Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
18


__ADS_3

Sebelum Alya memberikan nomor Rayyan pada Aleysia, Alya dan Rayyan telah chatting terlebih dulu. Alya telah mengenalkan Aleysia pada Rayyan sehingga ia tertarik untuk mengenalnya lebih dalam. Alya menceritakan segala kelebihan dan kebaikan yang dimiliki Aleysia, begitupun sebaliknya Alya juga sudah menceritakan segala kelebihan Rayyan pada Aleysia.


Cerita Alya yang melebih-lebihkan keduanya membuat Rayyan dan Aleysia semakin penasaran untuk saling mengenal.


Tiga hari telah berlalu, Aleysia sudah menyimpan nomor handphone Rayyan yang diberikan oleh Alya dan begitupun sebaliknya Rayyan juga telah menyimpan nomor handphone Aleysia. Namun keduanya masih merasa segan untuk memulai chatting.


Hari ini Aleysia merasa bosan karena tidak ada kegiatan di Pondok, ia bingung harus berbuat apa. Akhirnya dia mengambil handphone yang ia simpan dalam lemari. Setelah mengambil handphone ia iseng mengirim chat kepada Rayyan.


Aleysia:


Assalamualaikum... Maaf mengganggu, apa benar ini Rayyan teman Alya?


Rayyan:


Waalaikumsalam... ia benar, maaf ini siapa?


"Rayyan berpura-pura tidak mengetahui"


Aleysia:


Aku Aleysia teman Alya. Maaf sudah mengganggu.


*Aleysia merasa segan*


Rayyan:


Ngak mengganggu kok, oh ia Aku sudah kenal kok, cuma iseng aja tadi. ha-ha-ha Maaf yah.!


Aleysia:


Hmm...Emangnya kenal dari mana?


Rayyan:


Alya sudah lama kenalkan kamu sama Aku dan nomor kamu sudah beberapa Minggu aku save. Rencana tadi baru mau ngechat kamu tapi sudah keduluan.


Salam kenal yah! senang berkenalan dengan kamu.

__ADS_1


Aleysia:


Oh gitu, ia salam kenal kembali, akupun demikian. ngomong-ngomong kamu tinggalnya dimana?


Rayyan:


Aku di kota M sekitar 50 Km dari Pondok Pesantren kalian, kalau kamu Aslinya darimana?


Aleysia:


Aku asli Jawa campur Sulawesi, Rumah orang tuaku sekitar 5 Km dari Pondok Pesantren.


Rayyan:


Dekat dong, kenapa ngak tinggal di rumah saja, nanti jam sekolah baru ke sekolah?


Aleysia:


Ngak ada yang nganterin setiap hari ke sekolahnya, lagian ayah yang nyuru tinggal di pondok, selain banyak teman, dapat ilmu yang banyak juga. Kalau boleh tahu kamu sudah kelas berapa dan sekolahnya dimana?


Rayyan:


Aleysia:


ia aku sekelas dengan Alya. Kamu sudah lama kenal Alya?


Rayyan:


ia dia sahabatku sejak kecil rumah kami berdekatan, pokoknya tetangga terbaiklah. tapi setelah Alya masuk Pondok aku dan dia sudah jarang bertemu, karena Alya juga sangat jarang pulangnya.


Aleysia:


oh gituu. Ray bentar lagi lanjut chatnya soalnya aku ada urusan sedikit.


Assalamualaikum...


Rayyan:

__ADS_1


ia Sya, sampai jumpa di chat berikutnya.! Waalaikumsalam.


Setelah Chatting Aleysia bergegas menyelesaikan tugas yang baru saja di perintahkan pimpinan pondok.


ia mengerjakannya dengan sangat teliti karena tugas yang diberikan berkaitan dengan data santriwati yang harus dikirimkan ke kantor yayasan sore nanti untuk di verifikasi.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Aleysia untuk mengerjakan tugas tersebut karena ia sudah sering mengerjakan tugas seperti itu.


Semua tugas yang diberikan telah selesai, ia segera ke rumah pimpinan pondok untuk memvalidasi yang kemudian dikirim ke kantor yayasan. Setelah memastikan tidak ada lagi yang keliru Aleysia berpamitan pada pak Kyai.


Hallo pembaca setia, Aleysia merupakan orang kepercayaan pak Kyai jadi tidak jarang berbagai hal-hal penting diserahkan padanya untuk ia selesaikan.


*Di Tempat Berbeda*


Rayyan yang tinggal berempat dengan ayah, ibu, dan adiknya yang masih berusia 5 tahun di waktu seperti sekarang tidak memiliki aktivitas di rumahnya, Rayyan yang merasa suntuk dan tidak mempunyai teman ngobrol di rumah memilih untuk kerumah Fandi mencari ngobrol. Fandi sahabat Rayyan sejak kecil sama seperti Alya. Dirumah Fandi mereka bercerita berbagai hal salah satunya Rayyan menceritakan sosok Aleysia pada Fandi, Rayyan bercerita tentang Aleysia seperti yang diceritakan Alya padanya. Sebenarnya Fandi penasaran ingin melihat foto Aleysia namun karena Rayyan juga tidak memiliki foto Aleysia jadi ia tidak bisa memperlihatkannya, Rayyan juga masih merasa segan untuk meminta foto Aleysia karena mereka belum akrab dan Rayyan juga enggan meminta foto Aleysia pada Alya, takut Alya berpikir macam-macam.


Panjang lebar Rayyan menceritakan sosok Aleysia, ia meminta tanggapan Fandi sebagai sahabatnya. "Bagaimana tanggapan loh Fan kalau aku dekat sama Aleysia?


Fandi yang belum mengenal Aleysia tidak banyak memberi tanggapan pada Rayyan. Fandi hanya menyarankan agar Rayyan mengejar sampai dapat jika Rayyan benaran serius. Tak lupa Fandi juga menanyakan tempat tinggal Aleysia, dan menanyakan dimana Rayyan bisa kenalan dengan Aleysia.


Rayyan mengatakan jika Aleysia teman Alya di pondok, Alya yang mengenalkan Aleysia pada Rayyan. Rayyan juga mengatakan jika ia merasa cocok dengan Aleysia dan ia lagi berusaha untuk mendapatkan hati Aleysia.


Fandi yang juga mengenal Alya merasa kesal karena Alya tidak mengenalkan Aleysia padanya. "Dasar si Alya bukannya dikenalin ke gue yang super ganteng dan setia ini malah sama loh yang playboy cap kuda ha-ha-ha. Fandi mengatakan sambil cengar-cengir.


Rayyan tidak begitu menanggapi ocehan Fandi, ia hanya mengatakan jika ia ngak salah dengar pernyataan Fandi? Rayyan juga mengatakan jika Fandi setia, setiap tikungan ada maksudnya jelas Rayyan dengan terkekeh.


Fandi tak mau kalah, ia terus mengganggu Rayyan. Ia juga mengatakan agar Rayyan mengabarinya jika Aleysia tidak menerima cintanya karena Fandi akan mencobanya. Fandi begitu percaya diri, ia mengatakan jika daya tariknya sangat kuat untuk menggetarkan hati para wanita.


Rayyan yang mendengar pernyataan Fandi tidak begitu merespon, ia sangat mengenal Fandi yang tidak pernah serius saat ngobrol, apalagi menyangkut wanita Fandi selalu ngaur.


Begitu serius Rayyan dan Fandi ngobrol, sangat lama mereka ngobrol tentang Aleysia dan merasa sudah habis pembahasan tentang Aleysia mereka lanjut ngobrol tentang kegiatan ekskul yang sudah di programkan sekolah salah satunya latihan bela diri taekwondo yang telah lama Rayyan dan Fandi ikuti. Rayyan lebih dulu mengikuti latihan taekwondo sehingga ia sudah sampai pada sabuk biru, sedangkan Fandi belum begitu lama sehingga ia masih sabuk kuning. Perbedaan sabuk keduanya tidak menjadikan Rayyan sombong, ia tetap rendah hati pada semua temannya. Setelah selesai ngobrol Fandi mengambil minuman dan juga cemilan yang menemani mereka hingga tak terasa waktu Ashar sudah hampir tiba. Rayyan pun pamit untuk pulang.


*******


Hallo semua sahabat, kakak, adik dan para pembaca yang setia sampai saat ini, dukung terus author yah dengan memberi like, komentar dan vote agar novel perjalanan cinta sang santri agar author semakin semangat mengupdate novel ini.


Jangan lupa kritik dan sarannya agar novel perjalanan cinta sang santri semakin menarik untuk dijadikan bacaan.!!

__ADS_1


Selamat membaca, selamat membaca!


__ADS_2