
Aleysia khawatir dengan keadaan Rayyan saat ini, ingin sekali ia mengatakan pada orang tua Rayyan tentang semua keluhan Rayyan padanya namun ia masih ragu dan takut karena Aleysia mengetahui jika ibu Rayyan tidak menyetujui hubungan mereka bahkan menyuruh Aleysia untuk tidak mengganggu dan menghubungi Rayyan lagi. Selain rasa takut itu Aleysia juga tidak memiliki nomor handphone orang tua Rayyan.
Aleysia sangat galau dengan keadaannya saat ini, ia masih memikirkan kondisi Rayyan yang sakit dan belum diketahui orang tuanya sehingga ia tidak bisa belajar dengan fokus sedangkan ujian seleksi masuk perguruan tinggi tinggal menghitung hari. Karena selalu memikirkan keadaan Rayyan akhirnya Aleysia mengabaikan materi yang harus ia pelajari untuk persiapan masuk perguruan tinggi.
Aleysia belum juga putus asa, ia terus berusaha membujuk Rayyan agar mau memberitahu orang tuanya mengenai kondisinya saat ini agar orang tua Rayyan segera membawanya ke dokter.
Rayyan yang merasa risih dan tidak ingin membuat Aleysia terus-menerus merasa khawatir akhirnya mengiyakan permintaan Aleysia, ia berjanji akan segera memberi tahukan kepada orang tuanya walaupun sebenarnya Rayyan memang tidak ingin orang tuanya mengetahui kondisinya saat ini, tetapi untuk menghilangkan ke khawatiran Aleysia, ia mengiyakan saja. Setelah mengatakan demikian, Rayyan menyuruh Aleysia untuk fokus belajar untuk menghadapi ujian seleksi masuk perguruan Tinggi.
Aleysia yang sudah sedikit tenang karena Rayyan mengiyakan permintaannya, segera menyimpan handphonenya dan mengambil beberapa buku yang ia jadikan referensi untuk menghadapi ujian seleksi.
*****
Hari yang di tunggu-tunggu Aleysia akhirnya tiba, waktu masih menunjukkan pukul 05:30 tetapi Aleysia telah menyiapkan seluruh perlengkapan ujian dan sarapan. Setelah itu Ayahnya segera mengantarkan ke Universitas Negeri tempat Aleysia akan melaksanakan ujian.
4 jam telah berlalu Aleysia telah menyelesaikan soal-soal ujian yang cukup menguras pikirannya, sambil menunggu jemputan dari ayahnya ia ngobrol dengan teman-teman yang baru dikenalnya. Lama mereka ngobrol satu persatu teman yang baru di kenal Aleysia sudah berpamitan karena jemputan mereka telah datang. Tinggal Aleysia yabg tertinggal karena sampai sore hari ayahnya belum menjemputnya dan ia takut naik angkutan kota.
Aleysia mulai gelisah, ia menghubungi ayahnya dan ayahnya menyuruh menunggu sesaat lagi, dalam hati Aleysia sudah pengen nangis karena ini pertama kali ia pergi tanpa teman dan ayahnya lama menjemput, ia berjanji pada dirinya jika saat pengumuman ternyata tidak lulus seleksi Aleysia tidak ingin mendaftar kembali di universitas tersebut karena tempatnya yang sangat jauh dari rumahnya.
Sore hari telah tiba, akhirnya ayah Aleysia sampai juga ditempat Aleysia menunggu, segera dipacunya kendaraan dan tidak terasa sampailah Aleysia dan ayahnya dirumah. Aleysia langsung membersihkan diri. Aleysia yang lelah karena seharian menunggu di kampus akhirnya tertidur pulas tanpa memperhatikan handphonenya.
Di tempat berbeda Rayyan sedang menunggu balasan chat dari Aleysia karena sejak memasuki ruang ujian tadi Aleysia tidak lagi memberinya kabar sampai sekarang. Ia terus mengirimkan chat berharap Aleysia segera membalas namun sampai malam tiba Aleysia tak kunjung membalas chat itu, akhirnya Rayyan keluar nongkrong dengan teman-temannya sampai larut malam.
Aleysia yang kecapean tertidur sangat pulas, ibunya beberapa kali membangunkan Aleysia untuk makan
namun ia tak kunjung bangun, dan ketika ia sadar ternyata sudah subuh.
__ADS_1
Diambilnya handphone yang ia simpan di dalam tas, dan melihat lima puluh panggil tak terjawab dan ada dua puluh pesan masuk yang semuanya dari Rayyan. di balasnya pesan itu satu persatu dan berharap segera mendapat balasan dari Rayyan, karena ia tahu bahwa semalam Rayyan menghawatirkannya karena ia tidak memberi kabar.
Pagi hari Aleysia terus menunggu balasan chat dari Rayyan, karena biasanya ketika Aleysia mengechat Rayyan pesannya akan segera di balas tapi kali ini berbeda. Rayyan tak kunjung membalas. Dipikiran Aleysia hanya 2 kemungkinan Rayyan tidak membalas, kemungkinan Rayyan marah karena sejak kemarin ia tidak memberi kabar sehingga ia sengaja membalas pesan Aleysia walaupun ia telah memberikan penjelasan, atau handphone Rayyan kembali disita ibunya.??
Pikiran itu terus melayang di kepala Aleysia, ia merasa gelisah dan khawatir dengan tidak adanya kabar dari Rayyan. Akhirnya ia menghubungi Alya dan berharap Alya tahu tentang Rayyan karena mereka tetanggaan.
Aleysia: Assalamu'alaikum... Al gimana kabar ente, boleh ana tanya sesuatu ngak?
Chat Aleysia tidak langsung di balas Alya, Aleysia harus menunggu beberapa menit. Setelah Aleysia menunggu beberapa menit Alya membalas.
Waalaikumsalam... Alhamdulillah baik Sya, ente? ia boleh mau nanya apa sih Sya sepertinya penting banget?
Aleysia: Alhamdulillah baik Sya. Oh yah Al ente tahu ngak kabar Rayyan soalnya ana chat ngak ada balasannya.
Aleysia: Ngak Al soalnya kemarin setelah ana pulang dari kampus kecapean banget jadi ana ketiduran, Rayyan chat tapi ana ngak balas.
Terima kasih infonya Al, kalau ada kabar tentang Rayyan kabarin aku yah!
Alya: ia sama-sama Sya, ia entar aku kabari kalau udah dapat kabar dari Rayyan.
Hati Aleysia semakin gelisah setelah mengetahui keadaan Rayyan, ia berharap Rayyan secepatnya sembuh dari penyakitnya.
Hari-hari terus berlalu, Aleysia belum juga mendapat kabar mengenai kondisi Rayyan, ia bingung ingin bertanya pada siapa.? Alya juga belum memberi kabar tentang Rayyan, kini hanya doa yang bisa Aleysia panjatkan untuk Rayyan, ia berharap dengan doanya Rayyan bisa sembuh secepatnya.
Sepanjang hari Aleysia terus menatap handphonenya, berharap Rayyan akan mengechat. Ia benar-benar menyesali mengapa harus ketiduran di saat Rayyan ngechat, padahal hari itu hari dimana Rayyan dilarikan ke rumah sakit.
__ADS_1
Aah Aleysia berteriak melepaskan segala beban pikirannya. Tiba-tiba handphone Aleysia berdering.
Tuuut... tuuut... tuuut
Aleysia yang sudah beberapa hari menunggu pesan dari Rayyan segera meraih handphone yang berada di atas meja belajarnya. Tertulis dilayar handphone miliknya.
1 Pesan diterima
Aleysia terus berpikir siapa yang mengechat, ia sangat berharap jika Rayyan yang mengechat atau setidaknya Alya yang ngechat memberi kabar tentang Rayyan. Saat Aleysia akan membuka pesan itu tiba-tiba handphonenya mati karena selama Rayyan tidak mengechat Aleysia tidak memperhatikan baterai handphone dan ternyata sudah habis.
Hmm... sial banget sih? handphone pakai mati segala lagi.
******
******
Bersambung...
Ayo kira-kira Pesan dari siapa???
Adakah yang penasaran?
Dukung terus teman-teman jangan lupa selalu berikan like, komentar dan juga vote untuk novel "Perjalanan Cinta Sang Santri", dukungan kalian memberikan semangat untuk author.
Love ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1