Perjalanan Cinta Sang Santri

Perjalanan Cinta Sang Santri
13


__ADS_3

Setelah chatting Dhiafakhri dan Aleysia kembali dengan kesibukan masing-masing. Dhiafakhri segera makan dan bersama-sama ikut shalat Maghrib, karena akan melanjutkan perjalanan.


Perjalanan menuju kota Manado masih sangat jauh, jarak tempuh hampir seribu lima ratus tiga puluh lima kilometer dari kota tempat Dhiafakhri menuntut ilmu, untuk menghilangkan rasa lelah dan kepenatan di dalam bus, Dhiafakhri menggunakan headphone untuk mendengarkan Shalawat.


*Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah


Yalijitta bil haqqi rosulal hidayah


Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah


Yalijitta bil haqqi rosulal hidayah


Ya Rosulallah ya habiballah


Ya Rosulallah ya habiballah


Yaumal wiladah kalbidayah 


lilhidayah kal bidayah


Yaumal wiladah kalbidayah 


lilhidayah kal bidayah


Intajid ya toha binnuril hidayah


Ya Rosulallah Ya Rasulallah


Ji'ta bidinillah ji' kullal baroyah


Yahabiballah Ya Habiballah


Ya Ya Ya Ya Basyirol khoir


Ya Rosulallah


Ya ya ya ya dalilannur


Ya Habiballah


Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah


Yalijitta bil haqqi rosulal hidayah


Ya Rosulallah ya habiballah


Ya Rosulallah ya habiballah


Harapan yang nyata hidup bahagia


Cinta yang utama di hati slamanya


Denganmu ya Rasul rindu tuk bersama


Padamu ya Rabbi terkabul semoga


Engkaulah pujaan hati Ya Rasullah


Bersinarlah cahayanya kekasih Allah


Wahai Sang kekasih insan yang terpilih 

__ADS_1


Sholawat yang tercurah cinta sungguh indah


Pujaan hati ya Rasulallah


Cahaya cinta kekasih Allah


Ya habibal qalbi ya khoirol baroyah


Yali'jit bil haqqi rosulalhidayah*


Dhiafakhri terus mendengarkan satu persatu shalawat kesukaannya yang ada di handphone untuk menghilangkan rasa capek, dan tanpa sadar ia sudah tertidur. Ketika ia bangun betapa takjubnya Dhiafakhri melihat indahnya pemandangan malam hari, yang sepanjang jalan di hiasi dengan lampu yang berwarna-warni.


Setelah perjalanan panjang sampailah Dhiafakhri dan rombongan di kota Manado. Saat memasuki kota Manado Dhiafakhri kembali tertegun melihat keindahan kota Manado saat malam hari, dengan begitu banyaknya lampu yang menghiasi setiap sudut kota semakin menambah keindahan kota Manado."Subhanallah sungguh indah ciptaan Allah" gumam Dhiafakhri dalam hati.


*****


Dhiafakhri kini telah sampai di tempat penjemputan pertama, tidak menunggu waktu lama, Dhiafakhri dan beberapa orang temannya yang juga akan mengabdi langsung diantarkan ke tempat mengabdi masing-masing, Dhiafakhri diantar menuju ke Pondok Pesantren yang berlokasi di Bolaang mongondow, saat tiba di Pondok Pesantren ia langsung dipertemukan dengan Ustadz Masyher selaku pimpinan pondok pesantren.


Ustadz Masyher telah menunggu kedatangan Dhiafakhri sejak tadi, karena telah mendapatkan informasi bahwa rombongan akan segera tiba. Beliau telah menyiapkan makanan, dan beberapa cemilan untuk dihidangkan dan juga tempat tinggal untuk Dhiafakhri. Sesampainya di Pondok Pesantren Bolaang mongondow, Dhiafakhri disambut Ustadz Mahsyer dengan sangat ramah dan penuh suka cita.


Ustadz Masyher:


Ahlan wa sahlan fii Manado, Tafadhal Ijlis ya Akhy. (Selamat datang di Manado, Silahkan duduk saudara)


Dhiafakhri:


Syukran Katsiiran Ustadz. (terima kasih banyak Ustadz)


Ustadz Mahsyer:


Afwan, Masmuka ya Akhy? (Maaf, siapa nama mu wahai saudara)


Dhiafakhri:


Ustadz Mahsyer:


Toyyib ana panggil Fakhri aja. Ayok makan dulu torang, sebentar setelah makan baru lanjutkan ngobrol-ngobrolnya.


Dhiafakhri:


ia baik Ustadz. Syukron atas jamuannya.


Dhiafakhri dan Ustadz Mahsyer menuju tempat makan, disana mereka makan dengan sangat khidmat tak ada satupun yang berbicara. Setelah makan dan mencuci tangan Dhiafakhri dan Ustadz Mahsyer kembali ke ruang tamu untuk ngobrol.


Ustadz Mahsyer:


Selama Antum disini tidak perlu khawatir dengan makanan, uang saku, dan tempat tinggal karena semuanya telah disediakan. Nanti antum mengajar disini ditemani Zayyid. Jadi antum dan Zayyid akan berbagi tugas. Mangenai pembagian tugas nanti antum bicarakan langsung dengan Zayyid.


Zayyid Sudah menunggu antum di perumahan, sebentar Ustadz antar antum kesana.


Dhiafakhri:


Syukron Ustadz. (terima kasih Ustadz)


Waktu semakin larut, Ustadz Mahsyer segera mengantarkan Dhiafakhri ke perumahan. Diperumahan Zayyid telah lama menunggu dan telah membersihkan kamar yang akan akan menjadi tempat tinggal Dhiafakhri.


Ustadz Mahsyer:


Assalamualaikum... Zayyid... Zayyid.


Zayyid:

__ADS_1


Waalaikumsalam warahmatullahi... Na'am Ustadz, lalu segera membuka pintu. Tafadhal Udhul.!!!


Dhiafakhri dan Ustadz Mahsyer:


Syukron Katsiran. *merekapun masuk ke perumahan.!!!


Ustadz Mahsyer:


ini Dhiafakhri, dia santri dari Pondok Pesantren Al-fatah yang diberikan amanah untuk mengabdi selama 2 tahun di Pondok Pesantren ini. Ustadz percayakan kepada Antum untuk membantu Dhiafakhri untuk beradaptasi disini dan kalian akan berbagi tugas. Tetapi mengenai pembagian tugas Ustadz tidak akan ikut campur nanti antum bicarakan berdua dengan Dhiafakhri, Ustadz serahkan ke antum berdua.


Zayyid:


Toyyib Ustadz. (baik Ustadz)


Ustadz Mahsyer:


Semuanya sudah jelas, Ustadz akan kembali ke rumah jadi silahkan antum bawah Fakhri masuk dan ngobrol di dalam.


Fakhri antum selama disini jika ada kesulitan katakan ke Zayyid atau ke Ustadz langsung jangan sungkan untuk bertanya atau meminta pertolongan kalau ada kesulitan, Ustadz dan Zayyid akan siap membantu.


Assalamualaikum...


Dhiafakhri: Ia Ustadz Syukron Katsiran (Terima kasih)


Dhiafakhri dan Zayyid:


Waalaikumsalam warahmatullahi Wabarakatuh.


Zayyid membantu Dhiafakhri membawa barang-barang bawaannya menuju kamar, setelah semua barang-barang telah masuk, Zayyid mempersilahkan Dhiafakhri untuk segera istirahat karena mengingat perjalanan yang di tempuh Dhiafakhri untuk sampai ke pondok Pesantren Bolaang Mongondow cukup melelahkan, Zayyid tidak ingin berlama-lama ngobrol, toh masih ada hari esok.


Kini Dhiafakhri telah menyendiri di dalam kamar barunya karena Zayyid telah kembali ke kamarnya.


iapun mengambil handphone dalam saku celananya dan segera mengechat Aleysia.


Ditempat berbeda Aleysia sejak tadi menunggu chat dari Dhiafakhri namun dia tidak ingin mengechat lebih dulu karena tidak ingin mengganggu.


Dhiafakhri:


Assalamualaikum... Dek Aleysia sayang, kak Fakhri telah sampai di pondok Pesantren Bolaang Mongondow dan Alhamdulillah Ustadz-ustadz disini menyambut kak Fakhri dengan sangat ramah.


Aleysia:


Waalaikumsalam... Alhamdulillah kalau kak Fakhri telah sampai dan mendapat sambutan dengan ramah. Yah sudah, kak Fakhri silahkan istirahat karena sudah cukup larut malam dan pastinya kak Fakhri sangat kecapean karena perjalanan jauh.


Dhiafakhri:


Ia dek sayang, tetapi sebelum kak Fakhri tidur, kita ngobrol bentar yah, kak Fakhri kangen dengan suara indahnya dek Aleysia untuk mengobati rasa rindu ini.


Aleysia:


Hmm... kak Fakhri ada-ada aja kemauannya. kakak yang nelpon soalnya aku ngak ada pulsa.


Dhiafakhri langsung menelpon Aleysia, dan tanpa menunggu lama Aleysia langsung menjawab telepon dari Dhiafakhri. Cukup lama Aleysia dan Dhiafakhri ngobrol. Sebelum mematikan teleponnya Dhiafakhri tak lupa ngegombal Aleysia.


Dhiafakhri:


Hmm...Subhanallah, sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah, suaranya dapat menenangkan hati, terima kasih Dek Aleysia sayang sudah mau ngobrol dengan kak Fakhri. Dek Aleysia udah bisa istirahat karena kak Fakhri udah mau istirahat juga


Assalamualaikum my hubbi...


Aleysia:

__ADS_1


Waalaikumsalam warahmatullahi Wabarakatuh.


Sebenarnya masih banyak hal-hal yang ingin di tanyakan Aleysia tentang perjalanan Dhiafakhri, tetapi karena mengingat perjalanan jauh yang di tempuh Dhiafakhri begitu melelahkan, Aleysia mengurungkan niatnya dan menyuruh Dhiafakhri untuk istirahat.


__ADS_2