
Bagitu sering Aleysia dan Rayyan chatting, mereka menceritakan berbagai hal, Rayyan menceritakan keseruan di sekolahnya dan Aleysia menceritakan keseruan di pondok pesantren.
Seringnya Aleysia dan Rayyan chatting membuat keduanya makin Akrab, bahkan Rayyan telah berani mengungkapkan perasaannya pada Aleysia, tetapi karena Aleysia belum begitu yakin dengan pernyataan Rayyan, ia berusaha mengundurkan waktu dengan alasan tinggal seminggu lagi Ujian Nasional dan Aleysia belum bisa memberi jawaban pada Rayyan serta ia berjanji setelah Ujian Nasional akan memberi jawaban pada Rayyan.
Banyak hal yang dipertimbangkan Aleysia sebelum menerima Rayyan, salah satunya
Aleysia tidak ingin karena memiliki hubungan dengan Rayyan dapat merusak persahabatan yang baru mereka jalin, Aleysia juga takut fokus belajarnya menjelang Ujian Nasional menjadi terganggu jika hubungannya dengan Rayyan mendapat cobaan. Aleysia mencoba memberi pengertian pada Rayyan dan karena rasa cintanya yang begitu serius pada Aleysia, Rayyan memahami itu.
Rayyan bersedia menunggu sampai Aleysia memberikan jawaban yang pasti padanya.
* Di Tempat Berbeda *
Dhiafakhri telah dikenalkan Zayyid pada Fahira, ia ingin agar Dhiafakhri segera melupakan Aleysia dan menjadikan Fahira sebagai pengganti Aleysia.
Awalnya Dhiafakhri kurang menanggapi namun seiring berjalannya waktu kini ia telah dekat dengan Fahira dan mereka telah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Fahira merupakan siswi kelas XI di SMK Karya Bhakti. Rumah Fahira tidak begitu Jauh dari Pondok Pesantren Bolaang Mongondow sehingga ia sangat mengenal dan cukup akrab dengan beberapa Ustadz yang berada di pondok pesantren termasuk Zayyid. Karena usia mereka yang terpaut tidak begitu jauh dan juga Zayyid yang sudah mengabdi selama 2 tahun di pondok pesantren membuat mereka akrab.
Salah satu alasan Zayyid mengenalkan Fahira pada Dhiafakhri karena permintaan Fahira. ia secara terang-terangan menceritakan perasaan sukanya terhadap Dhiafakhri pada Zayyid. Selain itu ia meminta pada Zayyid untuk menjadi mak jomblang untuk memuluskan hubungannya dengan Dhiafakhri. Cukup lama Zayyid berpikir, akhirnya ia mengiyakan permintaan Fahira.
Zayyid selalu menceritakan kebaikan Fahira pada Dhiafakhri, ia selalu melebih-lebihkan ceritanya agar Dhiafakhri merasa penasaran dan mau menjalin hubungan dengan Fahira.
Tidak sia-sia perjuangan Zayyid, Ia begitu senang mendengar kabar bahwa Dhiafakhri dan Fahira semakin dekat.
Beberapa bulan berlalu Dhiafakhri dan Fahira telah resmi menjadi pasangan kekasih, namun gaya berpacaran mereka bukan seperti anak muda pada umumnya. Mereka masih membatasi pergaulan sehingga ketika Dhiafakhri ingin bertemu Fahira ia selalu di temani Zayyid. Dhiafakhri tidak pernah bertemu Fahira sendirian ia tetap menjaga jarak dan juga menjaga nama baik pondok pesantren.
Dhiafakhri dan Fahira selalu bertemu di dalam rumah Fahira untuk menjaga nama baik pondok pesantren agar tidak tercoreng. Selain itu hubungan Dhiafakhri dan Fahira dijalani secara diam-diam agar tidak diketahui masyarakat dan di sembunyikan dari Ustadz Mahsyer.
Melihat Dhiafakhri dan Zayyid yang sering berkunjung di rumah mereka, orang tua Fahira mulai curiga tentang adanya hubungan khusus antara anaknya dan Ustadz-ustadz yang mengajar di Pondok Pesantren.
Merasa curiga akhirnya ayah Fahira menanyakan langsung pada Fahira mengenai hubungannya dengan dua orang Ustadz itu, dan Fahira menjelaskan kepada ayahnya mengenai hubungannya dengan Dhiafakhri, Fahira menceritakan pada ayahnya jika ia memiliki hubungan khusus dengan Dhiafakhri.
Tidak ada alasan bagi ayah Fahira untuk melarang hubungan anaknya dengan Dhiafakhri. Ayah Fahira hanya memperingati Fahira agar tetap menjaga diri dan tetap fokus belajar. Ia juga mengatakan pada Fahira, jika Dhiafakhri serius ia akan segera menikahkan mereka setelah Fahira lulus.
Ketika bertemu Dhiafakhri, Fahira menceritakan keinginan Ayahnya dan Dhiafakhri mengiyakan. ia berjanji jika hubungan mereka terus berlanjut sampai Fahira lulus ia akan segera melamarnya.
********
__ADS_1
Ujian Nasional telah berakhir, Rayyan dan Aleysia telah resmi jadian. Kini Aleysia tak lagi berada di pondok. Setelah Ujian berakhir ayah Aleysia segera menjemputnya pulang ke rumah karena tak ada lagi kegiatan di pondok dan ibu Aleysia sudah sangat merindukannya anak gadisnya itu.
Sesampainya di rumah Aleysia disambut ibunya, ia dibuatkan makanan kesukaannya dan berbagai macam hidangan. Di rumah Aleysia diberi kebebasan pada orang tuanya untuk bertemu teman-temannya, karena sebelum Aleysia tinggal di pondok pesantren teman-teman Aleysia selalu berkunjung ke rumahnya bahkan beberapa dari teman Aleysia sering menginap dirumahnya.
Seharian sudah Aleysia di rumah, keriuhan di pondok tak lagi ia dengar, Aleysia yang selama bertahun-tahun berada di pondok dengan suasana yang selalu riuh merasa suntuk berada di rumah yang hampir tidak ada suara terdengar, karena suntuk serta tidak memiliki teman ngobrol Aleysia mengechat Rayyan.
Aleysia:
Assalamualaikum... lagi ngapain sayang? sibuk ngak?
Rayyan:
Ngak kok sayang. Kamu sekarang dimana?
Aleysia:
Udah dirumah sayang, setelah ujian nasional ayah langsung jemput untuk pulang soalnya udah ngak ada kegiatan pondok dan katanya ibu sudah kangen banget.
Rayyan:
Bagus dong, berarti udah bisa bertemu nih? Sejak kenal sampai sekarang memiliki hubungan kita belum pernah bertemu, boleh yah aku kesitu?
Aleysia:
Rayyan:
Kalau kamu izinin langsung on the way, mumpung waktu masih panjang dan ngak ada kerjaan dirumah. Bagiku tidak ada yang jauh untuk bertemu pujaan hati!
Aleysia:
Yah udah kalau mau kesini aku tunggu! Tapi jangan sendirian, kalau ngak ada teman jangan lupa ngajak Alya aku kangen nih sama dia.
Rayyan:
Siap, tapi Sayang Ngak cemburu kalau aku boncengan sama Alya?
Aleysia:
__ADS_1
Ngapain cemburu, Alya sahabat ku dan aku sudah kenal banget sama Alya. Lagian kamu juga sudah lama sahabatan dengan Alya.
Rayyan:
Oke kalau sayang ngak cemburu, hubungi Alya kabarin dia siap-siap nanti aku jemput. Jangan kelamaan dandannya!
Aleysia:
Oke Sayang.
Aleysia segera mengechat Alya agar bersiap-siap karena Rayyan akan menjemputnya sebagai penunjuk jalan kerumah Aleysia, tanpa basa-basi Alyapun mengiyakan.
Aleysia kembali menghubungi Rayyan untuk mengatakan jika Alya sudah siap menunggu.
Beberapa menit kemudian Rayyan dan Fandi sudah berada di depan rumah Alya, mereka membunyikan klakson, Alyapun keluar.
Sebelum Rayyan datang, Alya telah berpamitan kepada Ibunya akan mengunjungi Aleysia dan ibunya mengizinkan.
Alya yang melihat Rayyan tidak sendiri merasa heran karena menurut Aleysia, Rayyan yang akan menjemputnya, tetapi nyatanya Rayyan dan Fandi yang menjemputnya.
Alya: Kenapa ikutan dengan kutu kampret sih?
Fandi: Nenek lampir Emang loh mau jadi anti nyamuk dirumah teman loh?
Alya: ogah
Fandi: Makanya loh harus bersyukur gua mau ngikut agar loh ngak jadi anti nyamuk.
Rayyan:
Sudah...sudah bertengkar terus ntar jodoh loh. ayuk kita berangkat.
Alya: Lets go
Rayyan: Al lo boncengan ama kutu kampret yah.
Alya: Hmm...ia
__ADS_1
Merekapun berangkat menuju rumah Aleysia.