
Aleysia yang membaca pesan itu merasa seperti mimpi, bagaimana tidak belum cukup sejam dia dan Rayyan selesai chatting namun tiba-tiba ia menerima pesanan jika Rayyan telah tiada.
Air mata Aleysia tidak dapat terbendung lagi, ia masih menyimpan chat Rayyan yang mengatakan jika dia sangat mencintai Aleysia dan ingin bertemu, namun apalah daya semua itu tinggal kenangan.
Sepanjang malam Aleysia terus menangis mengingat Rayyan, ia tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, begitu sakit perasaannya di tinggal saat lagi sayang-sayangnya.
__ADS_1
Perasaan Aleysia saat ini sulit untuk di gambarkan. Banyak chat masuk dari nomor-nomor baru yang mengucapkan bela sungkawa padanya. Selain itu beberapa chat menanyakan kehadirannya di pemakaman Rayyan. Pertanyaan itu semakin membuat hati Aleysia teriris, rasanya ingin sekali Aleysia menghadiri pemakaman itu, tetapi apalah daya jarak yang tidak memungkinkan.
Pagi hari perasaan Aleysia masih bercampur-aduk untung saja hari ini kampus sedang libur jadi ia bisa menenangkan diri di rumah. Hanya beberapa pekerjaan rumah yang ia harus selesaikan setelah itu Aleysia kembali ke kamarnya menangis. Sebenarnya Aleysia memiliki banyak tugas kuliah tetapi karena masih direndung duka ia tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas-tugas itu.
******
__ADS_1
Hari-hari terus berlalu, Aleysia sudah kembali ke rutinitasnya yaitu kuliah, namun perasaan Aleysia kali ini berbeda ia masih di selimuti duka, selama di kampus Aleysia tidak seceriah biasanya, ia lebih banyak diam. Aleysia sangat merasa kehilangan setelah kepergian Rayyan, handphonenya kini telah sepi. Tak ada lagi orang yang selalu memberi kabar dan menanyakan keadaan dan aktivitas Aleysia. Ayunda teman Aleysia yang melihat sikap Aleysia tersebut menanyakan yang terjadi pada Aleysia. Aleysiapun menceritakan jika kekasihnya yang selama ini ia ceritakan pada Ayunda kini telah tiada. Ayunda yang mendengar ikut bersedih bahkan tidak percaya, namun ia berusaha menghibur Aleysia walaupun hiburan itu seperti tidak berarti.
Berbulan-bulan Aleysia menjalani hari-harinya tanpa semangat, kadang ia mencoba menghubungi nomor Rayyan yang ternyata masih aktif, Aleysia masih terus berharap jika semua yang terjadi itu hanyalah mimpi. Pernah suatu malam Aleysia menghubungi nomor Rayyan dan ibu Rayyan yang mengangkat telepon dari Aleysia, terdengar dari kejauhan suara ketus ibu Rayyan dan tak lupa ibu Rayyan berpesan agar Aleysia tidak lagi menghubungi nomor Rayyan dan lupakan Rayyan karena dia telah tenang disana.
Tanpa sepatah katapun Aleysia langsung mematikan teleponnya, sebenarnya Aleysia merasa sedih dengan sikap ibunya Rayyan yang seakan-akan tidak menyukai dirinya, namun ia mencoba memahami perasaan seorang ibu yang sedang kehilangan anaknya. Aleysia mengumpamakan perasaan ibu Rayyan dengan perasaannya saat ini, ia saja yang hanya sebatas kekasih yang baru mengenal kurang lebih 3 tahun sudah sangat merasa kehilangan, bagaimana dengan ibunya yang telah merawat Rayyan dari bayi hingga ia kelas XII SMA pasti sangat merasa kehilangan.
__ADS_1