
Dhiafakhri Tidak sabar menunggu hari esok, hari yang menentukan apakah cintanya ditolak atau diterima. Namun dalam hatinya sangat berharap agar Aleysia menerimanya karena ia benar-benar menyukai Aleysia.
di tempat berbeda, Aleysia masih kebingungan antara menolak atau menerima sebab diam-diam Aleysia ternyata menyukai Ridwan namun dalam hati kecilnya tak ingin mengecewakan Dhiafakhri. ingin sekali Aleysia meminta pendapat Alya namun mengingat perkataan Alya tempo hari mengurungkan niat Aleysia untuk meminta pendapatnya.
Sebenarnya Dhiafakhri anaknya baik dan menyenangkan tetapi Ana menyukai Ridwan hmm tapi bagaimana jika Ridwan sudah memiliki kekasih? Haruskah ana mengorbankan perasaan ini. Aaaah semakin bingung dengan perasaan ini. "gumam Aleysia*"
Malam ini waktu terasa begitu singkat bagi Aleysia. bagaimana tidak, esok hari ia harus mengambil keputusan yang membuat dirinya tidak bisa tidur karena masih kebingungan memilih hendak menerima cinta Dhiafakhri atau menolak Dhiafakhri.
Hingga Subuh tiba Aleysia tidak bisa tertidur dengan nyenyak karena belum terlintas dipikirannya apa yang harus ia katakan esok hari.
"Ya Allah... kenapa Ana sangat sulit mengambil keputusan ini, padahal hanya jawaban Ya atau Tidak tetapi mengapa hati ini merasa sesak hendak berkata tidak dan ragu saat mengatakan ingin Ya". Keputusan apa yang terbaik untuk semua ini hmmm.! Aleysia terus berpikir sepanjang malam.
Aleysia belum bisa memahami perasaannya, dalam hati kecilnya ia tidak ingin pertemanan yang telah ia jalani beberapa minggu bersama Dhiafakhri rusak akibat menolaknya, selain itu dia juga telah merasa nyaman selama chatting dengan Dhiafakhri, tapi sampai saat ini ia juga masih mengharapkan cinta Ridwan yang mustahil ia dapatkan karena mereka tidak saling mengenal. Kekaguman Aleysia pada Ridwan sama halnya dengan kekaguman seorang penggemar pada artisnya yang mana hanya penggemarlah yang merasakan kekaguman namun yang dikagumi sama sekali tidak mengetahui dan mengenal orang yang mengaguminya.
Setelah beberapa lama termenung Aleysia menggerutu, Hmm betapa bodohnya perasaan ini, menyukai orang yang tidak mengenal dan membiarkan orang yang telah menyatakan cinta.
****
Matahari pagi seakan menyadarkan Dhiafakhri dari penantian panjangnya. Sepanjang malam Dhiafakhri merasakan hal yang berbeda, ia merasa malam ini begitu panjang karena tidak sabar menunggu jawaban dari Aleysia. Walaupun dalam hatinya ada perasaan was-was takut cintanya di tolak.
Pukul 07.00 Wita Dhiafakhri terus mengamati dan memegang handphonenya, ingin sekali ia mengechat Aleysia namun hatinya masih ragu, Dhiafakhri hanya diam dan menunggu dengan sabar berharap segera mendapatkan chat dari Aleysia, namun hingga pukul 11.30 ia menunggu Aleysia tidak memberikan kabar apapun.
Rasa was-waspun semakin menghantui Dhiafakhri, sudah tidak ada kesabaran dalam dirinya untuk menunggu jawaban dari Aleysia, hingga ia memutuskan untuk mengirimkan pesan ke Aleysia untuk menanyakan hal tersebut.
__ADS_1
*Assalamualaikum... Sya bagaimana kabarnya hari ini? bagaimana apakah sudah ada jawaban untuk pernyataan ana kemarin?
5 Menit telah berlalu namun belum ada jawaban chat dari Aleysia, kini Dhiafakhri semakin gelisah sehingga ia kembali mengirim chat.
*Sya...Kok ngak di balas, kalau emang belum dapat jawaban atau masih bingung memutuskan, ana bersedia menunggu sampai kapanpun entah itu besok, lusa ataupun satu tahun lagi ana masih bersedia menunggu kok.
Aleysia melihat handphonenya ada 2 Chat masuk, dilihatnya nama yang tertera di layar handphone *Dhiafakhri* Perasaan Aleysia semakin tidak karuan, ia benar-benar pusing dan bingung dengan keputusan yang hendak dipilihnya "Hmm...jawaban apa yang harus kuberikan padanya gerutu Aleysia.
Karena merasa tidak enak kepada Dhiafakhri dan merasa Dhiafakhri serius padanya akhirnya ia memutuskan untuk menerima Dhiafakhri, walaupun dalam hatinya tidak mencintai Dhiafakhri.
Waalaikumsalam... Maaf kak, Aleysia lambat balasnya soalnya tadi masih ada pekerjaan dan kesibukan lain di Pondok dan baru sempat megang handphone sekarang.
Aleysia tidak akan berlama-lama memberikan Jawaban kepada kak Fakhri, Aleysia akan berikan jawaban sekarang sebab semakin lama semakin banyak pertimbangan.
*balas Aleysia kepada Dhiafakhri*
Setelah membaca balasan chat dari Aleysia, perasaan Dhiafakhri begitu berbunga-bunga bahkan jika jaraknya dekat ia ingin segera bertemu Aleysia.
Terima Kasih dek Aleysia, terima kasih telah memberikan kakak kesempatan untuk menjadi kekasih mu. kak Fakhri sangat bahagia dengan jawaban yang Aleysia berikan. *Dhiafakhri membalas dengan perasaan gembira*
ia kak sama-sama.
Hari ini Dhiafakhri terlihat begitu bahagia sehingga beberapa santri Pondok Pesantren Al-fatah terlihat bingung dengan tingkahnya. Bahkan Ustadz Nizwar yang melihat tingkah Dhiafakhri yang berbeda dari biasanya langsung bertanya-tanya.
__ADS_1
Ada apa dengan Dhiafakhri, mengapa hari ini ia berbeda dari hari-hari sebelumnya, apakah ia sedang jatuh cinta? "pikir Ustadz Nizwar"
Saat bertemu Dhiafakhri, Ustadz Nizwar mencoba mencari informasi.
Dhiafakhri sepertinya segar sekali hari ini, sejak pagi tadi Ustadz perhatian antum kalau lihat handphone selalu senyum-senyum ngak jelas, hayoo ada apa?" Ledek Ustadz Nizwar"
Ustadz bisa saja, ngak ada apa-apa kok Ustadz. Fakhri hanya melihat video lucu makanya Fakhri Senyum-senyum. Dhiafakhri berbohong karena tidak ingin diketahui Ustadz Nizwar bahwa ia pacaran karena Ustadz Nizwar melarangnya untuk pacaran.
Hari berganti hari begitu indah dirasakan Dhiafakhri dan Aleysia karena hubungan mereka semakin romantis layaknya pasangan kekasih lainnya.
Setiap hari Dhiafakhri mengirimkan pesan romantis kepada Aleysia yang membuat dirinya senyam-senyum.
*Assalamualaikum... Kekasih hati ku. Aku selalu merindukanmu setiap saat dan waktu. Rindu senyum manismu yang membuat hatiku klepek-klepek. semoga setiap hari-harimu selalu diberikan kebahagiaan. ana uhibbuki Aleysia, semoga selalu dalam lindungan Allah.
*waalaikumsalam... terima kasih kak Fakhri, Ana uhibbuka Aidhan*
Dhiafakhri Selalu mengirimkan chat seperti itu agar Aleysia mengetahui jika ia benar-benar serius mencintainya, ia berharap Aleysia dapat mencintainya seperti ia mencintai Aleysia, walaupun harapan itu harus menunggu lama.
ia sadar bahwa ungkapan uhibbuka dari Aleysia hanya karena tak ingin mengecewakannya, ia merasa sampai sekarang Aleysia belum benar-benar mencintainya. Namun ia tidak akan mempermasalahkan perasaan itu karena ia tidak ingin Aleysia merasa tidak nyaman. Dhiafakhri berusaha mengikuti alur dari perasaan Aleysia, menurutnya jika ia terus berusaha suatu saat nanti Aleysia akan mencintainya seperti ia mencintai Aleysia. Kalaupun sampai suatu saat nanti Aleysia ternyata belum juga bisa mencintainya itulah sebuah pengorbanan.
Menurut Dhiafakhri cinta tidak bisa dipaksakan, namun cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, hal terpenting baginya Aleysia mau membuka hati untuknya.
Hallo kawan-kawan, terus dukung novel perjalanan cinta sang santri. Jangan lupa vote, like dan komentarnya
__ADS_1