Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
27


__ADS_3

Rayyan melampiaskan kekesalannya dengan tidak kembali ke rumah, ia keluar rumah sejak pagi dan tidak kembali sampai malam tiba. Ayah dan ibu Rayyan merasa gelisah, mereka keluar untuk mencari Rayyan namun sampai tengah malam tiba mereka tidak bertemu dengannya dan Rayyan belum juga kembali sampai pagi hari.


Jam menunjukkan pukul 12.00 Wita Rayyan belum juga kembali kerumahnya, Ibu Rayyan kini semakin cemas kemana Rayyan pergi hingga sekarang belum juga pulang. Kemarin ia tak begitu cemas seperti hari ini karena menurutnya Rayyan akan kembali setelah bosan ngobrol dengan temannya dan menurut ibunya tidak mungkin Rayyan akan bertahan di jalanan hingga pagi hari tetapi kenyataannya berbeda, Rayyan tak kunjung pulang entah dimana keberadaannya sampai saat ini. Ibu Rayyan kembali mengajak Ayah Rayyan untuk mencari kerumah Fandi yang belum sempat mereka datangi semalam.


Rumah Fandi merupakan tujuan terakhir mereka mencari Rayyan, namun sesampainya dirumah, hanya orang tua Fandi yang mereka temui dan Fandi sedang keluar. menurut keterangan orang tua Fandi, Rayyan tidak pernah muncul kerumah mereka sejak kemarin.


Mendengar penjelasan itu ayah dan ibu Rayyan kembali kerumah dengan hati yang semakin cemas, dimana Rayyan berada sudah dicari kemana-mana namun tak bertemu juga. Diperjalanan pulang ayah dan ibu Rayyan bertemu Fandi yang entah darimana. Merekapun menghentikan motor Fandi dan menanyakan Rayyan.


Ayah Rayyan: Fan, kamu lihat Rayyan ngak?


Fandi: Tadi kami nongkrong di taman dengan teman-teman om, tapi Fandi udah duluan balik karena ayah nelpon. Memang ada apa om?


Ayah Rayyan: Sejak kemarin menjelang siang Rayyan keluar rumah tapi sampai sekarang ngak balik-balik.


Fandi: oh gitu om, coba om cek aja ke taman, karena tadi sebelum Fandi balik Rayyan masih di taman dengan teman-teman lain.


Ayah Rayyan: Terima kasih Fan, om cek ke taman dulu, semoga Ray masih disana.

__ADS_1


Fandi: ia om Fandi juga balik dulu, ayah sudah menunggu Assalamualaikum.


Ayah Rayyan:


Waalaikumsalam.


Setelah menjawab salam dari Fandi, ayah dan ibu Rayyan bergegas menuju taman kota, beberapa menit berlalu sampailah mereka di taman kota. Terlihat Rayyan dan teman-temannya sedang asyik ngobrol, Ayah Rayyan segera menghampiri mereka dan mengajak Rayyan untuk ngobrol sebentar. Setelah ngobrol ayah dan ibu Rayyan segera kembali sedangkan Rayyan masih melanjutkan obrolannya dengan teman-teman.


Waktu menjelang sore, Rayyan segera pulang karena ketika bertemu tadi, ayahnya berpesan agar Rayyan pulang untuk menyelesaikan perselisihan dengan ibunya, tidak baik bertengkar dengan orang tua, apalagi ibu yang telah merawat kita sejak kecil begitulah pesan ayah Rayyan pada Rayyan.


Sesampainya dirumah terlihat ibu dan ayahnya telah menunggu, segera ayahnya menyuruh Rayyan mandi dan makan karena ia tahu sejak kepergiannya meninggalkan rumah Rayyan belum mandi dan masih mengenakan pakaian yang sama saat keluar rumah.


Rayyan pun menghampiri ayah dan ibunya lalu duduk di sofa yang berada di depan ayahnya. Ayah Rayyan memulai pembicaraan dengan menanyakan kemana Rayyan pergi sejak kemarin, Rayyan pun menjawab bahwa ia hanya nongkrong di taman kota bersama teman-temannya.


Ayah Rayyan tidak ingin memperkeruh keadaan dengan menanyakan yang telah terjadi kemarin, ia hanya mengingatkan kepada Rayyan agar menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan komunikasi yang baik, bukan harus kabur dari rumah.


Rayyan hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun. Ayah Rayyan kembali berbicara setelah beberapa menit hening. Kini ayah Rayyan menanyakan kepada istrinya mengapa harus menyita handphone Rayyan, ibunya menuturkan bahwa sudah beberapa minggu terakhir ia memperhatikan Rayyan selalu memegang handphone dan jarang belajar setelah ia selidiki ternyata Rayyan berpacaran dengan seorang yang bernama Aleysia dan ibunya juga menuturkan jika ia membaca beberapa chatting Rayyan dan Aleysia yang menurutnya berlebihan dan tidak sepantasnya Rayyan bersikap demikian.

__ADS_1


Mendengar penjelasan istrinya, ayah Rayyan tidak serta-merta membenarkan ataupun menyalahkan satu pihak. Ia terlebih dahulu mengingatkan agar istrinya jangan terlalu over protective pada Rayyan sebab Rayyan sudah menginjak Remaja dan yang dilakukan Rayyan itu tidak sepenuhnya salah. Setelah itu ia mengingatkan kepada Rayyan agar jangan terjerumus dengan pergaulan yang berlebihan. Ayah Rayyan mengingatkan kepada Rayyan agar jangan hanya chattingan terus-menerus tetapi mengutamakan pendidikan karena saat ini Rayyan sudah kelas XII sedikit lagi akan ujian Nasional.


Permasalahan telah kelar, ayah Rayyan menyuruh istrinya untuk mengembalikan handphone Rayyan. Ibunya lalu ke kamar mengambil handphone Rayyan setelah itu ia mengembalikannya.


Segera Rayyan mengambil handphonenya dan meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi lalu kembali ke kamarnya. Rayyan segera menghubungi Aleysia untuk meminta maaf atas ucapan ibunya pada Aleysia. Beberapa kali Rayyan menghubungi Aleysia namun tak ada jawaban.


Rayyan hampir bosan menunggu kabar dari Aleysia, namun saat malam hari handphone Rayyan berdering, ternyata Aleysia yang menghubunginya. Terdengar suara Aleysia memberi salam setelah itu mereka ngobrol panjang lebar dan Rayyan meminta maaf atas sikap ibunya. Tak terasa hampir 2 jam mereka ngobrol akhirnya hubungan mereka kembali baik.


Rayyan menceritakan bahwa semalam ia tidur di taman kota karena merasa kesal atas sikap ibunya. Saat Rayyan tidur di taman kota, cuaca malam begitu dingin, Rayyan merasakan kedinginan yang amat banget sehingga ia batuk dan mengeluarkan bercak darah. Aleysia yang mendengar penuturan Rayyan merasa khawatir dan marah atas sikap Rayyan yang tidur di taman kota hanya karena ibunya menyita handphonenya. Aleysia menginginkan agar Rayyan tidak akan melakukan hal konyol seperti itu lagi dan Rayyan pun mengiyakan.


Beberapa hari setelah kejadian itu, Rayyan sering mengatakan pada Aleysia mengenai suhu tubuhnya yang tiba-tiba panas dan merasa ada sesuatu yang tersangkut di kerongkongannya. Aleysia menyarankan agar Rayyan memeriksa ke dokter namun ia tidak mau, ia tidak ingin orang tuanya khawatir.


Aleysia khawatir dengan keadaan Rayyan saat ini, ingin sekali ia mengatakan pada orang tua Rayyan tentang semua keluhan Rayyan padanya namun ia masih ragu dan tidak memiliki keberanian, apalagi Aleysia mengetahui jika ibu Rayyan tidak suka dengan hubungannya dan Rayyan jadi tidak mungkin ia menghubungi orang tua Rayyan.


Aleysia hanya duduk termenung dengan berbagai pemikiran yang mengganjal di kepalanya. Aleysia bingung ingin menceritakan pada siapa tentang keadaan Rayyan saat ini.


...**Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa dukung terus novel "Perjalanan Cinta Sang Santri" dengan cara berikan like, komentar, dan juga vote.


Love ❤️❤️❤️**


__ADS_2