Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
5


__ADS_3

Setelah berhasil membangkitkan kepercayaan diri untuk anak binaannya, Dhiafakhri menyuruh mereka untuk duduk di tempat yang telah disediakan panitia. Setelah memastikan seluruh anak binaannya sudah mendapatkan tempat duduk Dhiafakhri berpamitan untuk keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke kamar mandi karena sudah kebelet.


Ketika hendak keluar ruangan tanpa sengaja ia berpapasan dengan seorang peserta, sejenak langkahnya terhenti sambil memperhatikan orang yang berada di depan ruangan.


Dherrrr Dhiafakhri segera menundukkan pandangannya karena seseorang yang dilihatnya tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Dhiafakhri. Dhiafakhri pun bergegas ke kamar mandi dengan menunduk namun ketika mereka berpapasan Dhiafakhri sedikit melirik, dan tanpa sengaja ia melihat tulisan pada tanda pengenal, Aleysia Pondok Pesantren As-Saadah.


Aleysia yang berada di depan pintu masuk merasa sedang diperhatikan sehingga ia menoleh, namun saat ia menoleh ia tidak melihat seperti apa yang ia rasakan. Akhirnya ia, Halwa dan Alya serta pembina masih terus berada di depan pintu ruang sambil melihat kondisi dalam ruangan. Melihat banyaknya peserta memenuhi ruangan lomba, nyatanya membuat kepercayaan diri peserta dari Pondok Pesantren As-Saadah menjadi goyah, nyali mereka sedikit ciut.


Sya...ana jadi tidak percaya diri, pesertanya sangat banyak, bagaimana jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan dari juri nanti, pasti malu... "Alya mengucapkan dengan suara yang sangat pelan.


"ngomong apa sih ente Al, insyaallah kita pasti bisa, kita harus berpikir positif. jika mereka bisa kita juga bisa dong" Aleysia memberi semangat kepada teman-temannya.


*Pukul 08:30 Wita*


Pembukaan acara telah berlangsung, ucapan selamat datang dan beberapa sambutan telah disampaikan, sebelum acara berakhir disampaikan kepada pembina dan peserta agar menghadiri teknical meeting pada jam 11.00 Wita agar mengetahui tata cara lomba serta hal-hal teknis yang berkaitan dengan lomba. Terakhir pembacaan doa serta penutup.


Pembukaan acara telah berakhir, masing-masing peserta melihat jadwal pertandingan yang telah di tempel panitia pada papan informasi. Dari dua puluh Peserta dibagi menjadi 5 regu, masing-masing regu terdiri dari 4 Pondok Pesantren.


Pada hari ini hanya dua regu yang akan bertanding termasuk Pondok Pesantren Al-fatah dan Pondok Pesantren As-Saadah.


*Regu A (13.00-14.00 Wita)


Pondok Pesantren Al-fatah


Pondok Pesantren Al-Islam


Pondok Pesantren Raudah


Pondok Pesantren Fatimah Zahra


Regu B (15.00-16.00 Wita)


Pondok Pesantren As-Saadah

__ADS_1


Pondok Pesantren Modern


Pondok Pesantren Al-furqan


Pondok Pesantren Nurul Yaqin


Setelah melihat jadwal pertandingan, Dhiafakhri dan peserta dari Pondok Pesantren Al-fatah segera meninggalkan lokasi tempat acara berlangsung mereka keluar untuk mencari makanan dan tempat istirahat sedangkan Aleysia, Alya, Halwah dan pembina Pondok Pesantren As-Saadah memilih untuk tetap menunggu technical meeting, karena jarak dari Pondok pesantren mereka lumayan jauh. Setelah Kurang lebih 1 jam menunggu sisa beberapa detik waktu untuk technical meeting, Alya kembali merasa gugup dan kurang percaya diri, Aleysia yang mengetahui itu segera mengambil tindakan, diajaknya Alya untuk berkeliling kampus dan tidak lupa menitip pesan pada pembina agar menghubungi mereka jika technical meeting akan segera berlangsung.


*Pukul 11.00 Wita*


Seluruh panitia telah berkumpul di tempat yang telah di tentukan. Alya dan Aleysia belum juga kembali ke gedung itu, segera pembina menghubungi mereka dan tidak menunggu lama Alya dan Aleysia telah masuk dan mencari pembina dan Halwa yang sudah lebih dulu masuk ke dalam gedung. tidak berselang waktu lama, panitia yang bertugas sebagai pembawa acara membuka rapat atau teknical Meeting tersebut.


Terlihat pula Dhiafakhri dan anak binaannya memasuki gedung tempat dilaksanakannya technical meeting.


Teknical Meeting telah berlangsung.! berdasarkan keputusan panitia dan seluruh pembina, pertandingan menggunakan sistem gugur, Setiap regu hanya meloloskan 2 Peserta yang memiliki poin tertinggi.


Peserta wajib menggunakan Id Card atau kartu tanda pengenal, bagi peserta yang tidak menggunakan kartu tanda pengenal di anggap tidak hadir.


Semua sepakat dengan hasil meeting tersebut sehingga keputusan itu tidak dapat diganggu gugat.


Seluruh peserta yang akan bertanding termasuk Pondok Pesantren Al-fatah telah memasuki aula pertandingan dan mengambil posisi yang telah disediakan.


Pertandingan telah di mulai...


Kejar-kejaran poin terus terjadi antara Pondok Pesantren Al-fatah dan Pondok Pesantren Al-Islam.


Suara teriakan penonton memenuhi aula pertandingan, tak lupa Dhiafakhri juga terus menyemangati santri Pondok Pesantren Al-fatah yang menjadi anak binaannya.


Aleysia dan kawan-kawan yang juga berada dalam aula terlihat tegang dan serius mengamati poin yang saling mepet.


Selain mengamati poin Aleysia dan kawan-kawan diam-diam mengagumi peserta dari Pondok Pesantren Al-fatah.


Sya... coba perhatikan santri yang sedang menjawab pertanyaan itu, selain cerdas seperti ada manis-manisnya "bisik Halwah"

__ADS_1


memang ente Hal hanya memperhatikan yang manis-manis sedari tadi "Aleysia Membalas"


Benar kata Halwah, Sya..!!! Ridwan manis kok.


selain cool, cerdas pokoknya calon idaman. andai saja bisa dapat nomor handphonenya pasti hatiku berbunga-bunga. "


Alya Menyambung"


Al tau darimana kalau namanya Ridwan.?? "Halwah Penasaran"


Tadi kan sudah memperkenalkan diri sebelum pertandingan masa ente tidak dengar??


Luar biasa ente Al sekali dengar langsung disimpan dalam memori. Ana saja tidak dengar saat dia memperkenalkan namanya...!!! *Ucap Aleysia*


namanya juga seseorang yang dikagumi jadi saat dia memperkenalkan diri tadi, langsung tersimpan dalam memori dan dalam hati. "Alya tersenyum"


Dasar Alya, ngak bisa membiarkan yang manis-manis, selalu menggunakan langkah seribu. "celetuk Aleysia dan Halwah"


Aleysia, Alya, dan Halwa benar-benar memperhatikan peserta yang sedang bertanding, tak lupa mereka selingi dengan bercerita. Sibuk bercerita tanpa sadar pertandingan telah berakhir, Pondok Pesantren Al-fatah menjadi juara grup, Pondok Pesantren Al-Islam menjadi Runner-up, dan kedua Pondok Pesantren lainnya harus gugur dan meninggalkan pertandingan.


Alhamdulillah kita lolos babak penyisihan ini.


Semoga besok hasilnya seperti ini pula.!! *Dhiafakhri legah dengan keberhasilan anak binaannya, ia terus memberikan semangat dan motivasi pada mereka.


ia kak aamiin, siapa dulu dong pembinaannya, kak Fakhri. "ucap Ridwan"


ayuk balik pondok istirahat sejenak kemudian kembali melihat pertandingan agar kita mengetahui kemampuan lawan kita besok.


ia kak siap...!!!!


Dhiafakhri dan kawan-kawan berlalu meninggalkan Aula pertandingan, mereka pulang dengan senyuman sebab dengan kemenangan hari ini, mereka telah mendapatkan 1 tempat di regu A untuk pertandingan putaran kedua yang akan dilaksanakan besok.


Walaupun demikian Dhiafakhri dan anak binaannya tidak serta merta merasa senang karena pertandingan masih panjang.

__ADS_1


__ADS_2