Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
3


__ADS_3

Suara riuh para santri di pondok pesantren Al-fatah masih terdengar, santri-santri yang tidak lulus seleksi terlihat murung dan sedikit kecewa, sedangkan santri yang lulus seleksi terlihat bergembira dan antusias mempelajari teks-teks yang diberikan Ustadz Nizwar untuk persiapan lomba, selain itu mereka juga telah berbagi teks-teks tersebut agar setiap orang memiliki tanggung jawab terhadap teks yang menjadi bagiannya.


Di tempat berbeda, tepatnya di: "PONDOK PESANTREN AS-Sa'adah" juga melakukan hal yang sama karena menurut pimpinan pondok Semua Pondok Pesantren yang akan mengikuti lomba yang diselenggarakan Yayasan telah menyiapkan pesertanya.


Kyai Husain sebagai pimpinan Pondok Pesantren As-Saadah Sekaligus sebagai Pimpinan Madrasah memberikan kepercayaan kepada Aleysia Maryam untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan lomba yang akan di ikuti, termasuk mencari peserta yang akan mengikuti lomba tersebut.


Tentu bukan tanpa alasan Kyai Husain memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Aleysia, sebab semua santri dan guru di Pondok Pesantren As-Saadah mengenal Aleysia Maryam karena kecerdasan dan ketekunan yang ia miliki.


Tanggung jawab penuh yang diberikan Kyai Husain kepada Aleysia membuat dirinya bergegas mencari peserta yang akan mengikuti lomba, terbukti dalam waktu sehari Aleysia telah menunjuk Alya Khuzaefah dan Halwa sebagai pendampingnya untuk mengikuti lomba.


Kita telah diberi kepercayaan kepada Pak Kyai untuk mengikuti lomba, jadi kita harus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Pondok Pesantren kita.


*Ucap Aleysia kepada kedua temannya.!!!


Ia Sya, pokoknya kita harus berusaha semaksimal mungkin agar bisa menjadi yang terbaik. Mulai sekarang kita harus fokus mempelajari teks yang telah diberikan pak Kyai agar kita bisa memahaminya secara keseluruhan...!!!"Ucap Alya dan Halwa"


ia, kita tidak boleh mengecewakan pak Kyai...


kata pak Kyai sangat banyak Pondok Pesantren yang akan mengikuti lomba ini, bahkan ada beberapa Pondok Pesantren dari luar kota juga ikut serta. "ucap Aleysia"


Selain itu Aleysia juga menceritakan hal-hal yang di sampaikan Pak Kyai mengenai lomba.


**Flashback On*


Aleysia kalian harus mempelajari teks yang pak Kyai berikan dengan sungguh-sungguh, tidak perlu untuk dihafalkan setiap kalimatnya yang terpenting kalian harus pahami setiap kalimat yang berada di dalam teks jika ada yang belum di pahami tanyakan kepada Yai, karena sangat banyak Pondok Pesantren yang akan mengikuti Lomba ini. Sebab selain menambah pengalaman santri, dalam lomba ini yayasan memberikan hadiah yang fantastis yakni gratis kuliah di salah satu Universitas yang telah melakukan kerjasama dengan Yayasan, kalau ngak Yai ngak salah ingat nama kampusnya Universitas Al-Ulum " Ucap Pak Kyai kepada Aleysia, untuk memberi semangat agar mereka bersungguh-sungguh mempelajari teks tersebut.

__ADS_1


*Flashback Off*


waah berarti sangat luar biasa jika kita bisa memenangkan lomba tersebut, selain dapat pengalaman, dapat hadiah gratis kuliah..!!!


kalau seperti ini, ana semakin semangat belajar.😁😁😁... "ucap Alya dan Halwa"


****


Sya... Sya... Ngomong-ngomong di tempat lomba itu khusus santriwati atau santri dan santriwati soalnya kalau santri juga ikutan pasti seru dan tentunya kita bisa dong cari kenalan sekaligus cari gebetan kali aja dapat,


lagian kita kan sudah kelas 3 sedikit lagi akan menjadi mahasiswi, masa harus jomblo terus, santri juga butuh cinta ha... ha... ha... "ucap Alya sambil terkekeh"


Dasar ente Al, hanya itu yang ada dipikirannya ente, fokus sana pelajari teks. Nanti kalau kita sudah menang akan ada santri yang melirik ha...ha...ha "balas Halwah tak kalah ngawur"


Hmm...ia... ia... Sya...!!! kami akan serius mempelajari teks ini, dan serius melirik santri yang cocok untuk ente Sya..!!! ha...ha..ha jangan terlalu tegang Sya, rileks dong kalau terlalu serius di teks cepat tua ente " Halwah dan Alya kembali terkekeh".


ia rileks boleh tapi harus serius, dan ingat perbaiki niat ha-ha-ha, yah sudah ayuk kembali lagi belajar yang serius. " Ngomong-ngomong sudah berapa banyak teks yang ente berdua pahami? Ada kesulitan ngak dalam memahami teks ini? jika ada kesulitan nanti kita ke rumah pak Kyai menanyakan langsung. *Ucap Aleysia*


Alhamdulillah sudah cukup banyak Sya, tinggal beberapa yang masih sulit ana pahami tetapi akan ana pelajari terus sampai benar-benar paham. Kalau ana sudah tidak mampu baru ana kasih ke ente.


ana juga Sya tinggal beberapa yang belum ana pahami, nanti ente yang mengatasi yang benar-benar ana tidak bisa pahami..!!! ente kan sang guru besar 😁😁😁.!!! Alya dan Halwa hampir bersamaan menjawab Aleysia*


Guru besar apa..?? Ngawur kalian ini.!!! ente kira otaknya ana ini seperti otaknya pak Habibie? ana saja belum menguasai secara keseluruhan teks yang menjadi bagiannya ana, ente berdua sudah mau tambah lagi.


Ucap Aleysia mengakhiri Perbincangan yang sedari tadi dan mengajak kedua temannya untuk kembali ke Pondok.

__ADS_1


Sudah sore nih, kita kembali ke pondok saja dulu sebentar malam kita lanjutkan lagi belajarnya. Ingat sebentar malam harus tepat waktu jangan kelamaan dandannya karena setelah kita belajar disini kita akan kerumah pak Kyai. karena pak Kyai mau ngetes sudah seberapa banyak yang kita bisa pahami dari teks ini.


mereka bertiga kembali ke pondok dan segera ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap shalat Maghrib. Aleysia segera mandi dan mengenakan mukena nya, sedangkan Alya dan Halwa tidak lagi mandi karena waktu sudah mepet.


Allahhu Akbar, Allahu Akbar


Asyhadu Anlaa ilaaha illallah...


Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah


Hayya Alas shalah


Hayya Alal Falah


Allahu akbar, Allahu Akbar


Laa ilaaha illallah


Adzan Maghrib berkumandang, segera Aleysia dan kawan-kawan menuju masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib. Setelah shalat Magrib mereka kembali ke Pondok untuk berganti pakaian dan melanjutkan mempelajari teks.


Sudah hampir 1 jam Aleysia, Alya dan Halwa belajar, mereka saling bertanya mengenai hal-hal yang tidak mereka pahami, sebab ba'da Isya mereka akan kerumah pak Kyai untuk belajar.


Dari kejauhan pak Kyai senang melihat kekompakan dan keseriusan Aleysia, Alya dan Halwa mempelajari teks-teks, Pak Kyai yakin jika mereka konsisten seperti itu, akan mudah untuk memenangkan pertandingan nanti.


*Jangan Lupa beri dukungan berupa kritik dan saran kepada Author**

__ADS_1


__ADS_2