Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
26


__ADS_3

Beberapa hari sudah Dhiafakhri selalu memantau aktivitas Fahira, dia tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan keterangan Zayyid.


Selama ia memantau belum ada aktivitas Fahira dan teman laki-laki yang di ceritakan Zayyid yang mencurigakan, mereka hanya seperti seorang teman biasa tak ada yang lebih.


Dhiafakhri tidak ingin menanyakan siapa sosok laki-laki itu kepada Fahira, dia ingin Fahira yang menjelaskan padanya karena bagi Dhiafakhri apabila dia menanyakan hal tersebut akan menyinggung perasaan Fahira.


Malam hari setelah kegiatan di pondok telah selesai, Zayyid kembali mengajak Dhiafakhri untuk berkeliling kota dan Dhiafakhri mengiyakan. Sambil menunggu Zayyid mengganti pakaian Dhiafakhri ngechat Fahira untuk sekedar memberitahu jika malam ini ia dan Zayyid akan keluar jalan. Tetapi sampai Zayyid selesai mengganti pakaiannya, Fahira tak kunjung membalas chat Dhiafakhri.


Setelah Zayyid berganti pakaian ia langsung mengajak Dhiafakhri untuk berangkat, merekapun berjalan mengelilingi kota. Ketika sedang berkeliling, tiba-tiba Zayyid menghentikan langkahnya.


Zayyid: antum coba perhatikan perempuan dan laki-laki yang sedang duduk di taman kota sana, sepertinya ana kenal.!


Dhiafakhri: Dimana dan yang mana?, soalnya disitu banyak banget lelaki dan perempuan yang sedang duduk berduaan.


Zayyid: Laki-laki pakai kemeja merah dan perempuan pakai blouse maroon, seperti Fahira coba antum perhatikan baik-baik.


Dhiafakhri:Hmm ia sepertinya Fahira, coba kita mendekat agar lebih jelas.


Zayyid dan Dhiafakhri mencoba mendekati perempuan yang duduk di taman yang menurut penglihatan mereka mirip Fahira, dan betapa terkejutnya Dhiafakhri karena ternyata bukan mirip tetapi memang Fahira yang sedang berduaan dengan seorang lelaki yang beberapa hari lalu diceritakan Zayyid.

__ADS_1


Dhiafakhri sangat merasa kecewa dan sakit hati melihat Fahira berduaan dengan laki-laki seperti itu, Ia saja dan Fahira tidak pernah duduk berduaan bagaimana bisa Fahira pergi duduk berduaan dengan laki-laki lain. Perasaan Dhiafakhri semakin tidak karuan, segera ia mengajak Zayyid untuk kembali ke Pondok.


Sepanjang perjalanan pulang hati Dhiafakhri terasa sesak dan sangat sakit. Ia telah mencintai Fahira dengan sangat tulus dan Fahira juga yang bisa membuatnya move on dari Aleysia namun ternyata berselingkuh di belakangnya. Sepanjang perjalanan Dhiafakhri terus mengoceh untuk melampiaskan sakit hatinya tetapi tak ada tanggapan dari Zayyid.


Setelah sampai penginapan Pondok Pesantren, Dhiafakhri masih melanjutkan ocehannya, tetapi kali ini berbeda, kini ia telah mendapat respon dari Zayyid.


Dhiafakhri: Ana tidak menyangka akan seperti ini, seandainya ana tahu sejak awal akan di duakan seperti ini, ana lebih baik tidak berpacaran seumur hidup.


Zayyid: Sabar, setidaknya Allah telah menunjukkan kebenaran, sekarang saatnya antum mendekatkan diri pada Allah. Tinggalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pacaran, jika antum serius lakukan ta'aruf lalu menikah, itu lebih baik karena tidak membuat antum sakit hati dan sesuai syariat. Antum sudah tahu bahwa berpacaran mendekatkan kita dengan zina, dan Allah sudah memperingati agar jangan dekati zina namun masih antum lakukan, sekarang Allah tegur antum dengan seperti itu seharusnya antum sadar.


Maaf bukannya ingin menceramahi antum tapi hanya sekedar mengingatkan saja.


Tidak sabar menunggu hingga esok hari, malam setelah pulang dari taman Dhiafakhri langsung mengechat Fahira karena dia tidak ingin lagi bertemu.


Dhiafakhri: Assalamualaikum... Dek mohon maaf jika selama kita memiliki hubungan kak Fakhri tidak bersikap begitu baik dan perhatian, kak Fakhri selalu kecewain dek dan juga tidak bisa menjadi kekasih yang terbaik. Kak Fakhri tidak ingin berlama-lama mempertahankan hubungan ini, semoga dek Fahira bisa bahagia dengan pilihannya dek.


Fahira yang masih berada di taman, tidak membaca chatting dari Dhiafakhri, ia begitu menikmati pertemuan dengan teman lelakinya sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk sekedar melihat handphonenya.


Sudah cukup lama Fahira dan temannya berada di taman, sehingga tanpa sadar malam semakin larut Fahira pun mengajak temannya untuk pulang.

__ADS_1


Sesampainya dirumah ia mengambil handphone yang sedari tadi ia simpan di dalam tasnya. ada 4 pesan masuk dari Dhiafakhri, setelah membaca semua pesan dari Dhiafakhri dia sedikit kaget dan juga merasa sedih karena hubungan yang sudah sekian lama mereka jalani berakhir malam ini. Padahal Fahira belum benar-benar mencintai teman lelakinya itu, ia sering bersama temannya tersebut karena merasa bosan dengan Dhiafakhri yang hanya memiliki sedikit waktu untuknya. Teman lelakinya hanya ia jadikan pelampiasan karena jenuh dengan sikap Dhiafakhri yang tidak begitu peka.


Sebenarnya Fahira sangat kaget, karena setahunya Dhiafakhri tidak mengetahui jika ia bermain api di belakang tetapi nasi telah menjadi bubur, semua sudah terjadi. Walaupun sedih Fahira menyadari kesalahannya, ia tidak ingin memaksa Dhiafakhri untuk bersamanya lagi, ia sadar bahwa Dhiafakhri sangat kecewa dengan dirinya.


Di pondok, Dhiafakhri berusaha untuk menghilangkan rasa sakit hatinya dengan menyibukkan diri dengan berbagai hal, ia mengambil beberapa buku untuk di jadikan bahan bacaan, bosan membaca ia membersihkan kamarnya dan terbukti cara tersebut berhasil membuat Dhiafakhri melupakan masalah percintaannya.


Ia telah berkomitmen pada dirinya untuk tidak lagi berpacaran dan komitmen tersebut akan terus ia pertahankan sampai waktunya tiba.


Dhiafakhri telah mengatakan kepada Fahira bahwa ia tidak ingin lagi berpacaran, jika Fahira masih mencintainya, ia berharap Fahira dapat menunggu sampai waktunya tiba ia akan melamarnya dan Fahira mengiyakan walaupun sebenarnya Fahira masih menjalin hubungan dengan teman laki-lakinya waktu itu.


******


Di tempat berbeda Rayyan terus diselimuti kegalauan, ia tak lagi bisa berkomunikasi dengan Aleysia, handphonenya sampai saat ini masih disita ibunya.


Rayyan melampiaskan kekesalannya dengan tidak kembali ke rumah, ia keluar rumah sejak pagi dan tidak kembali sampai malam tiba. Rayyan tidak ingin kembali ke rumah karena hanya membuatnya sakit hati, menyendiri di kamar semakin membuat hatinya gelisah sedangkan ketika ia nongkrong dengan temannya sedikit membuat hatinya tenang dan lepas dari kepikiran Aleysia.


Di rumah Ayah dan ibu Rayyan merasa gelisah, ayah Rayyan tidak mengetahui penyebab Rayyan kabur dari rumah karena ayahnya jarang berada di rumah, karena Rayyan tak kunjung pulang ayah Rayyan menanyakan perihal yang terjadi sehingga Rayyan bersikap demikian, karena tidak biasanya Rayyan seperti itu.


Awalnya ibu Rayyan enggan menceritakan perihal yang terjadi, ibu Rayyan hanya mengajak ayah Rayyan untuk mencari Rayyan namun sampai tengah malam tiba mereka tidak bertemu dengannya dan Rayyan belum juga kembali sampai pagi hari, akhirnya ibu Rayyan menceritakan semuanya, ia juga memberikan alasan menyita handphone Rayyan demi kebaikannya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan istrinya ayah Rayyan tak lagi bertanya.


__ADS_2