan banyaknya peserta yang mengikuti lomba karena dalam khayalan Ridwan, peserta yang mengikuti lomba tidak akan sebanyak itu.


ia, banyak sekali kak, kalau pesertanya sebanyak ini, ana kurang yakin kita bisa menang kak.!!! Sambung Munawwar yang mulai kehilangan kepercayaan diri" Dengan kata lain Ridwan dan Munawwar mulai demam panggung nih ceritanya padahal belum tanding.


ngak boleh pesimis seperti itu War, Harus optimis menang. Kak Fakhri yakin kalian bisa bersaing dengan Pondok Pesantren lain. kalian itu pilihan Ustadz Nizwar yang tentunya tidak diragukan lagi kemampuannya. Ngak mungkin Ustadz Nizwar salah memilih. Dhiafakhri mencoba membangkitkan kepercayaan diri santri binaannya. Ia tidak ingin mereka kalah mental atau kalah sebelum bertanding. Hal yang dilakukan Dhiafakhri tidak sia-sia, terbukti mereka bertiga kembali mendapat kepercayaan diri yang sempat hilang.


Ia kak, Bismillah...insyaallah kami diberikan kemudahan dalam pertandingan nanti, dan kami bisa lolos ke tahap berikutnya. Aamiin.!!! mereka bersama-sama mengaminkan.


Setelah berhasil membangkitkan kepercayaan diri untuk anak binaannya, Dhiafakhri menyuruh mereka untuk duduk di tempat yang telah disediakan panitia. Setelah memastikan seluruh anak binaannya sudah mendapatkan tempat duduk Dhiafakhri berpamitan untuk keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke kamar mandi karena sudah kebelet.


Ketika hendak keluar ruangan tanpa sengaja ia berpapasan dengan seorang peserta, sejenak langkahnya terhenti sambil memperhatikan orang yang berada di depan ruangan.


Dherrrr Dhiafakhri segera menundukkan pandangannya karena seseorang yang dilihatnya tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Dhiafakhri.


Siapakah dia???


*****


***


**


Hallo kawan-kawan dukung terus yah novel perjalanan cinta sang santri, selalu berikan dukungan melalui vote, like dan komentar.


*Selamat Membaca*

__ADS_1


__ADS_2