
Aleysia tidak memperdulikan hal itu, ia enggan memikirkan nomor yang tidak penting dan membicarakan hal yang dianggapnya tidak penting. Tadi ia penasaran karena tumben ada nomor baru yang menghubunginya, namun setelah mengetahui nya Aleysia hanya berpikiran yang menghubunginya hanyalah orang rese yang tidak ada kesibukan. Aleysia bahkan memblokir nomor tersebut lalu menyimpan kembali handphonenya ke tempat semula.
***
Waktu yang di tunggu telah tiba, hari ini pengumuman hasil Ujian Nasional akan di Umumkan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Pondok Pesantren Al-fatah tempat Dhiafakhri menuntut ilmu. Dhiafakhri dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi dan mendapat predikat sebagai santri terbaik di Provinsinya. Segera ia menghubungi orang tuanya untuk menyampaikan pencapaian yang diraihnya dan tidak lupa ia berpamitan karena sudah tidak memiliki waktu untuk pulang kampung untuk berpamitan secara langsung karena setelah pengumuman ini ia harus mempersiapkan seluruh bawaannya dan mengangkat kopernya masuk ke dalam Bus yang akan membawa mereka ke kota Manado. Tidak membutuhkan waktu lama, Barang-barang Dhiafakhri telah masuk seluruhnya ke dalam Bus.
Sebelum Bus berangkat, semua santri yang akan mengabdi di kumpulan dalam Aula untuk mendapat sedikit wejangan dari Ustadz Nizwar, beliau berpesan agar di tanah rantau tempat santri mengabdi harus selalu menjaga nama baik pondok pesantren, selalu berikan yang terbaik untuk Pondok Pesantren tempat mereka mengabdi.
Setelah penyampaian dan pembacaan doa oleh Ustadz Nizwar berakhir seluruh santri dipersilahkan untuk masuk ke dalam bus, termasuk Dhiafakhri, ia telah duduk di dalam bus yang tinggal beberapa menit akan segera berangkat. Dhiafakhri memilih duduk di kursi paling pojok belakang yang di anggapnya nyaman saat perjalanan.
Di dalam bus ia teringat jika tadi belum sempat menelpon ataupun ngechat Aleysia untuk berpamitan karena rangkaian acara yang begitu panjang bagaikan kereta api. akhirnya Dhiafakhri bergegas mengechat Aleysia.
Dhiafakhri:
Assalamualaikum... dek Aleysia sayang kak Fakhri minta maaf baru bisa hubungi dek Aleysia, soalnya tadi setelah Pengumuman Hasil Ujian Nasional kak Fakhri masih sibuk karena masih sangat banyak rangkaian acara sebelum pelepasan santri yang akan mengabdi, dan sekarang kak Fakhri sudah di dalam Bus untuk persiapan diperjalanan menuju kota Manado.
Aleysia:
Waalaikumsalam... ia kak tidak apa-apa kok Aleysia mengerti. Hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan tanpa kekurangan suatu apapun. Selamat bertugas di tanah rantau sayang, semangat yah.!!
Dhiafakhri:
Aamiin ya Rabbal Aalamiin. Ia sayang. Jaga diri baik-baik disana, jangan mudah jatuh cinta dengan orang lain, yang fokus belajarnya sayang.!! walaupun kak Fakhri jauh, kak Fakhri akan selalu kontrol dek Aleysia dari kejauhan. Jarak bukan alasan untuk memisahkan kita, jarak mengajarkan kita untuk selalu setia.
Aleysia:
Hmm...ia sayang tapi apa kagak terbalik itu kak? seharusnya Aleysia yang ngomong seperti itu, kak Fakhri tuh yang harus jaga diri dan jaga hati baik-baik, entar baru beberapa minggu disana sudah punya gebetan baru Aleysia tonjok.
Dhiafakhri:
ia sayang, kak Fakhri akan selalu menjaga hati dan tidak mungkin kak Fakhri akan mendua apalagi mentiga ha-ha-ha, kak Fakhri akan setia selamanya 😁😁 hanya ada dek Aleysia di hati.
Aleysia:
__ADS_1
baguslah kalau gitu kak, Aleysia legah dengarnya, yang terpenting jangan hanya ngomong doang tapi harus dibuktikan.
Dhiafakhri:
ia dek sayang kak Fakhri akan buktikan omongan kak Fakhri. Bay the way kak Fakhri istirahat dulu yah dek sayang soalnya sudah ngantuk banget pengen tidur.
Aleysia:
ia kak, selamat tidur sayang.!! Semoga setelah bangun udah sampai Manado.
Dhiafakhri:
ha-ha-ha... Aamiin, dek Aleysia kalau udah ngak ada kesibukan di pondok jangan lupa istirahat. By by dek sayang. Assalamualaikum.
Aleysia:
Waalaikumsalam.
Aleysia kembali menyimpan handphonenya dan menuju kamar Alya untuk ngobrol. Di kamar Alya mereka ngobrol berbagai hal, salah satunya ngobrol tentang Dhiafakhri. Aleysia menceritakan berbagai hal tentang Dhiafakhri, salah satunya mengenai perawakan Dhiafakhri yang di nilai Aleysia memiliki wajah yang rupawan juga baik hati. Alya yang mendengar cerita Aleysia ikut ikut menimpali.
Alya:
Aleysia:
Dasar ente Al, bukannya doain yang baik-baik eh malah doain di rebut orang. semoga saja kak Fakhri tetap setia soalnya dia udah janji untuk setia.
Alya:
ia berjanji sebelum dapat pengganti ente Sya, kalau sudah dapat penggantinya, ente langsung dilupain ha-ha-ha, eets jangan marah hanya bercanda kok.
Aleysia:
Hmmm...Al jangan gitu aah. Aleysia mencubit Alya karena kesal.
__ADS_1
Keasyikan ngobrol sampai-sampai Aleysia dan Alya tidak menyadari kalau sebentar lagi waktu magrib akan segera tiba. Akhirnya mereka mengakhiri ngobrolnya dan Aleysia pamit kembali ke kamarnya. Setelah sampai di kamar Aleysia berbaring sebentar lalu mengambil handuk dan mandi. Dering handphone Aleysia sangat besar, sehingga ia yang sedang mandi masih mendengar, dering handphone yang berada dalam lemari. Segera ia bersihkan busa sabun yang masih menempel di tubuhnya dan keluar dari dalam kamar mandi dan segera Aleysia mengambil handphonenya.
*Di layar ponsel tertulis 1 Pesan Masuk *Kak Fakhri*
Dhiafakhri:
Assalamualaikum...dek Aleysia sayang, sekarang kak Fakhri sudah sampai di rumah makan Pelangi, dan rombongan singga untuk Shalat Magrib sekaligus makan malam. Setelah ini baru melanjutkan kembali perjalanan karena teman-teman sudah pada lapar dan waktu magrib sudah tiba.
Aleysia:
ia kak, makan yang banyak agar semakin bertenaga karena perjalanan masih cukup jauh, semangat terus sayang semoga perjalanannya berkah.
Dhiafakhri:
ia dek Aleysia sayang, kak Fakhri selalu semangat karena ada dek Aleysia yang selalu nyemangatin, oh ya kak Fakhri sudah pesan Nasi dan ikan bakar rica-rica. Maknyus loh dek.
Aleysia:
Hmm... bikin ngiler aja, bagi dong kak ikannya, di pondok Aleysia lauknya hanya tahu dan tempe terus.
Dhiafakhri:
Di nikmati aja sayang, bukan anak pondok namanya kalau lauknya bukan tahu dan tempe he-he-he, insyaallah kalau dek Aleysia nikmati akan serasa makin nikmat tuh makanan.
Aleysia:
ia kak Fakhri sayang, yah sudah kak Fakhri makan aja dulu Aleysia mau shalat magrib dulu kak, Assalamualaikum.
Dhiafakhri:
ia sayang Masya Allah sungguh beruntung orang yang memilikimu sayang. Udah shalehah, selalu menjaga shalatnya ada plus cantiknya lagi. waalaikumsalam.
Setelah chatting Dhiafakhri dan Aleysia kembali dengan kesibukan masing-masing. Dhiafakhri segera makan dan bersama-sama ikut shalat.
__ADS_1
Hallo hallo, sobat yang super jangan lupa yah selalu berikan vote, like dan komentar karena